أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tafsir Surat Al-Kautsar

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadatnu nikmat yang banyak.” (QS. 108: 1)

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu; dan berkorbanlah.” (QS.108 : 2)

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

“Sesungguhnya orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. 108 : 3).

Mengenai basmalah telah .berlalu. penjelasannya.

Ada pendapat yang mengatakan. surat ini adalah surat Makkiyah dan pendapat yang lain mengatakan. surat Madaniyah. Makkiyah yaitu yang turun sebelum hijrahnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam   ke kota. Madinah, baik turunnya di Makkah atau Madinah, atau di perjalanan. Setiap surat yang turunnya sesudah hijrah disebut Madany (Madaniyah) dan yang sesudah hijrah disebut Makky (Makkiyah). Inilah pendapat yang rajih dari pendapat para ulama. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

 

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ

 

“Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.” (QS. 108 : 1).

Al–Kautsar menurut bahasa artinya kebaikan yang banyak. Allah Ta’ala telah memberi kebaikan yang sangat banyak kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dunia dan di akhirat.

Di antaranya sungai besar yang berada di dalam jannah dan terdapat dua pancuran yang memancarkan air ke telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Airnya lebih putih dari susu, lebih manis dari madu dan lebih wangi dari minyak kasturi.[1]

Di Hari Kiamat kelak telaga ini akan dipersiapkan bagi orang­-orang mukmin dari ummat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Bejananya sangat indah dan banyak, sebanyak bintang di langit.[2] Barangsiapa ketika di dunia berada di atas syariat, maka ia akan mendapatkan telaga ini di akhirat kelak. Jika tidak, maka ia pun tidak akan mendapatkan­nya. Di antara kebaikan yang diberikan kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam di dunia, sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir Radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

 

أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي الْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ وَأُحِلَّتْ لِي الْمَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً

 

“Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada nabi­nabi sebelumku. Aku ditolong dengan rasa takut yang ditimpakan atas musuh dari jarak perjalanan selama satu bulan, bumi dijadikan untukku sebagai masjid dan suci, jika seseorang dari umatku menemui waktu shalat, maka hendaklah ia melaksanakannya; aku diberi hak untuk memberi syafa’at; dihalalkan untukku harta ram       pasan; para nabi sebeluinku diutus khusus untuk kaumnya saja, adapun aku diutus untuk seluruh ummat manusia.”[3]

Inilah kebaikan yang banyak tersebut, beliau diutus untuk seluruh umat manusia yang berarti pengikut beliau lebih banyak dari pada pengikut para nabi yang lainnya. Dan sudah dimaklumi bahwa orang yang menunjukkan kepada suatu kebaikan sama halnya dengan orang yang melakukannya. Dan yang memberi petunjuk kepada umat yang besar ini yang melebihi umat lain ialah Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga
mendapat pahala bagi setiap umat yang melaksanakan kebaikan tersebut. Dan jumlah umat beliau tidak ada yang tahu kecuali Allah  Azza wa Jalla. Di antara kebaikan yang diberikan Allah kepada beliau adalah, tempat yang terpuji di Hari Kiamat kelak. Dan juga syafaat yang terbesar. Sesungguhnya pada Hari Kiamat kelak manusia akan ditimpa bencana hebat yang tidak sanggup dipikul. Maka mereka mencari-cari syafaat. Mereka mendatangi Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa, Nabi ‘Isa ‘Alaihimushshalatu wassalam. Sampai mereka mendatangi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, lantas beliau pun berdiri dan meminta syafaat. Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala memperkenankan per­mintaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan mengadili hamba-hamba-Nya. Inilah yang dimaksud dengan kedudukan yang terpuji tersebut yang mendapat pujian dari manusia pertama sampai yang terakhir seperti yang difirmankan Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

 

عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا

 

“…mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (QS. 17 : 79).

 

Jadi, yang dimaksud dengan al-kautsar ialah kebaikan yang banyak; di antaranya adalah telaga yang ada di dalam jannah, dan sudah tidak diragukan lagi bahwa telaga tersebut bernama Al-­Kautsar. Namun telaga ini bukanlah satu-satunya nikmat yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Setelah Allah Ta’ala menyebutkan banyak kebaikan yang telah Dia berikan, Dia berfirman: فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “shalatlah kepada Rabb-mu dan berudhhiyahlah sebagai tanda syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan nikmat besar yang telah Dia berikan. Yang dimaksud dengan shalat di sini ialah seluruh shalat. Pertama sekali shalat yang termasuk ke dalam ayat ini ialah shalat yang berkaitan dengan penyembelihan, yaitu shalat Idul Adha. Tetapi ayat tersebut lebih bersifat umum. فَصَلِّ لِرَبِّكَ yaitu shalat wajib, sunnah, shalat Id dan shalat Jum’at. وَانْحَرْ yaitu mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala dengan cara menyembelih hewan udhhiyah. Kata an-nahr ialah kata yang dipakai khusus untuk menyembelih unta. Adz-dzabh untuk penyembelihan sapi dan kambing. Di dalam ayat disebutkan an-nahr karena menyembelih unta lebih bermanfaat untuk si miskin dari pada menyembelih hewan lainnya. Oleh karena itu, ketika mengerjakan haji Wada’, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menyembelih seratus ekor unta. Enam puluh tiga ekor beliau sembelih dengan tangannya sendiri dan selebihnya disembelih oleh Ali bin Abi Thalib Radhiallahu Anhu. Kemudian beliau sedekahkan semuanya kecuali sepotong daging dari setiap unta, beliau letakkan di dalam panci lalu dimasak. Beliau makan dagingnya dan meminum kuahnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memerintahkan untuk menyedekahkannya sampai perhiasan dan kulit dari unta tersebut.[4] Perintah yang ada di dalam ayat ini merupakan perintah untuk beliau dan umatnya. Maka kita wajib  untuk mengikhlaskan diri dalam menunaikan shalat dan didalam 1 menyembelih hewan udhhiyah sebagaimana yang telah diperintahkan kepada Nabi kita (Muhammad) Shallallahu Alaihi Wasallam.

Kemudian Allah Subhanahu Wa Ta’ala. berfirman:

 

إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

 

“Orang-orang yang membenci kamu dialah yang terputus.” (QS. 108: 3).

Ayat ini lawan dari pemberian Al-Kautsar.    Artinya orang yang membencimu.      artinya kebencian. Seperti firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَنْ تَعْتَدُوا

 

“…janganiah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidil Haram, mendorong kamu berbuat aniay a (kepada mereka).” (QS. 5 : 2).

Yakni, janganlah kebencianmu mendorongmu untuk berbuat aniaya.

 

وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا

 

“Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.” (QS. 5 : 8).

Yakni, janganlah kebencianmu mendorongmu untuk berbuat tidak adil. Tetapi berlaku adillah! Karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Kata شَانِئَكَ dalam ayat إِنَّ شَانِئَكَ artinya yang mem­bencimu. ‘Huwal abtar’ ialah isim tafdhiil dari batarun artinya terputus, yaitu dia yang terputus. Yang terputus dari segala kebaikan. Karena orang kafir Quraisy berkata: “Muhammad itu abtar”, artinya yang tidak mernpunyai kebaikan, keberkahan dan tidak ada keberkahan dalam mengikutinya.

Ketika anak beliau Al-Qasim meninggal, orang kafir Quraisy berkata: “Muhammad abtar, tidak mempunyai anak, kalaupun lahir tidak akan ada lagi keturunannya.” Maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala menjelaskan bahwa yang abtar adalah mereka yang membenci Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.

Terputus atas mereka segala kebaikan dan tidak mendapat keber­kahan serta kehidupannya akan tersesali. Jika seseorang membenci Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berarti ia juga membenci syariat yang dibawanya. Barangsiapa yang membenci syariat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau mennbenci salah satu dari syariat tersebut; atau membenci suatu ketaatan yang dilakukan sebagai ibadah di dalam Islam, maka orang tersebut kafir, keluar dari agama Islam. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

 

ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

 

“Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka.” (QS. 47: 9).

Tidak ada penghapusan amal kecuali karena kekafiran. Barang­siapa yang benci melaksanakan shalat, maka ia telah kafir walaupun ia melaksanakannya Barangsiapa benci untuk menunaikan zakat, maka ia telah kafir walaupun ia melaksanakan shalat. Jika ia rnerasa berat rnelaksanakannya dengan tidak dibarengi kebencian, berarti ia mempunyai salah satu dari sifat orang munafik, namun ia tidak dikatakan kafir. Jadi sudah jelas perbedaan antara orang yang mengerjakan karena merasa berat dengan orang yang melaksanakan karena benci.

Kesimpulannya, bahwa ayat ini menjelaskan tentang nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berupa kebaikan yang sangat banyak. Kemudian Allah Ta’ala memerintah­kan agar mengikhlaskan diri dalam melaksanakan shalat, menyem­belih hewan dan melaksanakan seluruh ibadah lainnya. Kemudian Dia menerangkan, barangsiapa yang membenci Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam atau membenci salah satu dari syariatnya, maka orang tersebut telah terputus dari segala kebaikan dan keberkahan. Nasalullaha al -`afiah wassalamah, kita memohon kesejahteraan dan keselamatan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

 

Dinukil dari Tafsir Juz ‘amma Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, penerbit at-Tibyan, diterjemahkan oleh Ustadz Abu Ihsan al-Atsari.

 

 

 

 

 


[1] HR. At-Tirmidzi, dalam kitab Tafsir, bab: Dan dari surat Al-Kautsar, no. (3361). Ia berkata: “Hadits hasan shahih.”

 

[2] HR. Muslim, dalam kitab Al-Fadhail, bab: Penetapan adanya telaga Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan ciri-cirinya, no. (2300-2301).

 

[3] HR. Al-Bukhari, dalam kitab AtTayammum, bab: Firman Allah Ta’ala (335). Muslim dalam kitab Shalat, bab: Masjid-masjid dan tempat-tempat shalat, no. (521) (3). Dari hadits Jabir Radhiallahu Anhu.

[4] HR. Al-Bukhari dalam kitab AlHajj, bab: Bersedekah dengan perhiasan unta, no. (1718). Muslim dalam kitab AlHajj, bab: Bersedekah dengan daging sem­belihan dan perhiasan sembelihan tersebut, no. (1317) (348). Hadits lengkapnya dari Jabir bin Abdullah Radhiallahu Anhu: “Kemudian beliau pergi ke tempat sembelihan dan menyembelih enam puluh tiga ekor ternak sendirian saja, sedangkan sisanya diberikan kepada Ali yang kemudian ikut menyembelihnya. Selanjutnya beliau menyuruh para shahabat untuk mengurus potongan-potongan daging lalu memasukkannya ke dalam periuk besar buat dimasak. Beliau ikut serta menik­matinya.”

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 13, 2010 by in Al Quran and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: