أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Belajar Takhrij Hadits

Definisi Ilmu Takhrij Hadits

Ikhwati para pembaca rohimakumulloh.. Sebelum mengkaji lebih dalam tentang ilmu takhrij hadits maka terlebih dahulu kita mengetahui apa yang dimaksud dengan ilmu takhrij hadits menurut para pakar di bidang ilmu hadits sendiri sebagaimana mereka jelaskan dalam kitab-kitab terutama tentang ilmu takhrij hadits.

Jika melihat dari asal kata Takhrij (التخريج ) maka sebenarnya takhrij merupakan bentuk masdar dari kata (خرَّج ) yang berarti: memperlihatkan/ menerangkan (أظهر ) dan mengeluarkan/ Menampakan (أبرز ). Sedangkan makna takhrij ditinjau dari asal muasal kata menurut pakar hadits adalah “Menjelaskan tempat keberadaan suatu hadits dengan menyebutkan perawi sanadnya.”

Adapun Yang dimaksud dengan takhrij menurut istilah ahli hadits adalah, “Memberi petunjuk akan letak keberadaan salah satu hadits yang terdapat dalam kitab rujukan asli yang dikeluarkan oleh penulisnya dengan sanad bersambung serta menerangkan derajat hadits tersebut jika diperlukan.” [1]

Definisi diatas memaparkan gambaran dari hakikaat makna takhrij itu sendiri. Bahwa takhrij hadits itu “Memberi petunjuk akan tata letak keberadaan salah satu hadits” misalnya hadits “Inaama al-A’malu bi an-Niyaat”, hadits ini dikeluarkan oleh imam al-Bukhori dalam kitab Shohih al-Bukhori, Kitab Bad’ul-wahyi, Bab: Kaifa kan bad’ul-wahyi ila Rosulillah sholallohu alaihi wasalam, No.1

Adapun yang dimaksud dengan kitab asli “Masdar al-Ashli” sebagai berikut:

  1. Kitab as-Sunnah yang telah disusun oleh penulisnya dengan metode talaqi dari gurunya secara bersambung rangkaian sanad hadits tersebut ke Nabi sholallohu alaihi wasalam. Misal, kutub as-Sittah, Muwatho imam Malik, Musnad Iman Ahmad, Dll.

  2. Kitab as-Sunnah yang disusun ulama terdahulu periode pertama, seperti “al-Mushonafat” Misal, al-Jam’u baina as-Shohihain karya al-Humaidi, Tahdzib sunan Abu Dawaud karya al-Mundziri, Dll.

  3. Kitab yang ditulis dalam bidang selain hadits akan tetapi mencantumkan pendalilan hadits yang menggunakan sanad sendiri pengarang tersebut. Misal, Tafsir at-Thobari dan juga kitab Tarikhnya, Kitab al-Umm karya imam as-Syafii. Dll

Dengan demikian menisbatkan salah satu hadits ke kitab yang pengarangnya tidak menggunakan metode talaqie dari syaikh dengan sanad bersambung sampai ke Nabi maka tidak dianggap sebagai takhrij. Seperti kitab “al-Arbaien an-Nawawiyah”, “Bulugh al-Maram”, “Umdah al-Ahkam”, “Riyadh as-Sholihin”, Dll.

dinukil dari http://mimbarhadits.wordpress.com

FOOTNOTE:

[1]

Definisi di atas menyadur dari definisi Syaikh Dr. Mahmud ath-Thohan dalam kitab yang menjadi rujukan utama makalah ini “Ushul at-Takhrij Wa Dirosah al-Asanid” Hlm.10, Beliau mendefinisikan takhrij sebagai berikut:

التخريج: هو الدلالة على موضع الحديث في مصادره الأصلية التي أخرجته بسنده ثم بيان مرتبته عند الحاجة

Syaikh Dr. Hatim bin Arif as-Syarif mendefinisikan makna takhrij dalam kitab at-Takhrij wa Dirosah al-Asanid:

وفي الاصطلاح: عزو الحديث إلى مصادره الأصلية المسندة ، فإن تعذرت فإلى الفرعية المسندة ، فإن تعذرت فإلى الناقلة عنها بأسانيدها ، مع بيان مرتبة الحديث غالباً.

Menurut istilah: Menisbatkan hadits pada rujukan asli yang sanadnya bersambung, jika tidak bisa maka menisbatkannya ke kitab cabang yang bersanad, jika tidak bisa juga maka menisbatkannya ke kitab yang menukilkan hadits tersebut dengan sanadnya. Dan biasanya dengan menyertai keterangan kedudukan hadits tersebut.

Ali bin Nayif as-Syahud mendefiniskan takhrij dalam kitabya al-Mufashol Fi ushul at-takhrij Wa Dirosah al-Asanid, ia mengatakan:

ويطلقُ بمعنى إخراج المحدث المتأخر أسانيد مروياته من بطون المصنفات والأجزاء والمشيخات الحديثية.

Dan makna (takhrij) dimutlakan juga dengan dikeluarkannya sanad riwayat oleh seorang ahli hadits kotemporer dai kitab induk, dan ajza serta guru ahli hadits.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 17, 2014 by in Hadits and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: