أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Membaca Al Insyirah dan Al Fiil dalam Shalat Fajar

Alhamdulillah, lebaran tahun ini bisa mudik sehingga bisa berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, tepatnya di Yomani, Yamansari, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal.

Ada satu hal yang saya rasa unik, ketika ikut shalat jamaah Subuh di salah satu mushala yang tidak begitu jauh dari rumah di kampung halaman, yakni salah seorang imam ratib di mushala tersebut selalu membaca “alam nasyrah” pada rakaat pertama, dan “alam tara kaifa” pada rakaat kedua.

Rasa penasaran itu terbawa sampai balik dari kampung halaman, sampai akhirnya menemukan pembahasan riwayat ini dalam kitab Kasyful Khofa.Dalam kitab Kasyful Khafa[1] tersebut, dalam hadits Nomor 2566, pengarang mencantumkan hadits:


مَن قَرأ في الفَجر بألم نشرح وألم تر كيف لَمْ يَرْمَدْ

Siapa saja yang membaca “alam nashrah” dan “alam tara kaifa” dalam shalat Fajar, maka tidak akan terkena penyakit mata.”

As-Sakhawi[2] berkata dalam al Maqashid[3]: Laa ashla lahu, baik jika yang dimaksud shalat sunnah Fajar atau shalat fardu Fajar, karena menyelisihi bacaan yang disunnahkan dibaca dalam kedua shalat tersebut walaupun diceritakan kepadaku pengalaman banyak orang, bahkan dikatakan bahwasanya hal itu bida menjaga dari semua penyakit. Dalam Raudh al Afkar karangan Imam Ibnu Abi ar-Rukn al Halabi, menukil dari Al Ghazali bahwasanya telah sampai kepadanya dari banyak orang-orang shalih dan ulama-ulama sufi bahwasanya siapa saja yang membaca dua rakaat fajar dengan dua surat tersebut akan diselamatkan dari tangan orang-orang zhalim dan para musuh…, Al Ghazali berkata: riwayat ini shahih, tidak ada keraguan padanya, selesai. As-Sakhawi berkata: aku tidak melihatnya di al-Ihya. Demikian juga membaca “inna anzalnaahu” setelah wudhu’, laa ashla lahu. Aku melihatnya tercantum di mukadimah kitab yang dinisbatkan kepada Abi al-Laits dari kalangan hanafiyyah, yang nampaknya dimasukkan oleh orang lain, dan ini berarti telah menghilangkan sunnah. Selesai, wallahu a’lam

Pentahqiq (Syaikh Yusuf bin Mahmud Al Hajj Ahmad):

Laa ashla lahu, lihat Al Maqashid (1162), Al Mashnu’[4] (355), Al Musytahir (hal. 174), Al-Lu’lu’[5] (610), Asy-Syadzarah (994), Al Jadd al Hatsits[6] (441), dan Asna al Mathalib[7] (1457)

Dalam Al-Lu’lu’, disebutkan oleh pentahqiqnya bahwa hadits tersebut juga dicantumkan dalam at-Tamyiiz[8] (hal. 172), Al Asrar[9] (hal. 340), Tahdzirul Muslimin[10] (hal. 170), an-Nukhbah[11] (hal. 122).

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah mencantumkannya dalam Silsilah al Ahadits adh-Dha’ifah pada hadits nomor 67, jilid I halaman 166-167.[12]

Alhamdulillah, rasa penasaran itu akhirnya terobati, tapi sayang para ulama ahli hadits menilai riwayat tersebut Laa ashla lahu, sehingga tidak bisa dijadikan sandaran dalil, tidak bisa dijadikan hujjah untuk melaksanakan suatu amalan ibadah. Apabila mendawamkan bacaan surat tersebut ketika shalat Subuh atau membacanya ketika shalat Subuh karena menganggap ada keutamaan atau fadhilah sebagaimana disebutkan dalam riwayat tersebut akan terancam jatuh dalam bid’ah. Mengenai “Laa ashla lahu” silahkan merujuk ke artikel ini.

Wallahu a’lam

_________________

[1] Kasyful Khafa wa Muzilul Ilbas, karangan al Mufassir al Muhaddits Isma’il bin Muhammad al ‘Ajluni al Jarrahi (1162 H), penerbit Maktabatul ‘Ilmil Hadits, Pentahqiq, Pentakhrij, dan Penta’liq Syaikh Yusuf bin Mahmud Al Hajj Ahmad, pdf.

[2] Imam Muhammad bin Abdurrahman As-Sakhawi (902 H)

[3] Al Maqashidul Hasanah fii Bayani Katsirin min al Ahadits al Musytahirah ‘ala al Alsinah,

[4] Al Mashnu’ fii Ma’rifah al Hadits al maudhu’, karangan Imam al ‘Allamah al Muhaddits ‘Ali al Qari al Harawi al Makki (1014 H)

[5] Al-Lu’lu’ al Maudhu’ fiimaa Laa Ashla Lahu au biashlihi Maudhu’, karangan Syaikh Abi al Mahasin Muhammad bin Khalil al Qawaquzi ath-Thurbulusi (1224-1305 H)

[6] Al Jaddul Hatsits fii Bayani Maa Laisa Bihadits, karangan Ahmad bin Abdul Karim al Ghazzi al ‘Amiri (1143 H), Nomor 259, hal. 233-234, Penerbit Dar Ibnu Hazm, tahqiq Abi Abdirrahman Fawwaz Ahmad Zamari, pdf.

[7] Asna al Mathalib fii Ahadits al Mukhtalifah al Maratib, Karangan Al Imam Sy-Syaikh Muhammad Darwis al Hut. Nomor 1457, hal. 301, Penerbit Darul Kitab Al Arabi, pdf.

[8] Tamyiz ath-Thayyib min al Khabits fiimaa Yaduru ‘ala Alsinah an-Naas min al Hadits, karangan Syaikh al Imam al ‘Allamah Abdurrahman bin Ali bin Muhammad bin ‘Umar asy-Syaibani asy-Syafii al Atsari, Penerbit Darul Kitab al Arabi, Beirut.

[9] Al Asrar al Marfu’ah fii al Akhbar al Maudhu’ah, karangan al ‘Allamah Nuruddin Ali bin Muhammad bin Sulthan yang masyhur dengan Mulla ‘Ali al Qari, hadits Nomor 516, Penerbit Al Maktab al Islami.

[10] Tahdzir al Muslimin min Al Ahadits al Maudhu’ ‘ala Sayyid al Mursalin, karangan Muhmmad al Basyir Zhafir Al Azhari, Penerbit Jaridah ar-Rawi al Yaumiyah, hal. 80, pdf. Atau hal 152 pada kitab yang diterbitkan Dar Ibnu Katsir, pdf.

[11] An-Nukhbah al Bahiyyah fii al Ahadits al Makdzubah ‘ala Khair al Bariyyah, karangan al ‘Allamah Muhammad al Amir al Kabir al Maliki.

[12] Berikut saya nukil terjemahannya (dari http://luk.staff.ugm.ac.id/kmi/hadits/dm1/0067.html, diakses tanggal 2 Oktober 2014:

Barangsiapa pada shalat fajar membaca surat Alam Nasyrah dan Alam Tara Kaifa, maka ia tidak akan terkena penyakit opthalmia (radang mata).

Hadits di atas tidak ada sumbernya. As-Sakhawi berkata bahwa itu hadits palsu dan tidak ada sumbernya sama sekali, baik yang dimaksud di sini adalah shalat subuh maupun shalat sunnah sebelum subuh. Riwayat ini jelas bertentangan dengan sunnah yang terbukti kesahihannya bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. dalam shalat sunnah sebelum fajar membaca surat al Kafirun dan surat al Ikhlas. Sedang dalam shalat (fardu) subuh beliau membaca lebih dari enam puluh ayat.

Yang berkeinginan lebih luas mengetahui bagaimana shalat Rasulullah saw. hendaknya merujuk buku kami yang sengaja kami susun dari kumpulan hadits-hadits sahih dengan judul Sifat Shalat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: