أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tata cara Shalat Orang Yang Sakit (Pasien)

  1. Wajib berdiri semampunya ketika shalat.
  2. Bagi yang tidak sanggup berdiri boleh shalat sambil duduk. Lebih dianjurkan  untuk duduk bersila.
  3. Jika tidak sanggup duduk maka boleh shalat sambil berbaring miring dengan menghadapkan kepala ke arah kiblat, dianjurkan untuk berbaring miring dengan bertumpu pada perut bagian kanan (berbaring miring ke kanan).
  4. Jika tidak sanggup shalat sambil tidur miring, maka diperbolehkan shalat telentang dengan kaki menghadap ke kiblat.
  5. Bagi yang sanggup berdiri tetapi tidak sanggup ruku’ dan sujud, hal itu tidak menggugurkan kewajibannya untuk berdiri. Dia tetap harus berdiri dengan sedikit menundukkan kepalanya untuk  menandakan ruku’ dan duduk dengan sedikit membungkukkan badan untuk menandakan sujud.
  6. Jika menderita sakit mata dan dokter yang terpercaya mengharuskan dirinya shalat sambil terlentang demi kesembuhan matanya, dia boleh shalat sambil terlentang.
  7. Bagi yang tidak sanggup ruku’ dan sujud, maka dia cukup sedikit menundukkan kepalanya untuk menandakan dia sedang ruku’ atau sujud, dimana untuk menandakan sujud menundukkan kepalanya lebih rendah daripada ketika menandakan ruku’.
  8. Jika tidak sanggup sujud saja, maka dia ruku’ dan menundukkan kepalanya untuk menandakan dirinya sedang sujud.
  9. Bagi yang tidak sanggup membungkukkan punggungnya, boleh menundukkan kepalanya. Jika mengalami pembungkukan pada tulang belakangnya
  10. Jika memberikan isyarat dengan kepala juga tidak sanggup, maka hendaklah dia bertakbir, membaca ayat, dan cukup meniatkan dalam hatinya untuk berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, bangkit dari sujud, duduk di antara dua sujud, duduk tasyahud, dan berdo’a. Adapun perbuatan sebagian orang yang sakit menggunakan isyarat dengan jari itu tidak ada tuntunannya.
  11. Jika ketika di tengah shalat merasa mampu melakukan yang sebelumnya dia merasa kesulitan melakukannya,  baik berdiri, duduk, ruku’, sujud, atau memberi isyarat, maka lanjutkan sesuai dengan keadaannya tanpa harus mengulang yang sebelumnya.
  12. Jika orang yang sakit atau lainnya terlewat waktu shalat karena tertidur atau lupa wajib shalat ketika dia terbangun atau ketika dia ingat. Dia tidak boleh meninggalkannya sampai masuk waktu shalat yang sama di lain hari.
  13. Tidak boleh meninggalkan shalat dalam keadaan apa pun, bahkan wajib bersemangat ketika menunaikannya baik ketika sehat maupun sakit. Karena shalat merupakan tiangnya agama dan kewajiban yang paling agung setelah membaca dua syahadat. Seorang muslim tidak boleh menunda shalat fardu sampai terlewat waktunya, walaupun dalam keadaan sakit selama masih sehat akalnya. Wajib menunaikan shalat pada waktunya sesuai dengan kemampuannya sebagaimana telah ada perinciannya di atas. Adapun tindakan sebagian orang yang sakit yang mengakhirkan shalatnya sampai dia sembuh adalah tindakan yang tidak diperbolehkan karena tidak ada tuntunannya dalam syariat.
  14. Jika berat bagi si sakit untuk melaksanakan shalat pada waktunya, maka diperbolehkan untuk menjamak antara Dhuhur dan Ashar, Maghrib dan Isya’ baik dengan jamak takdim atau pun ta’khir terserah mana yang dianggap lebih mudah. Dia boleh mendahulukan ashar daripada dhuhur, atau mendahulukan dhuhur dari ashar. Begitu juga isya’ dan maghrib, dia boleh mendahulukan isya’ dari maghrib atau sebaliknya. Sedangkan shalat subuh tidak boleh dijamak dengan shalat isya’ atau dhuhur.

sumber : http://www.alifta.com, fatwa No. 17798

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 8, 2010 by in Fiqih and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: