أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

TAHRIR SQUARE & KESOMBONGAN SEBAGIAN WANITA KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA

Hari-hari belakangan ini, penggalangan massa untuk menggerakkan demonstrasi kembali menjadi tren sebagai sarana menyuarakan suara ‘keadilan’ versi mereka. Keberhasilan suatu gerakan untuk menggulingkan pemerintahan di negara tertentu bisa menginspirasi gerakan melawan pemerintah di negeri-negeri lain.

Tulisan ini tidak sedang mendudukkan sejauh mana pelanggaran syariat dalam pergerakan massa tersebut yang sering kali menyeret timbulnya kemaksiatan yang tidak bisa dibilang sedikit, akan tetapi ingin mengingatkan kembali akan sebuah musibah besar yang terjadi di salah satu nama tempat demonstrasi yang mencuat dalam media massa, Tahrir Square (Lapangan Tahrir) yang terletak di Kairo Mesir.

Nama Tahrir Square (Lapangan Tahrir), berasal dari bahasa arab yaitu harrara yuharriru tahriran yang bermakna kebebasan. Sehingga Tahrir Square berarti lapangan kebebasan. Itulah makna harfiah dari nama lapangan tersebut.

Asal muasal penamaan ini terkait dengan apa yang dilakukan oleh seorang Muslimah dari Mesir yang bernama Huda Sya’rawi yang meninggal pada tahun 1367 H. Pengaruh Barat pada orang-orang yang belajar di sana menular pada masyarakat Islam, termasuk orang ini. Kebebasan wanita yang didengungkan Barat pun memperdayai sebagian kaum Muslimah. Sebuah kebebasan yang sebenarnya justru menjerembabkan kaum wanita dalam jurang kehinaan dan kenistaan, jauh dari kehormatan yang terjaga.

Pada tahun 1337H, gerakan wanita menyuarakan kebebasan wanita bermula di Mesir di bawah komando seorang wanita bernama Huda Sya’rawi. Pertemuan pertama mereka lakukan di gereja Markus di Mesir tahun 1338H. Wanita Mesir inilah yang pertama kali mencampakkan pakaian kehormatan Muslimah dari dirinya dalam sebuah kejadian yang sangat mencabik kemuliaan syariat dan kehormatan umat. Adalah Sa’ad Zaghlul ketika kembali dari inggris dengan membawa segala perangkat untuk merusak Islam, dua rombongan menyambut kedatangannya, rombongan lelaki dan rombongan wanita. Begitu turun dari pesawat, ia berjalan menuju rombongan kaum wanita yang tampak mutahajjibat (mengenakan busana Muslimah sesuai dengan tuntunan syariat yang tidak mempertontonkan daya tarik wanita kepada khalayak). Huda Sya’rawi dengan hangat menyambutnya dengan busana muslimahnya, agar Sa’ad berkenan melepaskannya. Selanjutnya, Sa’ad melepaskan hijab wanita tersebut. kemudian terdengarlah tepuk-tangan dari hadirin dan serempak kaum Muslimah yang ada melepaskan hijab mereka masing-masing.

Kejadian kedua yang tidak kalah menyedihkan adalah seorang wanita Muslimah bernama Shafiyah binti Mushthofa Fahmi, istri Sa’ad Zaghlul, -semoga Allah Azza wa Jalla memberikan balasan yang setimpal- ia berada di tengah demonstran wanita di depan Istana Nil. Bersama-sama wanita lain, ia melepaskan hijab (jilbab) dan menginjak-injaknya untuk kemudian mereka bakar. Tempat pemberontakan mereka terhadap hukum Allah Azza wa Jalla itu, kemudian dikenal dengan Maidanut Tahrir, lapangan untuk membebaskan diri mereka.

Tempat ini menjadi saksi penistaan yang mereka lakukan terhadap agama ini. Kaki dan tangan mereka akan memberikan persaksian atas perbuatan mereka, saat mulut terkunci. Allah Azza wa Jalla berfirman:

الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَى أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Pada hari ini, Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan (QS. Yasin/36:65)

Pemberontakan wanita-wanita itu kepada Allah dan Rasul­-Nya kemudian diikuti oleh banyak negara yang sudah terpengaruh oleh pemikiran Barat dengan melarang kaum Muslimah mengenakan pakaian kehormatannya. Sebuah musibah bagi umat Islam layaknya api yang menyambar rerumputan kering. Sebut saja, Turki, Tunisia, Albania, Afganistan, Irak, dan negeri-­negeri Syam (Yordania, Libanon, Palestina dan Suria).

Sayangnya, mereka yang merasa bebas itu, pada hakekatnya telah terjerat oleh setan dan nafsu syahwat dan pelanggaran kepada Allah Azza wa Jalla. Mereka lebih suka diatur dan diperbudak oleh bisik rayu setan dan kaum kafir ketimbang mendengarkan dan menaati Allah Azza wa Jalla dan Rasul-Nya. Padahal, di bawah naungan Islam, kaum wanita terpelihara hak dan kehormatannya. Slogan tahrirul mar’ah (kebebasan wanita) dan al-musawaah (persamaan gender) cukup ampuh dalam menyeret sebagian wanita Muslimah untuk mengesampingkan aturan Allah Azza wa Jalla bagi mereka. Kedua slogan ini terus dikumandangkan dalam segenap lapisan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai media massa. Siapa yang lalai, dia akan terseret dan termakan syubhat yang telah dikemas rapi. Oleh karena itu, kita harus selalu waspada menjaga diri dan keluarga kita agar tidak mudah terpedaya.

Orang-orang yang memiliki tanggung jawab terhadap wanita seperti bapak, saudara atau suami hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dalam mengurusi dan menjaga wanita yang menjadi tanggungjawabnya. Mestinya mereka tahu sarana-sarana yang biasa dimanfaatkan oleh musuh-musuh Islam untuk menyebar racunnya sehingga bisa diantisipasi sedini mungkin. Kelalain terhadap hal ini bisa berakibat fatal. Betapa banyak orang dengan tanpa disadari telah menjerumuskan orang yang dicintainya ke lembah nista dengan dalih sayang.

Namun kesungguh-sungguhan pihak yang bertanggungjawab untuk melaksanakan kewajibannya terhadap kaum wanita tidak akan bisa berhasil baik tanpa dukungan dari wanita itu sendiri. Oleh karenanya, kaum wanita juga hendaknya senantiasa bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dalam segala hal. Bertakwa dalam ucapannya, diamnya dan gerakannya.

Akhirnya, semoga Allah Azza wa Jalla menganugerahkan petunjuk­Nya kepada seluruh umat Islam agar tidak mudah terpedaya dan agar istiqamah di jalan-Nya.

 

Diangkat dari Hirasatul Fadhilah, Syaikh DR. Bakr Abu Zaid him. 140-143.

@@@@@@@@@@@@@@

Dinukil dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/THN XIV/RABIUL TSANI 1432H/MARET 2011M. Gambar diambil dari http://www.guardian.co.uk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: