أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Makna Kalimat “Bihi” dalam Sanad

Maksud dari kalimat “bihi”[1] adalah bil isnad al mutaqaddam (dengan sanad sebelumnya). Ungkapan seperti ini banyak terdapat dalam perkataan ahli takhrij. Disebutkan sanad hadits dari sebagian kitab-kitab hadits sampai ujungnya, kemudian disebutkan jalur lain, yaitu mutaba’ah. Jika telah sampai pada satu thabaqah yang menyatukan dua jalur maka perkataan kalimat takhrijnya diringkas cukup memberi isyarat pada sisa sanadnya dengan perkataan “bihi”.

Sering tercantum dalam kitab-kitab hadits perkataan “bihi binahwihi” atau “bihi bima’nahu” atau yang lain, kalimat “bihi” kembali kepada sanad hadits sedangkan “binahwihi”, demikian juha “bima’nahu”, kembali kepada matannya.

Contoh penggunaan perkataan “bihi” dengan makna ini adalah perkataan Imam Ibnu Hajar dalam Talkhish al Habir (11):

Hadits…

أحلت لنا ميتتان ودمان السمك والجراد والكبد والطحال

Asy-Syafi’I, Ahmad, Ibnu Majah, ad-Daruquthni, dan Al Baihaqi dari riwayat ‘Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dari bapaknya dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berkata:

أحلت لنا ميتتان ودمان فأما الميتتان فالجراد والحوت وأما الدمان فالطحال والكبد

Dihalalkan bagi kami dua jenis bangkai dan dua jenis darah, adapun dua jenis bangkai adalah bangkai belalang dan ikan, adapun jenis darah hati dan limpa.

Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni dari riwayat Sulaiman bin Bilal dari Zaid bin Aslam secara mauquf. Ad-Daruquthni berkata bahwasanya hadits inilah yang paling shahih, demikian juga Abu Zur’ah dan Abu Hatim menshahihkan riwayat yang mauquf, padahal ‘Abdurrahman bin Zaid adalah dha’if matruk. Imam Ahmad berkata: “haditsnya yang ini mungkar.”  Al Baihaqi berkata: “anak-anak Zaid bin Aslam, yakni ‘Abdullah, ‘Abdurrahman, dan Usamah  memarfu’kan hadits ini. Ibnu Ma’in telah mendha’ifkan mereka tapi Ahmad mentsiqahkan ‘Abdullah. Aku berkata: “diriwayatkan Ad-Daruquthni dan Ibnu ‘Adi dari riwayat ‘Abdullah bin Zaid bin Aslam. Ibnu ‘Adi berkata: Hadits tersebut berporos pada mereka bertiga. Aku berkata: seseorang yang lebih dhaif dari mereka telah menjadi tabi’ bagi mereka yakni Abu Hasyim Katsir bin ‘Abdullah al Ubali, diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dalam tafsir surat Al An’am dari jalurnya dari Zaid bin Aslam “bihi” dengan lafazh:

يحل من الميتتة اثنان ومن الدم اثنان فأما الميتة فالسمك والجراد وأما الدم فالكبد والطحال

perhatikan lafazh “bihi”![2]

Wallahu A’lam

Sumber: Mu’jam Lisan al Muhadditsin, Muhammad Khalaf Salamah


[1] Dikutip dari Mu’jam Lisan al Muhadditsin.

[2] “bihi” di sini maksudnya dari Zaid bin Aslam dari bapaknya dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu Anhu dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Wallahu a’lam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Agustus 16, 2012 by in Hadits and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: