أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Kitab Tanbihul Ghafilin

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah ditanya mengenai Ar-Raudhul Fa-iq dan Tanbihul Ghafilin

Beliau menjawab:

Saya tidak mengetahui tentang kitab ar-Raudhul Fa-iq, sedangkan Tanbihul Ghafilin adalah kitab yang berisi nasihat yang pada umumnya banyak mengandung hadits-hadits dhaif bahkan kadang palsu. Di dalamnya juga terdapat hikayat-hikayat yang tidak shahih dimana penulisnya ingin menggunakannya untuk melembutkan hati dan menjadikan mata menjadi menangis. Akan tetapi hal ini bukanlah cara yang benar, karena nasihat-nasihat  yang ada dalam Kitabullah dan yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah cukup sehingga tidak perlu lagi bagi kita untuk menasihati orang-orang dengan sesuatu yang tidak shahih baik yang disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam maupun yang disandarkan kepada kaum-kaum yang shalih yang kadang mereka salah dalam pendapat mereka yang berupa ucapan atau perbuatan. Memang dalam kitab ini terdapat hal-hal yang tidak dipermasalahkan, namun demikian saya tidak menasihatkan untuk membacanya kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan faham serta bisa membedakan antara hadits-hadits yang shahih, dhaif dan mauquf.

Sumber: http://www.ibnothaimeen.com

@@@@@@@@@@@@@@@

artikel lain silahkan baca di http://www.islamlight.net

Silahkan bagi yang mau mengunduh kitab كتب حذر منها العلماء (kitab-kitab yang ditahdzir ulama) di sini:

jilid satu

jilid dua

About these ads

22 comments on “Kitab Tanbihul Ghafilin

  1. Ndar Davinchi
    Agustus 9, 2011

    thanks for informasi,y !!!

    smoga qta slalu dlm lindungan,y !!!

    • midazortega
      Agustus 9, 2011

      alhamdulillah…amiin

  2. heri
    Desember 12, 2011

    alhamdulillah

    • midazortega
      Desember 13, 2011

      alhamdulillah
      semoga bermanfaat

  3. idham febrian
    April 12, 2012

    Gelo eta jalama nu ngomong kitu…dasar ahlul bidah

  4. Ahmad Damanhuri
    Agustus 4, 2012

    Kalaupun itu (menurut orang awam, sperti komentator) doif ataupun lemah, tapi isinya merupakan nasehat yang baik untuk kita lakukan, apa ya tidak boleh…???

    • midazortega
      Agustus 7, 2012

      kalau hadits-hadits shahih masih banyak, dan mungkin ngga bakalan habis kita lahap, ngapain pake yang dhaif???

      • Ahmad Damanhuri
        September 1, 2012

        Yang penting kita beramal dan itu baik menurut kita serta bermanfaat bagi orang lain…. Selanjutnya kita serahkan kepada Alloh SWT…

      • midazortega
        September 1, 2012

        hadits yang boleh diamalkan adalah hadits shahih lidzatihi, shahih lighairihi, hasan lidzatihi, dan hasan lighairihi. di bawah derajat tersebut tidak boleh diamalkan.

  5. jarud
    Agustus 14, 2012

    dhoif? pernah baca

    • midazortega
      September 1, 2012

      ada yang shahih, ada yang hasan, ada yang dhaif, bahkan yang palsu (maudhu’) pun ada. coba baca kitab yang ada tahqiqnya. makanya Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah dalam artikel di atas mengingatkan kita semua:
      “…Memang dalam kitab ini terdapat hal-hal yang tidak dipermasalahkan, namun demikian saya tidak menasihatkan untuk membacanya kecuali bagi orang yang memiliki ilmu dan faham serta bisa membedakan antara hadits-hadits yang shahih, dhaif dan mauquf.”

  6. ahmad
    Oktober 6, 2012

    ana mau tanya kpd antum yg telah berkomentar bvegotu sinis dan yang telah memposting artikel ini.
    tolong sebutkan hadits mana yang maudu”,alhasil antum jangan membuka kebodohan antum hanya karena demi perpecahan ulam.
    Ulama terdahulu lebidh dapat di percaya daripada ulama zaman sekarang ini yang su”u.

    • midazortega
      Oktober 9, 2012

      sinis?
      saya ngga merendahkan siapapun, saya tidak mengatakan bahwa dalam tanbihul ghafilin tidak ada kebaikan sama sekali. mbok ya dibaca baik-baik artikel di atas.

      contoh hadits yang maudhu’ dalam tanbihul ghafilin:

      -Berfikir sesaat lebih baik daripada ibadah setahun.(Tanbihul Ghafilin, Maktabah al Iman bil Manshurah, hal. 6, tahqiq as-Sayyid al ‘Arabi, pdf.)
      Maudhu’ (hadits marfu’). Abu asy-Syaikh Al Ashbahani dalam al ‘Azhmah (44). Ibnul Jauzi dalam al Maudhu’at (3/144) dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dan menyebutkan Abu asy-Syaikh (49) dengan sanad dhaif dari ‘Amr bin Qais al Mala-I bahwasanya dia berkata: telah sampai kepadaku bahwa berfikir sesaat lebih baik daripada amalan setahun. Lihat adh-Dha’ifah (173)

      -diriwayatkan dari ‘Abdulllah bin Miswar al Hasyimi, bahwasanya dia berkata: datang seorang laki-laki kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan berkata; Aku datang kepada engkau agar engkau mengajarkan kepadaku hal yang sulit difahami dari ilmu …dst. (Tanbihul Ghafilin, Maktabah al Iman bil Manshurah, tahqiq as-Sayyid al ‘Arabi, pdf, Hal. 18)
      Hadits palsu, ‘Abdullah bin al Miswar memalsu hadits sebagaimana disebutkan dalam al Mizan (3/504)

      -Diriwayatkan dari Abdullah bin Miswar al Hasyimi, bahwasanya dia berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca ayat ini: “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, “ kemudian Beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: ketika cahaya Islam telah masuk ke dalam hati maka hati menjadi lapang dan senang….dst

      (Tanbihul Ghafilin, Maktabah al Iman bil Manshurah, tahqiq as-Sayyid al ‘Arabi, pdf, Hal. 18)
      Hadits palsu, ‘Abdullah bin al Miswar memalsu hadits sebagaimana disebutkan dalam al Mizan (3/504)

      -diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bahwasanya beliau Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: kematian adalah menyenangkan bagi orang beriman. (hal.25)

      Hadits Maudhu’, dicantumkan Abu Nu’aim dalam al Hilyah (3/131), Al Baihaqi dalam asy-Syu’ab (9885, 9886), al Khathib dalam at-Tarikh (1/347), Ibnul Jauzi dalam al Maudhu’at (3/121) dengan lafadz “kematian itu kaffarah bagi setiap muslim – atau mu’min. lihat Dha’if al Jami’ (4950) dan tahqiq asy-Syihab (171-173).
      wallahu a’lam

      dan masih ada yang lain. coba antum perhatikan nama-nama ulama di atas seperti Imam Ibnul Jauzi, pengarang al Mizan (Imam Adz-Dzahabi)dan Abu Asy-Syaikh Al Ashbahani, apakah mereka bermaksud menimbulkan perpecahan? apakah mereka ulama su’u karena mengatakan hadits di atas palsu?

  7. ahmad
    Oktober 6, 2012

    adakah Warisan Kitab yg pernah ditulis ole Muhammad Abdul Wahab”…?????????????

  8. kang dyms
    Mei 4, 2013

    Ga semestinya yg punya keahlian bikin BLOG, jd goblog, coba bahas hal-hal yang lebih manfaat dari pada bikin ribut ummat.

    • lau
      Juni 3, 2013

      Bismillahirahmanhirrahim

      kang….!!!
      ana kira ini bukan hal membuat kita menjadi goblok atau memperpecah umat.
      melainkan ini membuat kita agar lebih hati-hati dalam menerima sesuatu berita.

    • midazortega
      Juni 3, 2013

      sudah ada kitab tanbighul ghafilin dalam bentuk pdf (masih dalam bahasa arab) yang sudah ditahqiq (sudah diteliti sumber haditsnya dan pentahqiqnya sudah memberikan catatan pada hadits-hadits yang ada). silahkan download di waqfeya.

  9. Ping-balik: KITAB TANBIHUL GHAFILIN | Abu-Adelia Blog

  10. mualaf
    November 15, 2013

    ada gk tanbighul ghafilin yg udah ditranslet ke bahasa Indonesia,,

  11. Abdullah
    Januari 11, 2014

    saya kira nasehat di atas merupakan iri yang tdk disertai dg ilmu.
    Ketika ada segolongan orang menganggap ulama lain tdk perlu dianggap ilmunya, sy kira itu kedengkian yg tdk usah dihirayukan.

  12. Fathur Rohman Muddassir
    Juli 14, 2014

    dari satu riwayat dinilai dloif nanun via riwayat lainnya bisa hasan bahkan shohih, sehingga harus banyak membaca perbandingannya… jangan membuat statement dulu dengan kedloifannya sebelum menkaji dari riwayat lainnya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 8, 2010 by in Hadits, Tazkiyatun Nafs and tagged , , .

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 143,112 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 96 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: