أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Dzikir Setelah Shalat

Dzikir-dzikir setelah shalat  adalah sebagai berikut :
1. Membaca Istighfar yaitu bacaan

“اسْتَغْفِرُ اللَّهَ”

sebanyak 3 kali.
Kemudian membaca :

اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبارَكْتَ يا ذاَ الجَلالِ وَالإِكْرامِ

ALLAHUMMA ANTAS SALAAM WA MINKAS SALAAM TABAARAKTA YAA DZAL JALAALI WAL IKRAAM

Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Selamat dan dariMu-lah keselamatan, Maha Suci Engkau, wahai Tuhan Pemilik keagungan dan kemulia-an.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahihnya)

2. Membaca :

لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ اللَّهُمَّ لا مانِعَ لِمَا أعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ‏”‏‏

LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR
ALLAHUMMA LAA MAA NI’A LIMAA A’THOITA, WA LAA MU’TIYA LIMAA MANA’TA, WALAA YANFA’ DZAL JADDI MINKAL JADDU

tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, milikNya lah kerajaan, dan milikNya-lah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Ya Allah, tiada yang dapat menghalangi terhadap apa yang Engkau berikan, dan tiada yang dapat memberi terhadap apa yang Engkau halangi, tidaklah bermanfaat kemuliaan bagi pemiliknya kecuali kemuliaan itu dari Engkau
.” (H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Membaca

لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَة كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باللّه، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ ولَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّناءُ الحَسَنُ، لا إلهَ إِلاَّ اللّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُونَ

LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH
LAA ILAAHA ILLALLAAH WA LAA NA’BUDU ILLA IYYAHU, LAHUN NI’MATU WALAHUL FADHLU WALAHUTS TSANAA-UL HASAN, LAA ILAAHA ILLALLAHU, MUKHLISHIINA LAHUDDINA WALAU KARIHAL KAAFIRUUN

tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya, milikNya lah kerajaan, dan milikNya-lah segala pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.
Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan kami tidak menyembah kecuali hanya kepadaNya; kepunyaanNya lah kenikmatan dan milikNya lah karunia, dan bagiNya-lah sanjungan yang baik, tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dengan tulus ikhlas tunduk kepadaNya sekalipun orang-orang kafir tidak suka
“.(HR Muslim)

4. Membaca tasbih yaitu “Subhanalah” 33 x,tahmid yaitu “ Alhamdulillah” 33 x, takbir yaitu “Allahu Akbar” 33 x, dan disempurnakan dengan “LAA ILAAHA ILLALLAHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QADIIR” . Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dalam shahihnya.

عن أبي هريرة رضي اللّه عنه،
عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال‏:‏ ‏”‏مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثينَ، وكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَقالَ تَمامَ المئة‏:‏ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ خَطاياهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ‏”

5. Membaca ayat kursi.
6. Membaca surat Al Ikhlas, dan surat al Mu’awwidzatain (surat al Falaq dan surat An Naas) sebanyak masing-masing tiga kali.

Demikian bacaan dzikir setelah shalat yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah . Adapun tambahan-tambahan dalam dzikir selesai shalat yang sering dilakukan orang kebanyakan itu tidak ada landasan dalil sehingga amalannya tertolak berdasarkan hadits dari Ummul Mukminin Aisyah Radhiallahu Anha :

” مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ ” رواه البخاري ومسلم، وفي رواية لمسلم ” مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ “

Barangsiapa yang membuat hal baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan darinya maka ia tertolak. Hadits riwayat Al Bukhari dan Muslim. Dalam riwayat Muslim : “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak ada keterangan dari kami maka ia tertolak.”

Dalam kitab Ilmu Ushul Bida’, pada halaman 70-71 , Syaikh Ali Hasan Al Halaby mengutip perkataan-perkataan para ulama tentang masalah ini yaitu :

…Oleh karena itu cara menggunakan kaidah ilmiyah yang benar adalah seperti yang dikatakan oleh Al ‘Allamah Ibnul Qayyim al Jauziyah Rahimahullah dalam kitabnya yang menakjubkan, I’lamul Muwaqqi’in (I/344):’Dan telah maklum bahwa tidak ada yang haram melainkan sesuatu yang diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya , dan tidak dosa melainkan apa yang dinyatakan dosa oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya bagi orang yang melakukannya. Sebagaimana tidak ada yang wajib kecuali yang telah disyariatkan Allah Subhanahu Wa ta’ala. Maka hukum asal dalam ibadah adalah batil hingga terdapat dalil yang memerintahkan. Sedang hukum asal dalam akad dan muamalah adalah shahih hingga terdapat dalil yang melarang. Adapun perbedaan keduanya adalah bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak disembah kecuali dengan apa yang telah disyariatkan-Nya melalui lisan para rasul-Nya. Sebab ibadah adalah hak Allah Subhanahu wa ta’ala atas hamba-hamba-Nya dan hak yang Dia paling berhak menentukan, meridhai, dan mensyariatkannya.

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah Rahimahullah dalam Al Qawa-id an Nuraniyyah al Fiqhiyyah (halaman 112) berkata, ’Dengan mencernati syariat, maka kita akan mengetahui bahwa ibadah-ibadah yang diwajibkan Allah Subhanahu Wa ta’ala atau yang disukai-Nya, maka penetapannya hanya melalui syariat.’

Dalam Majmu’ al Fatawa (XXXI/35), beliau berkata,’Semua ibadah, ketaatan, dan taqarrub adalah berdasarkan dalil dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya , dan tidak boleh seorang pun yang menjadikan sesuatu sebagai ibadah atau taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali dengan dalil syar’ie.’

… Diriwayatkan dari Nafi’ Radhiyallhu Anhu, ‘seseorang bersin di samping ibnu Umar Radhiyallhu Anhuma, lalu dia berkata,’ Alhamdulillah, wassalaamu ala rasulihi!’ Berkata Ibnu Umar,’ dan aku berkata,’ Alhamdulillah wassalamu ala rasulillah, tetapi tidak demikian Rasulullah mengajarkan kami. Beliau mengajarkan agar kami berkata :’alhamdulillah ala kuli halin (segala puji bagi Allah dalam segala kondisi).

Dan diriwayatkan dari Sa’id bin Musayyab :

أنه رأى رجلا يصلي بعد طلوع الفجر أكثر من ركعتين يكثر فيهما الركوع والسجود فنهاه فقال يا أبا محمد يعذبني الله على الصلاة قال لا ولكن يعذبك على خلاف السنة

bahwa dia melihat seseorang melaksanakan shalat setelah terbit fajar lebih dari dua rakaat, memperbanyak ruku’ dan sujud, lalu beliau melarangnya. Maka orang tersebut bertanya :’Wahai Aba Muhammad (kunyah Sa’id bin Musayyab)! Apakah Allah akan menyiksa saya karena shalat?!’ beliau menjawab :’ tidak, akan tetapi Allah akan menyiksamu karena menyelisihi sunnah. [diriwayatkan oleh Al Baihaqy dalam Assunanul Kubra (2/466) dan Al Khatib al Baghdadi dalam Al Faqiih wal Mutafaqih (1/147), Abdurrazzaq (3/52), Ad Darimiy (1/116), Ibnu Nashr (hal. 84 ); dengan sanad yang shahih].”

Tambahan-tambahan yang sering kita dapati di masyarakat adalah tambahan bacaan “wa-ilaika ya’uudus salaam fahayyina robbana bis salam wa-adhilnal jannata daaras salaam” dalam bacaan “allahumma antas salaam…”. Kemudian “subhanallahu wabihamdihi daa-iman Abadan” setelah tasbih, “Alhamdulillah ala kulli halin wa fii kulli haalin wa nikmatin” setelah tahmid, dan ‘kabiira wal hamdulillahi katsira’ setelah takbir, dan tambahan lainnya yang tidak ada dasarnya dalam al Quran maupun Assunnah.

Kalau anda masih menambahkan dzikir-dzikir anda dengan bacaan-bacaan tambahan seperti di atas maka silahkan tunjukkan dalil-dalilnya yang shahih. Kalau tidak dalil yang memerintahkan kita untuk melakukan suatu ibadah maka kita dilarang untuk melakukannya. Tentunya anda tidak ingin amalan anda sia-sia karena beramal dengan amalan-amalan yang tidak ada dasarnya dalam Al Quran dan Sunah. Semoga bermanfaat bagi anda semua dan juga bagi saya.

Wallahu a’lam.
————–
a. Bacaan dzikir ba’da shalat dalam bahasa arab dikopi dari e-book الأذْكَارُ النَّوَويَّة .
b. Bacaan dzikir ba’da shalat dalam bahasa Indonesia dikopi dari artikel Risalah Shalat.
c. Arti bacaan dzikir ba’da shalat dikopi dari e-book “Tiga Masalah Penting Dalam Shalat” [terjemah كيفية صلاة النبي (صلى الله عليه وسلم ) ] oleh Syaikh Bin Baaz Rahimahullah.
Teks hadits selengkapnya dalam e-book al Adzkar adalah sebagai berikut :

150 وروينا في صحيح مسلم عن ثوبان رضي اللّه عنه

قال‏
كان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم إذا انصرف من صلاته استغفر ثلاثاً وقال‏ اللَّهُمَّ أنْتَ السَّلامُ وَمِنْكَ السَّلامُ، تَبارَكْتَ يا ذَا الجَلالِ وَالإِكْرامِ‏”‏ قيل للأوزاعي وهو أحد رواة الحديث‏ كيف الاستغفار‏؟‏ قال‏ اسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أسْتَغْفِرُ اللَّهَ
151 وروينا في صحيحي البخاري ومسلم، عن المغيرة بن شعبة رضي اللّه عنه‏
أن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم كان إذا فرغ من الصلاة وسلّم قال‏ ‏”‏لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ اللَّهُمَّ لا مانِعَ لِمَا أعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلا يَنْفَعُ ذَا الجَدِّ مِنْكَ الجَدُّ‏”‏‏.‏
وروينا في صحيح مسلم، عن عبد اللّه بن الزبير رضي اللّه عنهما
أنه كان يقول دُبُرَ كلّ صلاة حين يسلم‏ ‏”‏لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحدَهُ لا شَريكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ عَلَة كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لا حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ باللّه، لا إِلهَ إِلاَّ اللّه وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إيَّاهُ، لَهُ النِّعْمَةُ ولَهُ الفَضْلُ، وَلَهُ الثَّناءُ الحَسَنُ، لا إلهَ إِلاَّ اللّه مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الكافِرُونَ‏”‏ قال ابن الزبير‏ وكان رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم يهلّل بهنّ دُبُرَ كُلِّ صلاة‏.‏
155 وروينا في صحيح مسلم، عن أبي هريرة رضي اللّه عنه،
عن رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلم قال‏‏ ‏”‏مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ في دُبُرِ كُلِّ صَلاةٍ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثينَ، وكَبَّرَ اللَّهَ ثَلاثاً وَثَلاثِينَ، وَقالَ تَمامَ المئة‏‏ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ له، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، غُفِرَتْ خَطاياهُ وَإنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 9, 2009 by in Do'a and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: