أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hadits Nomor 1887 Shahih Ibnu Khuzaimah

Bab Keutamaan-keutamaan Bulan Ramadhan, Jika Haditsnya Shahih

Ibnu Khuzaimah 1887

Telah berkata kepada kami ‘Ali bin Hujr as-Sa’di,[1] bahwasanya dia berkata: Telah berkata kepada kami Yusuf bin Ziyad[2], bahwasanya dia berkata: Telah berkata kepada kami Hammam bin Yahya,[3] dari ‘Ali bin Zaid bin Jud’an, dari Sa’id bin Al Musayyab,[4] dari Salman[5] Radhiyallahu anhu, bahwasanya beliau berkata:

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam berkhutbah kepada kami pada hari terakhir bulan Sya’ban, lalu beliau bersabda:

‘Wahai manusia, sungguh bulan yang agung dan penuh barakah akan datang menaungi kalian, bulan yang di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allâh Subhanahu wa Ta’ala menjadikan puasa (pada bulan itu) sebagai satu kewajiban dan menjadikan shalat malamnya sebagai amalan sunnah. Barangsiapa yang beribadah pada bulan tersebut dengan satu kebaikan, maka sama (nilainya) dengan menunaikan satu ibadah wajib pada bulan yang lain. Barangsiapa yang menunaikan satu kewajiban pada bulan itu, maka sama dengan menunaikan tujuh puluh ibadah wajib pada bulan yang lain. Itulah bulan kesabaran dan balasan kesabaran adalah surga …. Itulah bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya adalah merupakan pembebasan dari api neraka …..”.[6]

Pentahqiq Kitab Shahih Ibnu Khuzaimah,[7] yakni Dr. Muhammad Musthafa al A’zhami berkata:

tahqiq 1887 ibnu khuzaimah

1887. Sanadnya dha’if. Al Banna[8] berkata dalam “al Fathu ar-Rabbani” (9/233): diriwayatkan Ibnu Khuzaimah dalam “Shahih”nya, seraya berkomentar: إن صح الخبر(Jika Khabar (Hadits)nya shahih)[9]; diriwayatkan juga oleh Abu Asy-Syaikh Ibnu Hayyan dalam “Ats-Tsawab”, ‘Ali bin Zaid bin Jud’an dha’if.

***

Wallahu a’lam

 

[1]“Ali bin Hujr Ibnu Iyas as-Sa’diy. Tsiqah Hafizh, Thabaqah kesembilan shighar. Lihat http://library.islamweb.net/hadith/RawyDetails.php?RawyID=5757

[2]Thabaqah ketujuh, majhul hal. Lihat: http://library.islamweb.net/hadith/RawyDetails.php?RawyID=34346

[3]Hammam bin Yahya bin Dinar, Tsiqah, thabaqah ketujuh. Lihat http://library.islamweb.net/hadith/RawyDetails.php?RawyID=8097

[4]Sa’id bin Al Musayyab bin Hazn bin Abi Wahb bin ‘Amr bin ‘Aid bin ‘Imran bin Makhzum al Qurasyi al Makhzumi, ahadul ulama al atsbat al fuqaha al kibar, thabaqah kedua. Lihat http://library.islamweb.net/hadith/RawyDetails.php?RawyID=3299

[5]Salman bin Al islam atau lebih dikenal dengan Salman Al Farisi, Sahabi. Lihat http://library.islamweb.net/hadith/RawyDetails.php?RawyID=3476.

[6]Terjemahan matan hadits dikutip dari http://almanhaj.or.id/content/3950/slash/0/hadits-hadits-dhaif-maudhu-yang-banyak-beredar-pada-bulan-ramadhan/

[7]Shahih Ibnu Khuzaimah Tahqiq, ta’liq, takhrij, dan taqdim oleh DR. Muhammad al Musthafa al A’zhami, Terbitan Al Maktabah Al Islami, Juz III, hal. 191, hadits nomor 1887, pdf.

[8]Syaikh ‘Abdurrahman As-Sa’ati Al Banna

[9]Mengenai perkataan Imam Ibnu Khuzaimah: إن صح الخبر

Ada penjelasan (dikutip dari forum http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=240010) dari Syaikh Abdul Aziz Ath-Tharifi:

السؤال الثامن والثلاثون: يقول ابن خزيمة أحياناً عند الحديث (إن صح الخبر) ماذا يعني بها، هل هي تضعيف أو توقف؟
الجواب: الإمام ابن خزيمة من الأئمة الكبار، وقوله: (إن صح الخبر)، يريد بهذه العبارة الضعف في الغالب، وقد قال ذلك في أخبار فيها ضعفاء كعبدالله بن عمر العمري ضعفه ابن المديني والنسائي وابن معين. والحجاج بن أرطاة قال النسائي ليس بالقوي وضعفه ابن معين وقال يعقوب بن شيبة واهي الحديث، وعدله جماعة. وعبدالله بن عامر الأسلمي ضعفه أحمد وأبو زرعة وأبو حاتم والنسائي، وقال البخاري ذاهب الحديث وجسرة بنت دجاج قال البخاري: عندها عجائب، وقال الدارقطني: يعتبر بحديثاً إلا أن يحدث عنها من يترك، وإسحاق بن أبي فروة قال البخاري: تركوه، ونهى أحمد عن حديثه وقال: لا تحل الرواية عنه، وعبدالرحمن بن أبي الزناد وهو ضعيف معروف الضعف ضعفه أحمد وابن معين وعلي بن زيد بن جدعان وأشعث بن سوار وهما ضعيفان وقال ابن خزيمة أيضاً ذلك في أخبار في أسانيدها مجاهيل كقدامة بن وبرة وعبدالله بن النعمان وأبو فروة وأبو سويد وإياس بن أبي رملة، وقال ابن خزيمة ذلك في أحاديث للانقطاع في إسانيدها كرواية الحسن عن جابر، والأعمش عن ابن بريدة وأبي البختري عن ابي سعيد وموسى بن الحارث عن جابر، وأبي قلابة عن النعمان وقد يريد ابن خزيمة بها في القليل التوقف وعدم الجزم.

Pertanyaan ketiga puluh delapan:

Ibnu Khuzaimah kadang berkata tentang suatu hadits, إن صح الخبر, apa maksudnya? Apakah merupakan pernyataan tadh’if (pendha’ifan) atau tawaqquf?

Jawab:

Imam Ibnu Khuzaimah termasuk Imam Besar, dan perkataannya, maksudnya secara umum adalah dha’if. Beliau memberikan komentar demikian pada hadits yang dalam sanadnya terdapat perawi-perawi dha’if seperti:

‘Abdullah bin Umar al ‘Umri yang didha’ifkan Ibnu al Madini, An-Nasai, dan Ibnu Ma’in,

Al Hajjaj bin Arthah yang dikomentari An-Nasai dengan “Laisa bil Qawiy”, didha’ifkan Ibnu Ma’in, dan menurut Ya’qub bin Syaibah “Wahi al hadits”, dan dita’dil jama’ah,

Abdullah bin ‘Amir al Aslami yang didha’ifkan Ahmad, Abu Zur’ah, Abu Hatim, dan An-Nasai, Al Bukhari menyebutnya Dzahibul hadits,

Jasrah bin Dajjaj yang menurut Al Bukhari: “indaha ‘ajaa-ib”, Ad-Daruquthni berkata: yu’tabaru bihadiitsan illa an yuhditsa ‘anha man yatruk,

Ishaq bin Abi Farwah yang dinilai Al Bukhari: “Tarakuuhu”, Ahmad menolak haditsnya dan berkata: tidak halal meriwayatkan darinya.

Abdurrahman bin Abi az-Zanad yang dh’if, terkenal akan kedhaifannya, yang didhaifkan Ahmad dan Ibnu Ma’in.

‘Ali bin Zaid bin Jud’an dan Asy’ats bin Siwar yang keduanya dhaif.

Ibnu Khuzaimah juga mengatakan demikian pada hadits-haduts yang dalam sanadnya terdapat perawi-perawi majhul seperti Qudamah bin Wabrah, Abdullah bin an-Nu’man, Abu Farwah, Abu Suwaid, dan Iyas bin Abi Ramlah.

Ibnu Khuzaimah juga berkata demikian pada hadits-hadits karena keterputusan sanadnya seperti riwayat al Hasan dari Jabir, Al A’masy dari Ibnu buraidah, Abi al bakhtari dari Abi Sa’id, Musa bin al harits dari Jabir, dan Abi Qilabah dari an-Nu’man…

Dan dimaksudkan Ibnu Khuzaimah dalam jumlah kecil untuk tawaqquf dan tidak memastikan.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: