أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Belajar Takhrij Hadits (Metode Pertama)


بسم الله الرحمن الرحيم

Setelah secara ringkas disebutkan definisi takhrij dalam artikel sebelumnya, berikut akan disampaikan, juga secara ringkas, metode-metode dalam takhrij hadits yang disebutkan DR Mahmud Ath-Thahhan dalam Ushul at-Takhrij wadirasah al Asanid, terbitan Maktabah al Ma’arif, yakni dengan metode:

  1. Mengetahui perawi hadits dari kalangan sahabat
  2. Mengetahui lafazh pertama dari matan hadits
  3. Mengetahui kalimat yang jarang diucapkan
  4. Mengetahui tema hadits
  5. Memperhatikan kondisi matan atau sanad hadits

Pertama, dengan metode mencari tahu perawi hadits dari kalangan sahabat

Metode ini diperlukan ketika nama sahabat yang meriwayatkan hadits tercantum dalam hadits yang hendak ditakhrij. Adapun jika nama sahabat tidak diketahui dalam hadits tersebut, dan tidak dapat dicari, maka tidak dapat menggunakan metode ini.

Jika nama sahabat (yang meriwayatkan hadits) tercantum dalam hadits, atau kita ketahui dengan suatu metode, maka kita tentukan metode takhrij berdasarkan pengetahuan nama perawi hadits dari kalangan sahabat. Kita menggunakan kitab-kitab berikut untuk membantu kita (untuk mentankhrij), yakni:

  • Kitab-kitab musnad
  • Kitab-kitab mu’jam
  • Kitab-kitab athraf

Menggunakan kitab-kitab musnad

Kitab-kitab musnad adalah kitab-kitab hadits dimana pengarang kitab menyusunnya berdasarkan musnad-musnad nama sahabat, yakni bahwa mereka mengumpulkan hadits-hadits berdasarkan setiap sahabat (yang meriwayatkan hadits).

Penyusunan nama-nama sahabat dilakukan berdasarkan urutan huruf hijaiyyah, urutan siapa duluan yang masuk Islam, berdasarkan kabilah, negeri atau lainnya, akan tetapi urutan berdasarkan urutan huruf lebih mudah dicari.

Hal ini masyhur diterapkan pada kitab-kitab musnad, tetapi kadang di kalangan para ahli hadits kitab musnad juga disematkan bagi kitab yang tersusun berdasarkan bab-bab atau huruf, tidak berdasarkan nama sahabat, yang demikian itu karena hadits-haditsnya disandarkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Misalnya Musnad Baqi bin Makhlad Al Andalusi (276 H) yang disusun berdasarkan bab-bab fiqih.

Berikut nama-nama sebagian kitab-kitab musnad:

  • Musnad Ahmad bin Hanbal (241 H)
  • Musnad Abu Bakar bin Abdillah bin az-Zubair al Humaidi (219 H)
  • Musnad Abu Dawud Sulaiman bin Dawud Ath-Thayalisi (204 H)
  • Musnad Asad bin Musa al Umuri (212 H)
  • Musnad Musaddad bin Musarhad al Asadi al Bashri (228 H)
  • Musnad Nu’aim bin Hammad
  • Musnad Ubaidillah bin Musa al ‘Abasi
  • Musnad Abi Khaitsamah Zuhair bin Harb
  • Musnad Abi Ya’la Ahmad bin ‘Ali al Mutsanna al Mushili (307 H)
  • Musnad ‘Abd bin Humaid (249 H)

Metode yang dilakukan adalah dengan cara mencari hadits pada musnad setiap sahabat, misalnya jika hadits tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu anhu dalam Musnad Humaidi, maka kitab cari dalam musnad Abu Hurairah yang ada dalam Musnad Humaidi, jika tidak ketemu, maka carilah di musnad-musnad lain seperti Musnad Ahmad bin Hanbal, dan seterusnya. Atau jika kitab-kitab tersebut sudah memiliki daftar isi, cukup cari nama sahabat Abu Hurairah dalam daftar isi musnad tersebut.

Perlu diketahui juga bagaimana pengarang menyusun nama sahabat, misalnya dalam Musnad Humaidi, nama sahabat tidak disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah, tetapi diawali dengan musnad Abi Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu anhu, diikuti para khulafaur rasyidin setelahnya, kemudian diikuti sisa dari sepuluh sahabat yang dijanjikan surge kecuali Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu anhu, nampaknya Imam Humaidi tidak meriwayatkan hadits dari jalur Thalhah radhiyallahu anhu. Kemudian diikuti nama-nama sahabat yang lebih dahulu masuk Islam. Kemudian diikuti hadits-hadits yang diriwayatkan Ummahatul Mukminin, para sahabiyah, para sahabat anshar, sisa sahabat lainnya, karena tidak jelas metode penyusunan yang dilakukan, wallahu a’lam.

Nama sahabat Musnad Ahmad juga tidak disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah. Untuk membantu dalam mencari nama sahabat dapat memanfaatkan daftar isi setiap juz.

Menggunakan kitab-kitab Mu’jam

Kitab-kitab tersebut disusun berdasarkan urutan nama sahabat, para syaikh penyusun kitab, Negara, atau selainnya. Pada umumnya nama-nama sahabat disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyah.

Kitab mu’jam yang masyhur:

  • Al Mu’jam al Kabir, karangan Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad Ath-Thabrani (360 H), nama sahabat disusun berdasarkan urutan huruf hijaiyyah.
  • Al Mu’jam al Ausath, karangan Ath-Thabrani juga, disusun berdasarkan urutan syaikh-syaikh Imam Ath-Thabrani.
  • Al Mu’jam ash-Shaghir, karangan Ath-Thabrani juga, berisi hadits-hadits yang diriwayatkan 1000 syaikh dari syaikh-syaikh Imam Ath-Thabrani.
  • Mu’jam ash-Shahabat, karangan Ahmad bin ‘Ali bin Lal al Hamdani (98 H).
  • Mu’jam ash-Shahabat, karangan Abi Ya’la Amad bin ‘Ali al Mushili (307 H).

Menggunakan kitab-kitab athraf

Dalam kitab athraf, pengarang menyebutkan pangkal hadits yang menunjukkan keseluruhan matan hadits, misalnya dengan menyebutkan hadits “kullukum raa’in”, yang menunjukkan “kullukum raa’in wakulluku mas-uulun bira’iyyatihi”. Kemudian menyebutkan sanadnya, baik keseluruhan atau berdasarkan kitab-kitab tertentu. Kemudian sebagian muallif (pengarang) menyebutkan sanadnya dengan sempurna, dan sebagian hanya menyebutkan syaikh mualifnya saja.

Pada umumnya kitab athraf disusun berdasarkan musnad shahabat berdasarkan urutan huruf hijaiyah.

Kitab-kitab athraf yang masyhur:

  • Athraf ash-Shahihain karangan Abi Mas’ud Ibrahim bin Muhammad Ad-Dimasyqi (401 H)
  • Athraf ash-Shahihain karangan Abi Muhammad Khalaf bin Muhammad al Wasithi (401 H)
  • Al Asyraf ‘ala Ma’rifah al Athraf, yakni athraf kitab sunan yang empat, karangan Al Hafizh Abil Qasim ‘Ali bin al Hasan yang masyhur dengan nama Ibnu ‘Asakir ad-Dimasyqi (571 H)
  • Tuhfatul Asyraf bima’rifatil Athraf, yakni athraf kutubus sittah karangan al Hafizh Abil Hajjaj Yusuf Abdirrahman al Mizzi (742 H)
  • Ithaf al Mihrah biathraf al ‘asyrah, karangan al Hafizh Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al ‘Asqalani (852 H)
  • Athraf al Masanid al ‘Asyrah, karangan Bul ‘Abbas Ahmad bin Muhammad al Bushiri (840 H)
  • Dzakhairul Mawarits fid dalalah ‘ala mawadhi’ al hadits, karangan Abdul Ghani an-Nabilisi (1143 H).

Sebagai contoh, dalam al ‘Asyraf, diawali dengan huruf alif. Yang pertama adalah sahabat Abyadh bin Hammal al Himyari al Ma’ribi:

من مسند أبيض بن حمّال الحميريّ المأربيّ، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

1 –
[د ت س ق] حديث أنّه وفد إلى النبيّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فاستقطعه الملح الذي بمأرِب…… الحديث

[د ت س ق] merupakan rumus-rumus kitab, Dal maksudnya kitab milik Imam Abu Dawud, Ta’ maksudnya at-Tirmidzi, Siin maksudnya an-Nasai, Qaf maksudnya Ibnu Majah.

Kemudian menyebutkan bab dimana hadits tersebut tercantum dalam kitab yang disebutkan rumusnya, berikut sanad-sanadnya.

Demikian telah disebutkan metode takhrij jika nama perawi dari kalangan sahabat telah diketahui, secara ringkas…semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

Insya Allah akan dilanjutkan dengan pembahasan metode berikutnya, yakni dengan cara mengetahui lafazh pertama dari matan hadits.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2014 by in Hadits and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: