أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Al Ibanah Ash-Shughra Nomor 155

alibanatushshughra

Al Ibanah ash-Shughra Nomor 155:[1]


وقال بَقِية بن الوليد قال لي ثابت بن عجلان أدركت مالك بن أنس وسعيد بن المسيب وعامر الشعبي وإبراهيم النَخَعي وسعيد بن جُبير والحَكَم بن عُتبة وحَماد بن أبي سليمان وعطاء وطاوسا ومجاهدا وابن أبي مُلَيكة ومَكحول وسليمان بن موسى والحسن وابن سيرين وأبا عامِر وأبو عامر أدرك أبا بكر الصديق رضي الله تعالى عنه مع غيرهم قد سَمَّاهم فَكُلهم يَأمرني بالصلاة في جماعة ويَنهاني عن الأهواء والبِدع حتى قال لي: يا أبا محمد والله ما من عملي شيء أوثق في نفسي من مِشيَتي إلى هذا المسجد ولَرُبَّما كان عليه الوالي كما شاء الله أن يكون قد عَرَفنا ذلك منه ورَأيناه فلا نَدَعُ الصلاة خلفَه.


 Baqiyyah bin al Walid[2] berkata, bahwasanya Tsabit bin ‘Ajlan[3] berkata kepadaku: Aku bertemu Malik bin Anas, Sa’id bin Al Musayyib, ‘Amir asy-Sya’bi, Ibrahim an-Nakha’I, Sa’id bin Jubair, al Hakam bin ‘Utbah, Hammad bin Abi Sulaiman, ‘Atha’, Thawus, Mujahid, Ibnu Abi Mulaikah, Mak-hul, Sulaiman bin Musa, al Hasan, Ibnu Sirin, Abu ’Amir, dan Abu ‘Amir bertemu dengan Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu, bersama yang lainnya, dan dia telah menyebutkan mereka, dan mereka semua memerintahkan kepadaku untuk shalat berjamaah dan melarangku mengikuti hawa nafsu dan bid’ah, sampai dia berkata kepadaku: Wahai Abu Muhammad (Baqiyyah-adm) demi Allah tidak ada satupun amalan yang lebih melekat dalam hatiku dari perjalananku ke masjid ini, mungkin yang menjadi imam dalam masjid itu seorang pemimpin, sebagaimana telah Allah kehendaki, telah kami kenal dan kami lihat, maka kami tidak meninggalkan shalat di belakangnya.[4]

Faidah yang bisa kita kutip:

mereka semua memerintahkan kepadaku untuk shalat berjamaah[5]

Mengikuti imam yang memimpin shalat jamaah merupakan simbol ketaatan kepada penguasa. Mengikuti penguasa dalam amalan-amalan jama’i. Termasuk di dalamnya mengikuti penguasa dalam puasa Ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha. Penentuan waktu Idul Adha, yang tidak lama lagi akan tiba, tetap mengikuti penguasa, mengikuti penentuan penanggalan yang ditetapkan oleh pemerintah, walaupun bisa jadi berbeda dengan waktu pelaksanaan wuquf di Arafah.

…mungkin yang menjadi imam dalam masjid itu seorang pemimpin, sebagaimana telah Allah kehendaki, telah kami kenal dan kami lihat, maka kami tidak meninggalkan shalat di belakangnya

Dahulu para salaf tidak peduli siapa pun yang menjadi imam dalam masjid tersebut, mereka tidak meninggalkan shalat jamaah di belakang mereka. Itu yang harus kita contoh, walaupun kita tahu benar, bahwa imam yang memimpin shalat kita tidak sesuai dengan kriteria yang kita harapkan.

Wallahu a’lam

_____________________

[1] Ini sebutan bagi kitab Asy-Syarhu wa al Ibanah ‘ala Ushul as-Sunnah wa ad-Diyanah wa Mujanabah al Mukhalifin wa Mubayanah Ahli al Ahwa al Mariqin, karya Imam Abi Abdillah ‘Ubaidillah bin Muhammad bin Baththah al ‘Ukbari, dikenal sebagai Ibnu Baththah al “Ukbari. Riwayat ini dinukil dari kitab tesebut yang diterbitkan “Dar al Amr al Awwal”, tahqiq Abi Abdillah ‘Adil bin ‘Abdillah Alu Hamdan, halaman 83. Kitab ini dikaji oleh Al Ustadz Abu Ihsan al Atsari di Masjid Al Mukhlisin Eka Wali pribadi Medan Johor, Medan, setiap hari Selasa malam Rabu dan sabtu malam Ahad ba’da Isya ….adm

[2] Baqiyyah bin Al Walid ini terkenal di kalangan thalabul ilmi yang belajar musthalah hadits sebagai mudallis, yakni tadlis taswiyyah. Seorang perawi mudallis jika menggunakan istilah ada’ yang menunjukkan dengan jelas adanya sima’, seperti sami’tu atau lainnya, maka riwayatnya diterima berdasarkan pendapat yang mu’tamad. Silahkan lihat pembahasan tentang tadlis ddalam kitab Taisir Musthallah al Hadits karangan DR Mahmud Ath-Thahhan…wallahu a’lam-adm

[3] Tsabit bin ‘Ajlan al Anshari, Abu Abdillah al Himshi, pernah singgah di Armenia, shaduq, thabaqah kelima, lihat Taqribut Tahdzib-adm

[4] Pentahqiq: Al Lalikai (239), Musnad asy-Syamiyyin (1/154), dan al Ma’rifah wa at-Tarikh (3/375)

Menurut al-Lalikai (48), Berkata al Auzai; dikatakan: Lima hal yang dikerjakan para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan orang-orang yang mengikuti jalan kebaikan: menetapi jamaah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, membaca al Quran, dan jihad fi sabilillah.

[5] Di laman pribadi Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah Ar-Rajihi juga membahas masalah ini, di sini http://portal.shrajhi.com/Media/ID/6921. antara lain tertulis:

… Termasuk berpegang dengan sunnah dan jamaah kaum muslimin adalah shalat berjamaah bersama kaum muslimin dan memperingatkan dari menyempal (dari mereka), siapa yang meninggalkan jamaah berarti telah menyempal dari kaum muslimin. Dan (shalat-pen)jamaah itu wajib, Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا كُنْتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِنْهُمْ مَعَكَ

Dan apabila kamu (Muhammad) berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan salat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu.[5](Q.S. An-Nisa ayat 102)

Allah Ta’ala Berfirman:

وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

dan ruku’lah beserta orang yang ruku’.[5] (Al Baqarah ayat 43)

Nabi Shallallahu Alaihi wasallam juga tidak memberikan keringanan kepada Ibnu Ummi Maktum, dan adalah dia seorang laki-laki yang buta dan dating kepada Nabi Shallallahu Alaihi wasallam, Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bertanya kepadanya: Apakah engkau mendengar panggilan adzan?, kemudian berkata kepadanya: maka penuhilah (panggilan) shalat jamaah tersebut. Hal ini termasuk berpegang kepada jamaah ahlu sunnah wal jamaah…

…kadang ada sesuatu pada diri imam tersebut, ada maksiat (yang dilakukan-adm), kadang yang menjadi imam adalah penguasa, sebagaimana Allah Ta’ala kehendaki, ada kemaksiatan yang sudah kita ketahui dan lihat padanya, tapi tidak mencegah kita untuk shalat di belakangnya…

Wallahu a’lam-adm

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 5, 2014 by in Hadits, Manhaj and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: