أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Ungkapan Yang Dianggap Hadits


اعمل لدُنيْاك كأنّكَ تعيشُ أبداً، واعْمَلْ لآخِرَتِكَ كأنَكَ تَمُوتُ غداً


“Bekerjalah untuk duniamu, seakan-akan engkau hidup selamanya. Dan beramallah untuk akhiratmu, seakan-akan esok hari engkau meninggal dunia.”(1)
Ini adalah perkataan yang diucapkan oleh Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma.

Keterangan:

Islam datang menyeru umatnya untuk banyak bekerja, tidak cenderung bergantung kepada orang lain dan bermalas-malasan. Islam menanamkan cita-cita guna menambah amal. Sehingga manusia mengira bahwa ia hidup di dunia untuk selamanya. Hanya saja ia tidak akan lupa dengan bagiannya untuk akhirat. Ia akan menjadikan amal di dunia sebagai ladang untuk akhirat yang akan mewujudkan kebahagiaan yang disyariatkan untuknya dan orang lain. Ia mengabaikan amal yang dapat dimanfaatkan oleh seorang hamba, untuk kemudian disimpan guna dimanfaatkan pada hari bertemu dengan Tuhan (Hari Kiamat: yaum liqa’).

Perkataan di atas tidak termasuk perkataan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam.

Hadits shahih yang berkaitan dengan konteks masalah di atas Rasullah bersabda:


أحب الأعمال إلى الله أدوامها وإن قل


“Pekerjaan yang paling dicintai Allah adalah pekerjaan yang (dilakukan secara rutin, meskipun sedikit.”(2)

Hadits di atas merupakan seruan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Salim untuk beramal dengan maksimal menurut kadar kemampuan. Maksud term amal di sini bukan berarti ketaatan saja, melainkan seluruh pekerjaan bermanfaat yang dapat dimanfaat¬kan oleh dirinya dan orang lain, serta dapat mewujudkan kebaikan bagi manusia. Hadits ini juga merupakan seruan atas kenyataan bahwa manusia tidak dibebankan sesuatu yang berada di luar kemampuannya. Karena terdapat kesulitan dan kesempitan di sana.

Diambil dari Ungkapan Populer Yang Dianggap Hadits Nabi, DR. Muhammad Fuad Syakir, Penerbit Pustaka al-Kautsar, hal. 88-89.

________

1. Al-Albani, As-SilsilahAdh-Dhaifah, jilid 1, hlm. 20, hadits no. 8. Ia berkata, “Tidak ada sumber yang menjadikannya hadits marfu ; kendati telah populer di kalangan umat akhir-akhir ini.” Ia melanjutkan, “Namun saya telah mendapatkan sumber hadits marfu’ yang diriwayatkan Ibnu Qutaibah dalam hadits yang gharib, jiid 1, hlm. 46. As-Sajastani menyampaikan kepadaku, Al-Ashihhah menyampaikan kepada kita, dari Hammad bin Salmah, dari Ubaidillah bin A1-Aydzar, dari Abdullah bin Umar bahwa ia berkata, …”(kemudian menyebutkan perkataan di atas yang dimauqufkan kepada Ibnu Umar) hanya saja redaksinya, “Bajaklah (uhruts) untuk duniamu…”

2. Muttafaq Alaih, Fathul Bari, jilid 10, hlm. 314, hadits no. 5861. HR. Muslim dengan syarah Nawawi, jilid 3, hlm. 329, hadits no. 783.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 13, 2010 by in Hadits and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: