أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

HUKUM MENANGIS KETIKA TERINGAT ORANG TERCINTA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA, DAN MENYIMPAN SEBAGIAN BARANG MILIK MAYIT UNTUK MENGOBATI RASA RINDU

Pertanyaan :


اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ustadz, afwan saya mau bertanya. Bagaimana jika kita selalu menangis dlm waktu yg lama jika mengingat org yg kita sayang (sudah meninggal) ? Apakah itu akan mempersulit pertanggungjawaban almarhum/almarhumah di hadapan Allah?

Jawaban Oleh Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, Lc,MA :

(Disusun Di BBG Majlis Hadits Akhwat)


وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillah. Menangis karena sedih jika teringat orang yg kita sayangi telah meninggal dunia selagi tangisan tsb tidak sampai pada batas histeris/meraung2 karena itu termasuk dlm makna meratap, dan selagi hatinya tetap bersabar, pasrah dan menerima takdir Allah atas ujian kematian tsb maka hal itu tidak apa-apa, wajar, dan manusiawi.

Adapun jika ia menangisi mayit karena perasaan tdk menerima dan tidak ridho terhdp takdir Allah maka ia telah berbuat dosa, dan bisa berpengaruh buruk kpd si mayit jika memang kebiasaan mayit selama hidup di dunia adalah spt itu, sehingga dicontoh dan ditiru oleh anak keturunannya dan keluarganya. Hal ini sbgmana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam dlm hadits yg shohih (yg artinya):

“sesungguhnya si mayit akan di siksa di dalam kuburnya disebabkan tangisan sebagian keluarganya.”

Sebagian ulama ahlus sunnah menjelaskan makna hadits tsb dengan bebrp makna, diantaranya adalah sbgmana yg telah saya sebutkan di atas, yaitu: jika kebiasaan mayit semasa hidup di dunia meratapi orang mati dengan menangis histeris/ meraung2 atau selainnya, lalu ditiru oleh keluarganya ketika ia mati. Atau makna yg lain, jika si mayit seblm meninggal dunia berwasiat kpd keluarganya utk menangisi kematiannya. Atau jika si mayit seblm meninggal dunia tidak melarang keluarganya dari perbuatan tsb. Dan masih ada bebrp penafsiran lain terhdp hadits tsb di atas.

Oleh karena itu, pd dasarnya menangis atas kematian org yg kita sayangi tdk apa2 sbgmana Nabi juga meneteskan air mata dan merasa sedih ketika putranya yg bernama Ibrahim meninggal dunia.

Akan tetapi jika hatinya tdk ridho terhdp takdir Allah, dan bahkan disertai perbutan meratap spt menangis histeris, atau mogok makan/minum dsb maka ini hukumnya haram dan pelakunya berdosa. Wallahu a’lam bish-showab.

Lalu bagaimana jika kita menyimpan barang org yg sdh meninggal dg maksud untuk kenang2an tapi sebenarnya barang itu tdk kita gunakan? Apakah di perbolehkan atau lebih baik disedekahkan?

Ayah saya menyimpan bebrp pakaian ibu saya yg paling dia suka jika ibu saya memakai pakaian itu dg maksud jika dia rindu maka dia akan melihat pakaian itu

Jawab :

Menyimpan pakaian mayit atau selainnya dengan maksud mengobati rasa rindu jika tidak menimbulkan rasa sedih yg berkepanjangan maka yg nampak bagi saya tidak apa2, tapi hendaknya rasa rindu tsb disertai dengan memperbanyak permohonan ampunan kpd Allah bagi mayit dan mendoakan kebaikan dan keselamatan baginya, bukan hanya sekedar mengenang pakaiannya saja. Akan tetapi jika pakaian tsb disedekahkan dengan mengatasnamakan mayit maka akan lebih utama karena pahalanya akan sampai kpdnya,

إِنْ شَاءَ اللّهُ .

Demikian jawaban yg dapat saya sampaikan. Wallahu a’lam bish-showab.

artikel salamdakwah.com, dikutip tanggal 3 Mei 2016, jam 09:12 WIB.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 3, 2016 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: