أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Belajar Takhrij Hadits (Metode Kedua)

Metode kedua, yakni dengan cara mengetahui permulaan lafazh dari matan hadits.

Kapan metode ini dipakai?

Metode ini dipakai ketika kita bisa memastikan awal kata pada matan hadits, karena jika tidak mengetahui yakin dengan kata yang mengawali matan hadits akan menyebabkan usaha tanpa hasil.

Kitab-kitab yang membantu dalam penggunaan metode ini:

Tiga jenis kitab ini akan membantu ketika menggunakan metode ini:

 

  • Kitab-kitab yang menyusun hadits-hadits yang masyhur (populer) di lisan-lisan masyarakat.
  • Kitab-kitab yang menyusun hadits-hadits dengan urutan huruf hijaiyyah.
  • Al Mafatih dan al Faharis yang disusun untuk kitab-kitab tertentu.

 

Adapun kitab-kitab yang mencantumkan hadits-hadits yang populer di lisan-lisan manusia jumlahnya banyak, berikut pengenalan atas kitab-kitab tersebut disertai kitab-kitab yang paling masyhur dan nama-nama penyusunnya:

Hadits-hadits yang populer di lisan-lisan manusia

Yang dimaksud dengan hadits-hadits yang populer di lisan-lisan manusia adalah perkataan-perkataan yang dinisbatkan kepada Nabi Shallallahu alaihi wasallam yang beredar di lisan-lisan manusia dan mereka saling menukilnya. Kadang ada yang shahih, hasan, tapi mayoritas dhaif, lemah, atau laa ashla lahu. Penyebaran dan kepopuleran hadits-hadits dhaif atau maudhu’ ini di kalangan kaum muslimin merusak agama mereka karena keyakinan mereka bahwa hadits-hadits tersebut diriwayatkan dari nabi mereka. Kemudian mereka mengamalkan hadits-hadits tersebut, dan anggapan mereka bahwa selain yang sesuai dengan hadits-hadits tersebut adalah amalan yang tidak baik, oleh karenanya banyak ulama ahli hadits di setiap zaman menyusun kitab-kitab yang mengumpulkan hadits-hadits yang populer pada zaman itu, memisahkan yang shahih dari yang lemah, dan menjelaskan perawinya dan mentakhrij hadits yang memiliki asal. Penyusunan kitab-kitab tersebut memperingatkan bagi para manusia untuk berhati-hati dalam mengamalkan hadits-hadits tersebut jika hadits-hadits tersebut palsu atau laa ashla laha.

Maksud hadits-hadits masyhur disini bukan masyhur yang secara istilah maknanya hadits yang diriwayatkan dari tiga jalur atau lebih, tapi masyhur dari sisi bahasa, yakni bertebarannya hadits-hadits ini pada lisan-lisan manusia.

Sebagian besar kitab-kitab ini disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyyah, di antaranya:

 

  • At-Tadzkirah fii al Ahadits Al Musytahirah, disusun oleh Imam Badaruddin Muhammad bin Abdillah Az-Zarkasyi (974 H)
  • Ad-Durar Al Muntatsirah fii Al Ahadits Al Musytahirah, disusun oleh Imam Jalaluddin Abdurrahman As-Suyuthi (911 H)
  • Al-La-aali Al Mantsurah fii Al Ahadits al Masyhurah, Mimma Alifahu ath-Thab’, wa Laisa lahu Ashl, disusun Imam Ibnu Hajar (852 H)
  • Al Maqashid Al Hasanah fii Bayan Katsir min Al Ahadits Al Musytahirah ‘ala al Alsinah, disusun oleh Imam Muhammad bin Abdirrahman as-Sakhawi (902 H)
  • Tamyiiz ath-Thiib min al Khabits fiima yaduuru ‘ala Alsinah an-Naas min al Hadits, disusun oleh Abdurrahman bin ‘Ali bin ad-Daiba’ asy-Syaibani (944 H)
  • Al Badr al Munir fii Gharib Ahadits al Basyir an-Nadzir, disusun oleh Abdul Wahhab bin Ahmad Asy-Sya’rani (973 H)
  • Tashiil As-Sabiil ila Kasyf Al Iltibas ‘amma Daara min Al Ahadits baina an-Naas, disusun oleh Muhammad bin Ahmad Al Khalili (1057 H)
  • Itqan maa Yahsunu min al Ahadits ad-Dairah ‘ala al Alsun, disusun oleh Najmuddin Muhammad bin Muhammad al Ghazi (985 H), yang menggabungkan kitab Imam Az-Zarkasyi, As-Suyuthi, dan As-Sakhawi, dan tambahan-tambahan yang bagus.
  • Kasyf al Khafa’ wa Muzil al Ilbas ‘amma isytahara min al Ahadits ‘ala Alsinah an-Naas, disusun oleh Ismail bin Muhammad Al ‘Ajluni (1162 H)
  • Asna al Mathalib fii Ahaadits Mukhtalifah al Maraatib, disusun oleh Muhammad bin Darwisy yang terkenal Al Huut bi Al Beiruti (1276 H), yang dikumpulkan oleh anaknya, yakni Abu Zaid Abdurrahman.

 
sumber: Ushu at-Takhrij wa Dirasah al Asanid, DR Mahmud ath-Thahhan, hal. 59-61, Maktabah al Ma’arif, Riyadh.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 11, 2014 by in Hadits and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: