أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Sampai Kapan Kelalaian Ini Berakhir?

Wahai saudaraku! Ketahuilah bahwasanya lalai adalah penyakit yang sangat berbahaya. Jika ia menimpa seseorang dan menguasainya, maka ia akan dapat membuatnya berpaling dati ketaatan dan dari beribadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Ia akan sibuk dengan senda gurau dan permaianan yang akan membuat jurang  pemisah antara dia dengan Rabb-nya. Jika pun dia beramal shalih maka dalam bentuk yan gkosong dari kekhusyukan, ketundukan, dan keikhlasan.[1]

Wahai orang-orang yang lalai! Bangunlah dan persiapkanlah apa yang akan terjadi pada hari kelak, hari dikumpulkannya seluruh manusia di padang mahsyar  untuk menghadap Allah Subhanahu Wa Ta’ala, Dzat pemilik langit dan bumi, bayangkanlah kejadian yang berat tersebut, niscaya hal itu akan mendorongmu untuk bersungguh-sungguh dengan perkara yang dapat mendekatkanmu kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jangan kau terlena dengan kesenangan-kesenangan yang menipu karena perkara itu akan datang dengan tiba-tiba, sedang engkau dalam kelalaian hingga berlalulah waktu beramal, sedang engkau menuai penyesalan dan kerugian. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala (artinya):

“Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya). (Q.S. An-Nahl: 1)

Dan juga firman-Nya (artinya):

“..Supaya jangan ada orang yang mengatakan, ‘Amat besar penyesalanku atas kelalainku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olok (agama Allah).” (Q.S. Az-Zumar: 56)[2]

Dua ayat di atas merupakan cambuk bagi setiap orang yang lalai untuk bangun dari kelalaiannya. Dan pada kesempatan kali ini juga akan kami tuliskan beberapa peringatan dan nasihat buat kami  dan kaum muslimin seluruhnya tentang perkara yagn ercela ini agar kita dapat menjaga diri dan menjauhinya. Selamat membaca.s   

 Makna Lalai

Berkata Imam al Asfahani Rahimahullah, “Lalai, yaitu lupa yang menimpa manusia diakibatkan karena kurang penjagaan dan perhatian.” (Mufradat Alfazh al Quran: 609)

Celaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya pada Sifat Lalai

Sifat lalai atau lengah merupakan sifat yang dicela oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya, bahkan semua manusia pun tidak menyukainya karena memang pada sifat tersebut banyak sekali keburukannya. Karena itu, banyak sekali kita jumpai dalam al Quran dan sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang menunjukkan tercelanya sifat tersebut.

Dalil dari al Quran

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (Q.S. Al A’raf: 205)

Dan firman-Nya:

“Mereka hanya mengetahui yang tampak (saja) dari kehidupan dunia sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (Q.S. Ar-Ruum: 7)

Dan masik banyak lagi ayat-ayat dalam al Quran yang mencela sifat lalai tersebut. (Lihat Q.S. Al Anbiya: 1, Qaf: 22, Yusuf: 3, Yasin: 6, Al Kahfi: 28, dan lain-lain.

 Dalil dari Hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Dan ketahuilah bahwasanya Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak akan mengabulkan doa dari hati yang lalai dan main-main.”[3]

 Akibat Buruk dari Sebuah Kelalaian

Ketahuilah wahai saudaraku! Bahwa setiap perkara yang dilarang dan dicela oleh agama pasti dalam perkara tersebut terseimpan keburukan yang membahayakan. Lalai mempunyai dampak buruk bagi kehidupan manusia. Di antara dampak buruk tersebut adalah:

  1. Termasuk perkara yang dilarang Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. (Q.S. Al A’raf: 205)
  2. Mendapat celaan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya. (Al Alnbiya: 1, Ar-Rum: 7)
  3. Diancam api neraka. (Q.S. Al A’far: 179)
  4. Menuai penyesalan kelak pada hari kiamat. (Q.S. Az-Zumar: 56)
  5. Termasuk orang yang melampuai batas. (Q.S. Al Kahfi: 28)

Muara Penyakit Ini Adalah “Fitnah Dunia”

Sumber utama yan gmembuat manusia lalai dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan kehidupan akhirat adalah berlebih-lebihan dalam masalah dunia. Berlebih-lebihan dan rakus terhadap dunia baik yang berkenaan dengan harta benda, pangkat dan jabatan, popularitas, wanita, hiburan-hiburan yang diharamkan dan perkara hina lainnya dari kehidupan dunia adalah muara dari kelalaian. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Bermegah-megahan adalah melalaikan kamu.”(At-Takatsur: 1)

Al Imam Asy-Syaukani Rahimahullah berkata: “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menjelaskan bahwasanya kesibukan, memperbanyak, dan berbangga-banggaan dalam perkara dunia termasuk hal yang tercela.”[4]  

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Sesungguhnya pada setiap umat terdapat fitnah dan fitnah ummatku adalah harta.”[5] Beliau juga bersabda, “Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku takutnkan pada kalian tapi aku takut kalau dunia dibentangkan kepada kalian sebagaiman telah dibentangkan pada orang-orang sebelum kalian, maka kalian akan saling berlomba-lomba sebagaimana mereka saling berlomba-lomba. Kalian dibinasakan sebagaimana mereka telah dibinasakan.[6]

Hasan al Basri Rahimahullah berkata, “Sejelek-jelek tempat bagi orang kafir dan munafik adalah dunia dimana mereka bersenang-senang pada malam hari sedang ia hanya mempunyai bekal menuju neraka.” Beliau juga mengatakan, “Demi Allah! Sungguh Bani Israil telah menyembah patung yagn sebelumnya mereka beribadah kepada Ar-Rahmah (Allah Subhanahu Wa Ta’ala) karena kecintaan mereka terhadap dunia.”[7]  

Yahya bin Mu’adz Ar- Razi Rahimahullah berkata, “Dunia adalah khamr-nya setan, barang siapa yang mabuk maka ia tidak akan sadar hingga sakaratul maut dalam keadaan menyesal bersama orang-orang yang rugi.”[8] 

Kiat-kiat Selamat dari Kelalaian

Setiap penyakit pasti ada obatnya baik penyakit fisik (badan) atau penyakit batin (hati). Kelalain adalah salah satu penyakit hati yang berbahaya yang hendaknya dihindari dan diobati karena malapetakan yang ia timbulkan amatlah besar. Di antara kiat-kiat agar kita terhindar dan lepas dari sifat-sifat lalai adalah:

Berdoa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Perbanyaklah doa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar terhindar dari sifat lalai, karena hanya Alah Subhanahu Wa Ta’ala satu-satunya Dzat yang dapat mengabulkan doa. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala maha malu lagi mulia, Ia malu pada hamba-Nya yang telah mengangkat kedua tangannya lalu dikembalikan dalam keadaan hampa.”[9]

Memanfaatkan waktu untuk beramal shalih

Sibukkanlah diri anda dengan menambah iman dan amal shalih, semisal: membaca al Quran, berdzikir, shalat sunnah, puasa, berbakti kepada orang tua, belajar, dan amal-amal shalih lainnya yang disyariatkan.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Dua nikmat yang manusia banak tertipu: nikmat sehat dan waktu luang.” (H.R. Al Bukhari: 6412).

Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma berkata, “Jika kamu di waktu sore jangan tunda sampai subuh dan jika kamu di waktu subuh jangan tunda sampa sore. Gunakan waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu dan gunakan masa hidupmu sebelum datang kematianmu.” (H.R. Al Bukhari: 6416)

Berkata Muhammad bin Abdul Baqi Rahimahullah, cucu dari Sahabat Ka’ab bin Malik Radhiyallahu Anhu, “Aku tidak pernah menyia-nyiakan sedikit pun dari waktuku pada permainan dan senda gurau.” (Dzail Thabaqat Hanabilah: 1/194, dan Anwarul Bayan fi Durusi Ramadhan: 76 karangan Hamd bin Ibrahim al-Utsman)

Introspeksi diri (muhasabah)

Termasuk kebaikan seorang muslim  adalah dengan menyibukkan diri dengan aib dan kekurangan diri sendiri, bukan sebaliknya dengan mencari-cari kesalahan orang lain. Umar bin Khaththab Radhiyallahu Anhu berkata,”Hisablah (hitunglah) diri kalian sebelum kalian dihidab.”

Merenungi ayat-ayat Allah Subhanahu Wa Ta’ala baik yang kauniyyah (alam semesta) ataupun yang syar’iyyah (Al Quran dan Sunnah)

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di Rahimahullah berkata, “Semakin sering seseorang menghayati al Quran maka ilmu, amal, dan bashirahnya (pengetahuannya) akan bertambah pula. (Tafsir Surah an-Nisa’: 82)

Mengingat kematian dan hari pembalasan

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus segala kelezatan.” Yaitu kematian.[10] Dikisahkan bahwasanya Hasan al Bashri Rahimahullah pernah menghadiri proses pemakaman jenazah dan ia melihat seorang kakek tua maka ia berkata pada kakek tersebut, “Wahai syaikh (orang yang sudah tua) saya ingin bertanya kepadamu. Bukankah kamu mengira  bahwasanya mayit ini ingin dikembalikan ke alam dunia agar bisa beramal dan bertaubat?” maka orang tua tadi menjawab, “Ya”. Maka Hasan al Bashri Rahimahullah berkata, “Lantas mengapa kita tidak seperti dia (untuk beramal dan bertaubat sebelum meninggal dunia).”[11] Imam Qurthubi Rahimahullah berkata, “Cukuplah kematian sebagai luka bagi hati, membuat air mata menangis, pemecah persatuan, penghancur kelezatan, dan pemutus amanah.”[12]

Penutup

Demikianlah pembahasan yang dapat kami hadirkan semoga dapat menambah ilmu dan amal shalih yang berkualitas dengan penuh kekhusyukan, ketundukan, ketenangan, dan keikhlasan. Dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu menjauhkan kita dari sifat lalai. Amin

 

Abu Dawud bin Jainan hafizhahullah

Diketik ulang dari Buletin Al Furqon Tahun ke-6 Vol. 8 No. 3, Terbit Dzulhijjah 1432 H  


[1] Fiqh Ad’iyyah wal Adzkar 1/50 karya Syaikh Prof. Dr. Abdurrazaq bin Abdul Muhsin Al ‘Abbad hafizhahullah.

[2] Inna fi Dzalika Ladzikra: 97 karya Syaikh Muhammad bin Riyad al Ahmad

[3] Hadits hasan, lihat Ash-Shahihah: 596 oleh Syaikh Al Albani

[4] Fathul Qadir 5/488

[5] H.R. Tirmidzi: 2336, Lihat Shahih at-Targhib waat Tarhib “: 3253

[6] H.R. al Bukhari: 4105 dan Muslim: 2961

[7] Az-Zuhd karangan Hasan al Bashri, 50-51

[8] Jami’ul ‘Ulum wal Hikam: 381

[9] Hadits Shahih, lihat Shahih Sunan Abi Dawud: 1488 karya Syaikh Al Albani Rahimahullah.

[10] Shahih Suna at-Tirmidzi 2/526

[11] Az-Zudh: 21

[12] At-Tadzkirah: 17

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: