أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Malaikat Maut Minta Izin Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam?

Benarkah Malaikat Maut meminta izin kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sebelum mencabut ruhnya?

Berikut pertanyaan mengenai hal ini dan jawaban dari Syaikh ‘Abdurrahman As-Suhaim:[1]

Tanya:

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Shahihkah sanad dari riwayat tentang Malaikat Maut yang meminta izin kepada Nabi صلىّ الله عليه وسلم untuk mencabut ruhnya?

Ini bagian dari riwayat tersebut:

“Maka Malaikat Jibril masuk menemui Nabi صلىّ الله عليه وسلم dan berkata: ‘Malaikat Maut berada di depan pintu meminta izin untuk masuk, dan tidaklah dia meminta izin kepada seseoran pun sebelumnya.’ Nabi صلىّ الله عليه وسلم berkata: ‘izin baginya wahai Jibril,’ maka masuklah Malaikat Maut dan berkata: ‘Assalamu ‘alaika wahai Rasulullah, Allah telah mengutusku untuk memberikan kepada anda antara kekal di dunia atau bertemu dengan Allah.’ Nabi صلىّ الله عليه وسلم menjawab: ‘Bahkan aku memilih ar-Rafiq al A’la.’”

Jawab:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

Hadits ini sangat lemah, didhaifkan Imam Ibnu Katsir, Imam Ibnu Hajar, dan para huffazh lainnya.

Imam Al Haitsami berkata mengenai hal tersebut: “diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, dan dalam sanadnya terdapat ‘Abdullah bin Maimun al Qaddah, dia adalah dzahibul hadits (sama dengan matrukul hadits, tidak boleh diriwayatkan, karena tidak ada nilainya, karena tidak bisa dijadikan syahid apalagi sebagai hujjah-pen).” Selesai

Syaikh Al Albani menghukuminya sebagai hadits palsu, yakni palsu, dusta atas Rasulullah صلىّ الله عليه وسلم , tidak boleh menceritakan ataupun meriwayatkannya.

Adapun pilihan Nabi صلىّ الله عليه وسلم antara dunia dan akhirat, riwayat tersebut tercantum dalam shahihain (Shahih Al Bukhari dan Shahih Muslim-pen).

Wallahu Ta’ala A’lam

Asy-Syaikh ‘Abdurrahman As-Suhaim

Adapun menyebut Malaikat Maut sebagai ‘Izrail, berikut komentar para ulama:[2]

Imam Ibnu Katsir dalam Al Bidayah wan Nihayah:

“Adapun Malaikat Maut tidak dijelaskan namanya dalam al Quran dan hadits-hadits yang shahih, penamaan tersebut disebutkan dalam sebagian atsar dengan ‘izrail, wallahu a’lam,”

Al Manawi dalam Faidh al Qadir:

“Aku belum pernah membaca riwayat yang menamakan dengan ‘Izrail.”

Syaikh Al Albani dalam Ta’liq beliau atas Imam ath-Thahawi:

“Adapun penamaan dengan ‘Izrail, seperti yang populer di masyarakat, itu tidak ada asalnya.”

Syaikh Al Utsaimin:

“telah masyhur bahwa namanya ‘Izrail, akan tetapi ini tidak shahih, penamaan ini hanya tercantum dalam atsar israiliyyat, tidak boleh meyakini nama ini…”

Wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: