أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Kitab Az-Zawaid

Pengertian Az-Zawaid

Yang dimaksud dengan zawaid adalah kitab yang penyusunnya mengumpulkan hadits-hadits zaidah (tambahan) pada sebagian kitab-kitab pada hadits-hadits yang tercantum dalam kitab-kitab lain.

Untuk menjelaskan pengertian tersebut, misalnya jika kita katakan “Zawaid Ibnu Majah ‘ala al Ushul al Khamsah”, maksudnya adalah kitab yang berisi hadit-hadits yang dicantumkan Imam Ibnu Majah dalam kitab sunannya (Sunan Ibnu Majah) tapi tidak dicantumkan oleh para penyusun kitab-kitab hadits yang lima.[1] Adapun hadits-hadits yang diriwayatkan mereka semua (diriwayatkan Imam Ibnu Majah, juga diriwayatkan imam-imam yang lima lainnya) maka tidak disebutkan dalam kitab zawaid ini.

Contoh Kitab Zawaid:

Mishbah az-Zujajah fi Zawaid Ibnu Majah

Disusun oleh Abul ‘Abbas Ahmad bin Muhammad Al Bushairi (840 H), merupakan kitab yang berisi zawaid Sunan Ibnu Majah atas kitab-kitab yang lima yang pokok.[2]

Fawaid al Muntaqi li Zawaid al Baihaqi

Disusun oleh Al Bushairi juga, yang merupakan kitan zawaid Sunan Al Baihaqi al Kubra atas al kutub as-sittah.[3]

Ithaf as-Saadah al Maharah al Khairah bi Zawaid al Masanid al ‘Asyrah

Juga disusun oleh Al Bushairi, yakni zawaid [Musnad Abu Dawud Ath-Thayalisi, Musnad Al Humaidi, Musnad Musaddad bin Musarhad, Musnad Muhammad bin Yahya al ‘Adani, Musnad Ishaq bin Rahuyah, Musnad Abu Bakar bin Abi Syaibah, Musnad Ahmad bin Mani’, Musnad ‘Abd bin Humaid, Musnad al Harits bin Muhammad bin Abi Usamah, dan Musnad Abi Ya’la al Mushili] atas al kutub as-sittah.

Al Mathalib al ‘Aliyah bi Zawaid al masanid ats- Tsamaniyyah[4]

Disusun oleh Al Hafizh Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al ‘Ashqalani (852 H), yakni zawaid kitab-kitab musnad di atas yang berjumlah sepuluh kecuali Musnad Abi Ya’la Al Mushili dan Musnad Ishaq bin Rahuyah atas al kutub as-sittah dan Musnad Ahmad.

Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al Fawaid[5]

Disusun oleh Imam ‘Ali bin Abi Bakar al Haitsami (807 H), yang merupakan zawaid [Musnad Ahmad, Musnad Abi Ya’la al Mushili, Musnad Abi Bakr al Bazzar, dan kitab-kitab  mu’jam ath-Thabrani (al Kabir, al Ausath, dan ash-Shaghir)] atas al kutub as-sittah.

Sumber: Ushul at-Takhrij wa Dirasah al Asanid, Dr. Mahmud ath-Thahhan, al Maktabah al ma’arif, hal. 104-106 (foto kopi) dengan sedikit tambahan

Wallahu a’lam


[1]  Imam Al Bukhari, Imam Muslim, Imam at-Tirmidzi, Imam Abu Dawud, dan Imam An-Nasai.

[2] Yakni Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Abu Dawud, dan An-Nasai.

[3] Yakni Shahih Al Bukhari, Shahih Muslim, Sunan At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasai, dan Ibnu Majah.

[4] Pdf-nya bisa diunduh, yakni yang ditahqiq Dr. Sa’d bin Nashir bin ‘Abdil Aziz asy-Syatsri, terbitan Dar al ‘Ashimah dan Dar al Ghaits, terdiri dari 19 jilid. Link download

[5] Bisa diunduh di sini ()

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 11, 2013 by in Hadits and tagged , , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: