أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hukum Shalat Jenazah Sendirian

Pertanyaan:

Saya seorang muadzin sebuah masjid, di dekat masjid saya ada masjid yang di dalamnya akan dilaksanakan shalat jenazah. Antara adzan dan iqamah saya pergi ke masjid tersebut untuk melaksanakan shalat jenazah karena mengharapkan pahala qirath. Apa hukum shalat jenazah yang dilakukan sebelum imam menshalatinya (bersama jamaah yang lain-pen), yakni sebelum shalat jenazah? Perlu diketahui bahwa jika saya datang ke tempat tersebut setelah shalat sebagaimana seharusnya, orang-orang telah selesai melaksanakan shalat atas jenazah tersebut.

Jawab:

Alhamdulillah

Shalat jenazah disunnahkan dilakukan secara berjamaah. Imam an-Nawawi رحمه الله berkata: “shalat jenazah sendirian diperbolehkan, tapi disunnahkan untuk melaksanakannya secara berjamaah berdasarkan hadits:

ما من مسلم يموت ، فيصلي عليه ثلاثة صفوف من المسلمين إلا وجب

“Tidak ada seorang pun muslim yang meninggal, kemudian tiga shaf kaum muslimin menshalatinya melainkan ia diampuni.”

Serta hadits-hadits masyhur dalam kitab shahih tentang hal tersebut, ijma’ kaum muslimin, dan semakin banyak jamaah makin afdhal. Selesai dari Syarh al Muhadzdzab (5/173)

Jika seseorang mempunyai udzur untuk menghadiri shalat jamaah bersama jamaah yang utama, dalam kondisi ini dia boleh shalat jenazah sebelum shalat jenazah dilaksanakan secara jamaah, sebagaimana dia juga boleh shalat sendirian di kuburan sebelum jenazah di kuburkan.

Syaikh Abdurrahman al Barrak hafizhahullah berkata: “berdasarkan hal ini jelaslah bahwasanya tidak ada alasan untuk melarang seseorang yang shalat jenazah sendirian untuk mendapatkan pahala, selama tidak memungkinkan baginya untuk menunggu shalat yang dilaksanakan bersama imam dan jamaah, walaupun shalat dengan berjamaah lebih utama, wallahu a’lam”. Selesai

Syaikh Yusuf asy-Syubaili hafizhahullah pernah ditanya: Bolehkah seseorang shalat jenazah sendirian sebelum imam menshalatkannya? Jenazah tersebut dishalatkan ba’da Ashar, dan saya menshalatkannya ba’da Zhuhur? Beliau menjawab: “Jika jenazah tersebut ada di masjid pada waktu shalat zhuhur, lalu seseorang ingin menshalatkannya karena dia tidak mungkin menghadirinya ba’da Ashar, hal itu tidak mengapa, tapi lebih utama dilaksanakan secara jamaah. Jika dia mendapati jamaah yang akan menshalati jamaah secara jamaah, itu lebih utama, jika tidak, maka boleh saja dilakukan sendirian, karena menshalati jenazah setelah shalat bersama imam masjid bukanlah syarat sah shalat jenazah.” Selesai dari Barnamaj al jawab al kafi.

Berdasarkan hal tersebut, anda diperbolehkan untuk melaksanakan shalat jenazah sebelum imam menshalatinya (bersama jamaah), karena udzur yang anda sebutkan.

Wallahu a’lam

sumber: diterjemahkan dari: http://islamqa.info/ar/ref/194843

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 15, 2013 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: