أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hukum Mengadopsi Anak

Seorang wanita penanya berkata, bahwa dia telah menikah namun Allah belum mengaruniai anak kepadanya. Oleh karena itu, apakah boleh atau tidak ia mengadopsi seorang anak yang ia nisbatkan kepada dirinya dan suaminya? Jika boleh, bagaimanakah keadaan anak yang boleh diadopsi tersebut? Maksudnya, anak yang diketahui kedua orang tuanya, akan tetapi keduanya telah meninggal, seperti anak yatim misalnya, ataukah anak yang tidak diketahui kedua orang tuanya?

 

Jawab:

Kebiasaan mengadopsi anak pernah ada pada zaman jahiliyah, lalu Islam membatalkannya dan melarangnya. Jadi anak yang diadopsi itu bukan mahram bagi yang mengadopsi. Karena seorang anak hanya boleh dinisbatkan (dinasabkan) kepada kedua orang tuanya yang sebenarnya, tidak boleh dinasabkan kepada orang yang mengadopsinya.

Allah berfirman, yang artinya:

Dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya, dan Dia menunjukkan jalan (yang benar). Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. (QS at Ahzab/33:4-5).

 

Oleh karena itu, wajib bagi kaum Muslimin untuk menjauhi masalah berbahaya ini, sebuah masalah yang dibatalkan dan dilarang oleh Islam. Dan tidak ada yang menghalangi seorang muslim berbuat balk kepada anak yatim atau anak kecil yang tidak memiliki wali yang mengurusi pendidikan mereka. Dalam berbuat balk kepada mereka terdapat pahala yang besar, namun jangan diadopsi.

Al Muntaqa min Fatawa Fadhilatisy-Syaikh Shalih bin Fauzan (4/197).

 

Sumber: Majalah As-Sunnah Edisi 04/TAHUN XI/1428H/2007M

berkaitan dengan permasalahan ini silahkan lihat artikel Anak Pungut (Laqiith)

One comment on “Hukum Mengadopsi Anak

  1. Ping-balik: Anak Pungut « أبوفقيه Amaz

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 13, 2010 by in Fiqih and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: