أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Ngebut Sama Dengan Bunuh Diri?

Apa hukumnya bagi orang yang ngebut di jalan raya…apakah orang yang meninggal yang disebabkan karena dia ngebut termasuk orang yang mati bunuh diri? Dan apa hukum bagi orang yang meninggal karena dia ngebut ketika membawa korban atau orang yang terkena musibah ke rumah sakit?

 Jawab:

Alhamdulillah

Pertama:

Ngebut merupakan perbuatan tercela karena bisa mengakibatkan kecelakaan dan bahaya. Oleh karena itu, para ulama sangat tegas mengenai hal ini. Mereka menilai bahwa ngebut merupakan tindakan teledor .Hal itu termasuk perkara yang menghilangkan nyawa atau merusak harta, dan kematian yang ditimbulkan oleh hal tersebut termasuk dalam pembunuhan yang tidak disengaja yang harus ditebus dengan denda dan kafarat.

Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya tentang hal ini:

Seseorang meninggal disebabkan karena ngebut, apakah hal ini termasuk bunuh diri?

Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah menjawab:

Tidak, ini bukan bunuh diri, tetapi dia membunuh dirinya dengan tidak sengaja. Jika mengemudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi ini menjadi penyebab kecelakaan, berarti dia telah membunuh dirinya dengan tidak sengaja. Karena jika dia ditanya apakah dia ngebut karena ingin mati, pasti dia akan menjawab tidak. Maka, hal ini tidak bisa dikatakan bunuh diri, tapi dia telah membunuh dirinya dengan tidak sengaja. (Liqa’ Bab al Maftuh 73/19)

Kedua:

Tindakan seseorang yang membawa korban kecelakaan, orang yang terkena musibah, atau orang yang sakit ke rumah sakit merupakan perbuatan yang baik (amal shalih), yang akan diganjar dengan pahala.  Akan tetapi tidak seharusnya dia membahayakan dirinya atau orang yang terkena musibah yang dibawanya dengan mengmudikan kendaraan dengan kecepatan tinggi atau menerobos lampu merah. Karena hal itu justru akan mengakibatkan orang yang sakit yang dibawanya terlambat sampai ke rumah sakit. Kepada orang yang meninggal yang disebabkan karena hal ini, kita doakan semoga diampuni Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberinya pahala karena niatnya yang baik. Dan hal ini tidak termasuk bunuh diri karena dia tidak berniat untuk membunuh dirinya, karena dia sebenarnya memiliki niat yang baik dengan membawa seorang yang sakit ke rumah sakit.

Wallahu a’lam

Sumber:

http://www.islamqa.com/ar/ref/89996

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: