أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Nasihat Wahab bin Munabbih Kepada Seseorang yang Terpengaruh Faham Khawarij (bag. ke-2)

(bagiam terakhir dari 2 (dua) bagian)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya:

“Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (Al Baqarah: 251)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama)Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 104)

“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” (Al Mu’min/Ghafir: 51)

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.”(Ash-Shaaffat: 171-173)

Kalaulah kiranya mereka termasuk tentara Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentulah mereka menang walaupun hanya sekali saja dalam sejarah Islam.[1] Allah Ta’ala berfirman:

Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.(Ar-Ruum: 47)

Kalaulah mereka termasuk kaum mu’minin tentulah mereka menang. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (An-Nur: 55)

Maka dimanakah motif mereka dalam ayat ini? Adakah dari mereka yang lebih tahu tentang Islam tanpa adanya seorang khalifah (dari kalangan mereka), jamaah, dan tidak juga memiliki ilmu, sejak masa Khalifah Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu. Allah Ta’ala berfirman:

“Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Quran) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.”(At-Taubah: 33)

Dan aku bersaksi bahwa Allah Ta’ala telah menganugerahkan apa yang telah Dia janjikan berupa kesuksesan dan kemenangan atas musuh-musuh mereka dan orang-orang yang menyelisihi jamaah mereka. Dan Wahab bin Munabbih berkata: “Tidak cukupkah bagimu wahai Dzu Khaulan para ahli tauhid, ahli qiblat, dan orang-orang yang menerima syariat Islam, sunnah-sunnahnya, dan kewajiban-kewajibannya, dan sikap Nabi Nuh Alaihissalam terhadap kaum penyembah berhala dan kaum kafir ketika mereka berkata kepadanya:

Apakah kami akan beriman kepadamu, padahal yang mengikuti kamu ialah orang-orang yang hina? Nuh menjawab: ‘Bagaimana aku mengetahui apa yang telah mereka kerjakan? Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, kalau kamu menyadari.’”(Asy-Syu’ara: 111-113)  

Tidak cukupkah bagimu sikap Nabi dan Kekasih Allah Ibrahim Alaihissalam terhadap penyembah berhala. Allah Ta’ala berfirman:

“…dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(Ibrahim: 35-36)

Dan tidak sukupkah bagimu wahai Dzu Khaulan sikap Isa Alaihissalam terhadap orang-orang kafir yang menjadikannya ilah selain Allah. Sementara Allah Ta’ala telah meridhai perkataan Nuh, Ibrahim, dan Isa Alaihimussalam. Berfirman sampai hari Kiamat agar orang-orang beriman sesudah mereka mengikuti mereka, dengan firman:

Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”(Al Maidah: 118)

Dan tidak menyelisihi sabda dan jalan para nabi Allah, maka siapakah yang mereka ikuti jika mereka tidak mengikuti Kitabullah, sabda dan jalan para nabi-Nya. Dan ketahuilah wahai Dzu Khaulan, bahwasanya kedatanganmu kepadaku merupakan rahmat bagimu jika kau mendengar ucapanku dan mau menerima nasihatku, dan akan menjadi hujjah yang memberatkan dirimu kelak di sisi Allah Ta’ala jika kau meninggalkan Kitabullah dan kembali kepada pemikiran kaum Harura.” Dzu Khaulan berkata: “Kalau begitu apa yang engkau perintahkan kepadaku?” maka Wahab bin Munabbih menjawab: “ Hitunglah zakatmu dan serahkanlah kepada orang yang telah diberikan wewenang oleh Allah untuk mengatur urusan ummat ini dan menyatukan mereka di bawah kepemimpinannya karena kekuasaan dari Allah milik Allah semata. Dia memberikan kepada yang Dia kehendaki dan mencabutnya dari orang yang Dia kehendaki. Maka siapa saja yang  diberikan kekuasaan oleh Allah tidak ada seorang pun yang mampu mengambilnya darinya. Jika telah kau sampaikan zakatmu kepada pemerintah, maka lepaslah tanggung jawabmu. Jika masih ada harta yang lebih, maka sedekahkanlah kepada keluargamu, hamba sahayamu, dan tetanggamu yang membutuhkan, dan tamu yang datang kepadamu.” Maka berkatalah Dzu Khaulan: “saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari pemikiran kaum Harura dan aku membenarkan apa yang engkau katakan.

Setelah itu Dzu Khaulan hanya hidup sebentar, sampai dia wafat di atas sunnah.

Bagian pertama


[1] dalam sejarahnya khawarij tidak pernah menjadi pemimpin kaum muslimin.

One comment on “Nasihat Wahab bin Munabbih Kepada Seseorang yang Terpengaruh Faham Khawarij (bag. ke-2)

  1. Ping-balik: Nasihat Wahab bin Munabbih Kepada Seseorang yang Terpengaruh Faham Khawarij « أبوفقيه Amaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: