أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

UCAPAN KAUM SALAF TENTANG KHASYYAH (TAKUT) DAN TANGISAN

Sesungguhnya ucapan-ucapan kaum Salaf Rahimahumullah tentang masalah ini menjelaskan kepada kita betapa agung kedudukannya dalam pandangan mereka.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma bahwa beliau pernah berkata: “Demi Allah, aku menangis sehingga meleleh air mata membasahi pipiku lebih aku sukai daripada bersedekah seribu dinar.”[1]

Sa’id bin Jubeir Radhiyallahu Anhu berkata: “Sesungguhnya hakikat takut itu adalah engkau takut kepada Allah. Sehingga rasa takutmu itu mencegahmu berbuat maksiat. Itulah hakikat takut”.

Diriwayatkan dari Khalid bin Ma’dan bahwa Ka’ab Al-Ahbaar berkata: “Menangis karena takut kepada Allah lebih aku sukai da­ripada bersedekah emas seberat diriku”.

Ubeidullah bin Ja’far berkata: “Tidak ada sesuatu yang lebih meningkatkan agama seorang hamba, selain rasa takutnya kepada Allah.”

Muhammad bin Al-Munkadiri apabila menangis beliau menyeka wajah dan janggut beliau dengan air mata. Beliau mengatakan: “Disampaikan kepadaku bahwa naar tidak akan menyentuh anggota tubuh yang dibasahi air mata”.

Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dari Ziyad Al-‘Anbari bahwa beliau berkata: “Sesungguhnya Allah berfirman: “Demi keper­kasaan-Ku, tidaklah seorang hamba menangis karena takut ke­pada-Ku melainkan Aku akan melindunginya dari siksa-Ku”.

Diriwayatkan dari Al-Hasan Al-Basri, beliau berkata: “Sesung­guhnya kedua mata menangis dan sesungguhnya hati menjadi saksi atas kedustaan keduanya. Kalaulah seorang hamba menangis di hadapan orang banyak karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati karena tangisannya.” Dan perkataan yang sejenis dengan ini adalah perkataan Syahar bin Hausyab, yang berkata: “Hati mereka serupa sehingga serupa pulalah perkataan mereka.”

Wahab bin Munabbih berkata: “Sesungguhnya orang yang menangis karena takut kepada Allah dan orang yang sabar di atas ke­taatan akan diberikan kepadanya pahala mereka tanpa hisab.”

Ka’ab Al-Ahbaar berkata: “Tidaklah tersentuh api naar selamanya seorang lelaki yang menangis karena takut kepada Allah lalu menetes air matanya ke atas bumi, sehingga tetesan air hujan yang membasahi bumi kembali ke langit.”

Khalid bin Ma’daan berkata: “Tidaklah seorang hamba menangis karena takut kepada Allah, melainkan akan khusyuklah ang­gota tubuhnya.”

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Said As-Siraaj, beliau ber­kata: “Suatu hari kami bersama Al-Hasan, beliau sedang menyam­paikan kata-kata nasihat. Lalu menangislah seorang lelaki di sudut majelis. Al-Hasan berkata: “Wahai orang yang menangis, teguhkanlah”. Atau beliau berkata: “Batasilah”. Sesungguhnya telah sampai kepada kami bahwa orang yang menangis karena takut kehada Allah akan dirahmati pada hari kiamat”.

Ja’far bin Sulaiman Adh-Dhabu’i berkata: “Pada suatu hari Malik bin Dinar menyampaikan kata-kata nasihat. Beliau berbicara, lalu meangislah Hausyab bin Muslim. Malik menepuk pundak Hausyab deiigan tangannya lalu berkata: “Menangislah wahai Abu Bisyr, sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa seorang hamba yang senantiasa menangis akan membuat Rabb-nya kasihan kepadanya lalu ia akan dibebaskan dari naar.”

Imran bin Khalid Al-Khuza’i berkata: “Aku mendengar Farqad As-Sabkhi berkata: “Aku membaca di salah satu buku: “Katakanlah kepada orang-orang yang menangis karena takut kepada Allah, sambutlah kabar gembira, sesungguhnya kalianlah yang pertama kali mendapat rahmat apabila rahmat itu turun.

Shalih Al-Murri berkata: Telah sampai kepadaku dari Ka’ab Al-Ahbaar bahwa ia berkata: “Barangsiapa yang menangis karena takut akan dosanya, maka ia akan diampuni. Barangsiapa yang menangis karena rindu kepada Allah, niscaya ia akan melihat-Nya.”

I)iriwayatkan dari Zaadaan Abu Umar Al-Bajali, beliau berkata: “Telah sampai kepada kami bahwa siapa saja yang menangis karena takut akan naar, niscaya Allah akan melindunginya dari naar. Barangsiapa yang menangis karena rindu kepada jannah, niscaya Allah akan menempatkannya dalam jannah”.

Yazid bin Abdillah Ar-Raqqasyi berkata: “Telah disampaikan kepadaku bahwa barangsiapa yang menetes air matanya karena takut kepada Allah, niscaya ia akan diberi keamanan pada hari kiamat”.

Abdul Wahid bin Zaid pernah berkata: “Wahai saudara-saudaraku, tidakkah kalian menangis karena rindu kepada Allah? Ketahuilah, bahwa siapa saja yang menangis karena rindu kepada Rabb-nya, niscaya ia tidak akan dihalangi dari melihat kepada-Nya. Wahai saudara-saudaraku, tidakkah kalian menangis karena takut akan naar? Ketahuilah, barangsiapa yang menangis karena takut akan naar niscaya Allah akan melindunginya dari naar. Wa­hai saudara-saudaraku, tidakkah kalian menangis karena takut terhadap kehausan pada hari Kiamat? Ketahuilah, barangsiapa yang menangis karena takut terhadapnya niscaya Allah akan memberi­nya minum di hadapan seluruh makhluk pada hari Kiamat. Wahai saudara-saudaraku, tidakkah kalian menangis? Sungguh, tangisilah air yang sejuk saat di dunia, semoga Allah memberimu minum dengannya bersama sebaik-baik orang yang menyesal dan para sahabat”. Kemudian beliau menangis sehingga tak sadarkan diri”.

Umar bin Dzar berkata: “Tidaklah aku melihat seorang yang menangis melainkan tergambar olehku bahwa rahmat sedang turun”.

Abdullah bin ‘Aun pernah berkata: “Sesungguhnya orang-orang sebelum kita, mereka memberikan bagian dunia dari yang tersisa dari bagian akhirat. Akan tetapi kalian sekarang memberikan ba­gian akhirat dari yang tersisa dari bagian dunia”.

Abu Ma’syar berkata: “Aku melihat Abdullah bin ‘Aun mena­ngis dalam majelis Abu Hazim. Beliau mengusap wajah dengan air mata dan berkata: “Telah disampaikan kepadaku bahwa naar tidak akan menyentuh bagian tubuh yang terseka air mata.”

Diriwayatkan dari Al-Harits bin ‘Umeir, beliau berkata: “Umar bin Abdil Aziz berkata kepadaku: “Wahai Abul Juudi, raihlah air mata yang menetes di pipimu karena Allah”.

Diriwayatkan dari Hammad bin Yahya Al-Abahh, beliau berkata: “Aku mendengar Muhammad bin Wasi’ saat melihat seorang lelaki yang sedang menangis, beliau berkata: “Telah sampai kepada kami bahwa orang yang menangis itu dikasihi. Barangsiapa yang mampu menangis maka menangislah. Dan seperti apa yang dirasakannya maka tangisilah dia”.

Diriwayatkan dari Zaid bin Aslam, beliau berkata: “Aku mendengar Abu Hazim berkata: “Telah disampaikan kepada kami bahwa menangis karena takut kepada Allah adalah pintu rahmat-Nya”.

Diriwayatkan dari Hakim bin Ja’far, beliau berkata: “Aku mendengar Sufyan bin Uyainah berkata: “Menangis adalah salah satu pintu taubat, tidakkah engkau lihat orang yang menangis itu, Iembut hatinya dan menyesal terhadap perbuatannya.”

Diriwayatkan dari Hamzah Al-A’maa, beliau berkata: “Ibuku membawaku kepada Al-Hasan, ia berkata: “Wahai Abu Sa’id, aku ingin anakku ini belajar denganmu. Semoga Allah memberi manfaat dari anak ini.”

Maka akupun pulang pergi belajar kepada beliau. Pada suatu hari beliau berkata kepadaku: “Wahai anakku, senantiasalah bersedih atas kebaikan akhirat, semoga ia menyampaikanmu kepada­nya. Menangislah saat sendiri, semoga Allah melihatmu kemudian mengasihanimu, sehingga engkau termasuk orang-orang yang beruntung.”

Maka pada suatu hari aku datang ke rumah beliau sementara ia sedang menangis. Lalu aku menemui baliau di tengah keramaian dalam  keadaan sedang menangis”. Kadang kala aku datang sementara beliau sedang shalat, aku bisa mendengar tangisan dan sesegukan beliau. Pada suatu hari aku berkata kepada beliau: “Wahai Abu Sa’id, engkau ini sering kali menangis.” Beliaupun mena­ngis dan berkata: “Wahai anakku, apa yang harus dilakukan oleh seorang mukrnin selain menangis. Wahai anakku, sesungguhnya tangisan itu akan membawa rahmat. Kalaulah engkau mampu mengisi hidupmu dengan menangis maka lakukanlah, semoga Allah meli hatmu dalam keadaan menangis lalu Dia merahmatimu. Dan engkau akan selamat dari naar.”

Diriwayatkan dari Ismail bin Dzakwan, beliau berkata: “Iyas bin Mu’awiyah dan ayahnya masuk ke dalam masjid. Di dalamnya ada seseorang yang sedang menyampaikan nasihat. Maka semua yang hadir menangis kecuali Iyas dan ayahnya.

Setelah selesai dan para hadirin bubar Mu’awiyah bin Qurrah berkata kepada anaknya: “Apakah menurutmu kita adalah sebu­ruk-buruk orang yang hadir dalam majelis?”

Iyas berkata: “Sesungguhnya yang penting itu adalah hati yang menjadi lembut. Seperti halnya hati itu cepat menangis begitu pula hati cepat terserang fitnah.”

Mu’awiyah berkata: “Aku tidak paham apa yang engkau katakan wahai anakku. Hanya saja mereka terburu-buru mengejar kelembutan hati dan terburu-buru mengharap rahmat.”

Abdi Rabbihi bin Ubeid Al-Azdi berkata: “Suatu hari kami ber­sama Mu’awiyah bin Qurrah. Beliau mengingatkan sesuatu. Maka menangislah seorang lelaki di sudut majelis. Mu’awiyah bin Qurrah berkata kepadanya: “Semoga Allah mengabulkan hara­panmu dan memberi apa yang engkau tangisi.” Maka meledaklah suara tangisan dalam halaqah tersebut.”

Farqad As-Sabkhi pernah menangis sehingga jatuh sakit kare­nanya. Ada yang menanyakan tentang hal itu kepada beliau, maka beliaupun berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa setiap mata yang menangis karena takut kepada Allah tidak akan tersentuh panasnya hembusan naar pada hari Kiamat.” Beliau sering mena­ngis dan membuat rekan-rekan beliau menangis.

Diriwayatkan dari Abu Imran Al-Juuni, beliau berkata: “Setiap amal kebaikan ada balasannya, dan semuanya adalah kebaikan. Kecuali air mata yang menetes dari mata seorang hamba, tidak ada timbangan dan takaran tertentu baginya, sehingga air mata dapat memadamkan lautan api naar.”

Dinukil dari Al-Khasyyah wal-Baka’, edisi Indonesia Tangis Para Salaf, Pengarang: Shalih bin Shuwailih Al-Hasawy, Penerbit: Daar An-Nabaa’, hal. 27-32, Penerjemah: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsari.


[1]Diriwayatkan oleh Ad-Daarimi.

One comment on “UCAPAN KAUM SALAF TENTANG KHASYYAH (TAKUT) DAN TANGISAN

  1. Ping-balik: Tweets that mention UCAPAN KAUM SALAF TENTANG KHASYYAH (TAKUT) DAN TANGISAN « أبوفقيه Amaz -- Topsy.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 15, 2010 by in Tazkiyatun Nafs and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: