أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Seputar Shalat Ied

Keluar menuju lapangan (untuk Shalat ‘Ied) dan adab-adabnya:

  1. Dianjurkan mandi sebelumnya.
  2. Berdandan rapi dan mengenakan pakaian yang terbaik.
  3. Khusus untuk idul Fithri dianjurkan makan sebelum keluar menuju ke lapangan.
  4. Bertakbir sepanjang perjalanan menuju ke lapangan, tanpa ada komando.
  5. Para wanita, bahkan termasuk yang sedang haid, dan anak-anak juga keluar untuk ikut shalat.
  6. Menyelisihi jalan menuju lapangan, yaitu ketika pulang shalat melewati jalan yang berbeda dengan jalan ketika berangkat.
  7. Dianjurkan berjalan kaki, tidak naik kendaraan kecuali diperlukan.
  8. Dianjurkan bertakbir sampai ke lapangan, sampai imam keluar untuk shalat.

 

Bentuk-bentuk bacaan takbir:

Tidak ada hadits marfu’ dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallamtentang bentuk bacaan takbir , akan tetapi ada riwayat shahih dari beberapa sahabat, yaitu:

Ibnu Mas’ud Radhiyallahu Anhu, diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang shahih:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر … لا إله إلا الله
الله أكبر الله أكبر .. ولله الحمد

Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu, diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih:

الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد

الله أكبر وأجَلُّ الله أكبر  على ما هدانا

Dari Salan al-Farisi Radhiyallahu Anhu, diriwayatkan oleh al-Baihaqi dengan sanad yang shahih:

اللهُ أَكْبَر  اللهُ أَكْبَر  اللهُ أَكْبَر  كبيرا

 

Waktu Takbir:

Pada Iedul Fithri dimulai dari ketika keluar menuju ke lapangan hingga selesai shalat.

Pada waktu iedul Adha takbir dimulai dari fajar hari Arafah sampai dengan akhir hari Tasyriq.

 

Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika shalat Ied:

–   Tidak ada shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat Ied (kecuali shalat Tahiyyatul masjid jika shalat Ied dilaksanakan di dalam masjid)

–          Tidak ada adzan dan iqamat.

–          Khutbah (sekali saja) dilaksanakan setelah shalat.

–          Mengucapkan “Taqabbalallahu minna wa minkum” kepada muslim yang kita temui setelah shalat.

 

Tata cara Shalat:

–          Shalat dilakukan dua rakaat.

–          Rakaat pertama diawali dengan takbiratul ihram, seperti halnya shalat-shalat lainnya.

–          Setelah takbiratul ihram bertakbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca al Fatihah. Belum ada hadits shahih dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang menyebutkan bahwa beliau mengangkat tangannya ketika takbir-takbir tersebut. Akan tetapi Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (1/441) menyebutkan bahwa Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu mengangkat kedua tangannya setiap takbir.

–          Tidak ada dalil yang shahih dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca dzikir tertentu di antara takbir-takbir tersebut.

–          Membaca al-Fatihah dan kemudian membaca  surat lainnya.

–          Setelah takbir intiqal ketika bangkit ke rakaat kedua, mengucapkan takbir sebanyak lima kali.

 

 

Sumber: Shahih Fiqh as-Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, Juz I hal.602-609, Terbitan Maktabah At-Taufiqiyyah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 8, 2010 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: