أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Adakah Tata cara atau Urutan dalam Memotong Kuku?

Seseorang bertanya kepada Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhahullah tentang urutan jari ketika memotong kuku. berikut pertanyaannya:

Pertanyaan:

Ketika memotong kuku mulai dari mana?

Jawab:

Alhamdulillah, memotong kuku merupakan salah satu sunnah yang fitrah, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih, dan dianjurkan dengan memulai dengan bagian kanan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Bukhari dari Aisyah Radhiyallahu Anha, bahwasanya beliau berkata:


كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطُهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ

“Rasulullah ﷺ sangat menyukai mendahulukan yang kanan ketika memakai sandal, menyisir rambut, bersuci, dan juga dalam setiap hal (yang baik-baik).”

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Al Majmu’ (1/339): “memotong kuku telah disepakati sebagai sunnah, baik bagi laki-laki maupun wanita, baik kedua tangan maupun kaki, dan dianjurkan untuk mendahulukan tangan kanan, kemudian tangan kiri, kaki kanan, dan kemudian kaki kiri.” Selesai

Beliau rahimahullah juga berkata dalam Syarh Shahih Muslim (3/149): “ dan dianjurkan untuk mendahulukan kedua tangan dari kedua kaki, diawali dengan jari telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, jari manis, jari kelingking, kemudian ibu jari. Kemudian jari kelingking tangan kiri, jari manis, dan seterusnya, kemudian jari kelingking kaki kanan dan seterusnya sampai terakhir jari kelingking kaki kiri. Wallahu a’lam.” Selesai

Para ulama Hanabilah menyebutkan urutan yang berbeda, tapi tidak ada satu pun riwayat yang shahih dari Nabi ﷺ mengenai hal ini.

Al ‘Iraqi rahimahullah berkata dalam Tharh at-Tatsrib (2/77): “mengenai tata cara memotong kuku tidak ada hadits yang shahih.” Selesai

Imam Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Bari (10/345) berkata: “ tidak ada hadits shahih mengenai urutan dalam memotong kuku…kemudian beliau berkata: (Imam) Ibnu Daqiq Al ‘Ied mengingkari cara yang disebutkan (Imam) Al Ghazali dan orang-orang yang mengikutinya dan berkata: semuanya Laa ashla lahu, dan menghukumi mustahab kepada sesuatu yang tidak ada dalilnya menurutku adalah sesuatu yang buruk. Jika seseorang menganjurkan mendahulukan jari telunjuk tangan kanan karena kemuliaan jari tersebut, maka asumsi tersebut tidak berlaku untuk urutan selanjutnya. Ya, mendahulukan tangan kanan (dari tangan kiri) dan kaki kanan (dari kaki kiri) lah yang ada asalnya yaitu (hadits) ‘Rasulullah ﷺ menyukai mendahulukan yang kanan…’”selesai secara ringkas.

Wallahu a’lam

http://islamqa.info/ar/114810

http://islamqa.info/en/114810

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 13, 2015 by in Adab dan Akhlak and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: