أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Kafirkah Apakah Seorang Muslim Yang Meninggalkan Puasa Ramadhan?

Saya sekedar ingin berbagi. Melihat masih ada saudara kita yang merasa bahwa puasa itu tidak penting sehingga mereka meninggalkannya. Tidak jarang kita lihat saudara kita sedang asik nongkrong di kantin, padahal bulan puasa. Tapi, kita tidak bisa serta merta menvonis mereka sebagai kafir. Berikut beberapa artikel tentang hukum orang yang meninggalkan puasa yang saya kutip dari beberapa sumber. Silahkan menikmati…

Ada pertanyaan tentang orang yang shalat tapi tidak puasa:

يصلي ولكنه لا يصوم رمضان فهل يكفر ؟

هل يكفر تارك الصوم مادام يصلي ولا يصوم بدون مرض وبدون أي عذر ؟ .

Seseorang shalat tapi tidak berpuasa di bulan Ramadhan, apakah dia kafir?

Apakah seseorang yang meninggalkan puasa bulan Ramadhan selama dia masih shalat, dan dia tidak berpuasa bukan karena sakit atau udzur lainnya dihukumi kafir?

الحمد لله

Alhamdulillah

من ترك الصوم جحداً لوجوبه فهو كافر إجماعاً ومن تركه كسلاً وتهاوناً فقد ذهب بعض أهل العلم على تكفيره والصحيح أنه لا يكفر لكنه على خطر كبير بتركه ركناً من أركان الإسلام مجمع على وجوبه ويستحق العقوبة والتأديب من ولي الأمر بما يردعه وعليه قضاء ما تركه مع التوبة إلى الله سبحانه .

Orang yang meninggalkan puasa bulan Ramadhan dengan mengingkari kewajiban puasa maka dia kafir berdasarkan ijma’ (kesepakatan ulama). Orang yang tidak puasa bulan Ramadhan karena malas atau menganggap remeh menurut pendapat sebagian ulama adalah kafir, walaupun yang shahih adalah dia tidak kafir tapi dia berada dalam bahaya yang besar karena meninggalkan salah satu rukun islam yang disepakati wajibnya, dan dia harus menerima hukuman dan bimbingan dari pemerintah sedemikian rupa yang bisa menghalanginya untuk meninggalkan puasa. Dan dia wajib mengqadha puasa yang ditinggalkannya dengan disertai taubat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

والله اعلم .

انظر فتاوى اللجنة (10/143) .

Lihat fatawa Lajnah Daimah (10/143)[1]

Kemudian ada seseorang yang pernah bertanya kepada Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah:

سئل فضيلة الشيخ ـ رحمه الله تعالى ـ: هل يعتبر تارك الصيام تهاوناً وتكاسلاً مثل تارك الصلاة من حيث إنه كافر؟

Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya: Apakah orang yang meninggalkan puasa karena menganggapnya remeh atau malas tergolong sebagai orang kafir sebagaimana orang yang meninggalkan shalat?

فأجاب فضيلته بقوله: تارك الصيام تهاوناً وتكاسلاً ليس بكافر، وذلك لأن الأصل بقاء الإنسان على إسلامه حتى يقوم دليل على أنه خارج من الإسلام، ولم يقم دليل على أن تارك الصيام خارج من الإسلام إذا كان تركه إياه تكاسلاً وتهاوناً.

Asy-Syaikh menjawab: orang yang meninggalkan puasa karena meremehkannya atau malas tidak kafir, karena pada asalnya seseorang itu tetap Islam sampai datang indikasi yang menunjukkan bahwa dia telah keluar dari Islam. Dan tidak ada dalil yang menetapkan bahwa seseorang yang meninggalkan puasa karena malas dan lalai telah keluar dari Islam.

 وذلك بخلاف الصلاة فإن الصلاة قد جاءت النصوص من كتاب الله وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم وأقوال الصحابة رضي الله عنهم على أن تاركها ـ أي الصلاة ـ تهاوناً وكسلاً كافر.

Hal itu berbeda dengan shalat karena ada dalil dalam Al Quran, Sunnah Rasul-Nya Shallallahu Alaihi Wasallam, dan ucapan para sahabatnya Radhiyallahu Anhum bahwa orang yang meninggalkan shalat karena meremehkannya dan malas adalah kafir.

 قال عبدالله بن شقيق: «كان أصحاب رسول الله صلى الله عليه وسلم لا يرون شيئاً من الأعمال تركه كفر غير الصلاة»، ولكن يجب أن يُدعى هذا الرجل الذي ترك الصيام تكاسلاً وتهاوناً إلى الصوم، فإن أبى فإنه يُعزر حتى يصوم.

Abdullah bin Syaqiq berkata: “Para sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpendapat bahwa tidak ada suatu amalan yang jika ditinggalkan menyebabkan pelakunya menjadi kafir kecuali shalat”.[2] Orang yang meninggalkan puasa ini karena malas dan lalai harus selalu diajak untuk berpuasa, jika dia tetap menolak maka cela dia sampai dia mau puasa. [3]

Wallahu a’lam

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa melimpahkan petunjuknya kepada kita semua.

Semoga bermanfaat.


[1] http://www.islamqa.com/ar/ref/12654

[2]  Mengenai hukum bagi orang yang meninggalkan shalat, silahkan baca tulisan Syaikh Al Utsaimin Rahimahullah di http://www.islamhouse.com/d/files/id/ih_books/single/id_Hukum_Orang_Yang_Meninggalkan_Shalat.pdf

[3] http://www.egyig.com/muntada/showthread.php?t=2594

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: