أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Cinta Allah & Rasul-Nya

PERTAMA:

…“Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allâh maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian dan Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan Allah Māhapengampun lagi Mahapenyayang” (QS. Al-‘Imrân: 31)

Al-Hafizh Ibnu Katsiir rahimahullah menerangkan, “Ayat yang mulia ini menjadi hakim atas orang-orang yang mengaku mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala namun ia tidak berjalan di atas sunnāh Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa âlihi wasallam. Maka sesungguhnya ia telah berdusta dalam pengakuannya itu, kecuali ia telah benar-benar mengikuti syari’at dan agama Muhāmmad shāllallahu ‘alaihi wa âlihi wasāllam dalam segenap perkataannya dan keadaan dirinya. Sebagaimana hal ini telah tsabit dalam shahih Al-Bukhâri, bahwa Rasulullah shāllallahu ‘alaihi wa alihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalān yang bukan dari urusan kami, maka amalan itu tertolak.”

Sebab itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Katakanlah (hai Muhāmmad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian..” yakni kalian akan mendapatkan lebih dari apa yang kalian inginkan dari kecintaan kalian kepada Rabb kalian, yaitu kecintaan Allah atas kalian, dan ini lebih tinggi kedudukannya dari yang pertama. Hal ini sebagaimana yang dinyatakan oleh sebagian Ulama, “Persoalannya itu bukan bagaimana engkau mencinta, tapi bagaimana supaya engkau dicinta.” Al-Hasan Al-Bashri dan selain beliau dari kalangan salaf menuturkan, “Ada suatu kaum yang mereka mengaku mencintai Allah, maka Allah menguji mereka dengan ayat ini, Allah berfirman, “Katakanlah (hai Muhammad), jika kalian (benar-benar) mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai kalian” (Tafsir Ibnu Katsir – surat Al-‘Imrân ayat 31)…

selesai dikutip dari muslim.or.id
——-=====*****@@@@*****======——–

KEDUA:


عَنْ مُعَاذ بْنِ جَبَلٍ رَِضِيَ الله عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْ لُ الله صلَّى الله عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ : قَالَ اللهُ تَعَالَى : حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْْمُتَوَاصِلِين فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَنَاصِحِيْنَ فِيَّ وَ حَقَّتْ مَحَبَّتِي لِلْمُتَبَاذِلِينَ فِيَّ ;الْمُتَحَابُّوْنَ فِيَّ عَلَى مَنَابِرَ مِنْ نُوْرٍ يَغْبِطُهُمْ بِمَكَانِهِمُ النَّبِيُّوْنَ وَ الصِّدِّيْقُوْنَ وَ الشُّهَدَاءُ .

Dari Mu’adz bin Jabal –Radhiyallahu ‘anhu– beliau berkata: Telah bersabda Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam : “Allah Ta’ala berfirman : ‘Orang yang saling mencintai karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku, orang yang saling menyambung kekerabatannya karena-Ku pasti diberikan cintaKu dan orang yang saling menasehati karena-Ku pasti diberikan cintaKu serta orang yang saling berkorban karena-Ku pasti diberikan cinta-Ku. Orang-orang yang saling mencintai karena-Ku (nanti di akhirat) berada di mimbar-mimbar dari cahaya. Para Nabi, shiddiqin dan orang-orang yang mati syahid merasa iri dengan kedudukan mereka ini’”
(HR. Imam Ahmad dalam kitab Al-Musnad dan dishahihkan al-Albani dalam kitab Shahih Jami’ ash-Shaghir no. 4198).

Penjelasan Hadits

Semua orang merasa mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala, tidak terkecuali pengikut agama Yahudi ataupun Nashrani. Semua merasa telah mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan beragama pun karena ingin mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang Nashrani ingin menciptakan kecintaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kadang ada dengan sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bisa juga menyelisihi kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang Yahudi mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala dan muslimin yang jahil juga mencintai Allah Subhanahu wa Ta’ala namun mereka tidak dicintai Allah Subhanahu wa Ta’ala kecuali bila mereka berada diatas perkataan dan amalan yang membuat Allah Subhanahu wa Ta’ala cinta dan ridha kepadanya.

Sebagian salaf menyatakan: “yang penting bukan mencintai namun yang sangat penting sekali adalah bagaimana dicintai“. Kalau demikian, seorang akan berusaha mencapai dan mendapat kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada manusia adalah sesuatu yang diinginkan oleh semua orang. Namun hal ini hanya dapat tercapai dengan semangat mencari ilmu dan mengenal amalan dan perkataan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala cintai dan ridhai. Sebab bila kamu mengetahui bagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hambanya atau mengetahui sebab-sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai hamba-Nya maka akan muncul usaha untuk mendapatkan kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala…

selesai dikutip dari muslim.or.id
——-=====*****@@@@*****======——–

terinspirasi dari kajian Syarh al ‘Arbain an-Nawawi tadi malam (Kamis, 28 April 2015, jam 20.00 s.d. selesai) bersama Ustadz Iwan di Balapulang, bahwa intinya adalah bukan pengakuan rasa cinta Anda kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wasallam, karena semua orang bisa membuat pengakuan seperti itu baik dia orang yang taat maupun bukan. Yang paling penting adalah cinta Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wasallam kepada Anda, karena cinta Allah dan Rasul-Nya hanya ditujukan kepada orang-orang yang taat saja.


ليس الشّأنُ أن تحبَّ، إنّما الشّأنُ أن تُحَبَّ

Wallahu a’lamu bish-showaab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: