أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Buang Angin Tidak Perlu Istinja

Apabila saya telah berwudhu kemudian saya buang angin, haruskah saya membersihkan qubul dan dubur atau cukup berwudhu saja tanpa membersihkan dubur?

Kemudian apabila saya tertidur lelap dan sebelumnya saya berwudhu, apakah saya cukup berwudhu atau harus membersihkan qubul dan dubur ketika kembali wudhu?

Jawab:

Bersuci karena buang angin dan tertidur lelap cukup dengan berwudhu’, kita tidak perlu membersihkan dua farji kita.

Wabillahit taufiq, semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa mencurahkan shalawat serta salam kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam.


إذا كنت متوضأ وخرج مني ريح ، هل أغسل القبل والدبر أو يكفي الوضوء وعدم غسل الدبر ؟
إذا نمت نوما عميقا وأنا على وضوء ، هل يكفي الوضوء أو أقوم بغسل القبل والدبر في الوضوء ؟


يكفي في الطهارة من خروج الريح والنوم الوضوء فقط ، ولا يجب في ذلك غسل الفرجين .
وبالله التوفيق ، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم .


اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 1, 2010 by in Fiqih and tagged , , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: