أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Posisi Makmum

Manakah yang lebih utama, Shalat di sebelah kanan  imam atau di sebelah kirinya? Dan mana yang lebih utama shaf  yang di sebelah kanan imam atau yang sebelah kiri?

Jawab:

Alhamdulillah

“Apabila hanya satu orang yang shalat bersama imam maka dia berdiri di sebelah kanan imam, tidak boleh di sebelah kirinya, berdasarkan hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma dimana dia bermalam di rumah bibinya maymunah Radhiyallhu Anha. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bangun untuk shalat malam, dan Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu bangun bersamanya dan berdiri di sebelah kirinya. Kemudian Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam meraihnya kemudian menjadikannya berdiri di sebelah kanannya. Ini menunjukkan bahwa makmum yang sendirian harus berdiri di sebelah kanan, tidak di sebelah kiri imam.

Adapun apabila makmum lebih dari satu maka mereka berdiri di belakang imam dan shaf yang berada di sisi kanan imam lebih utama daripada shaf yang di sisi kiri, ini apabila kedua sisi sama dekatnya. Apabila sisi kanan jauh dari imam maka sisi kiri yang lebih dekat dengan imam yang lebih utama.

Berdasarkan hal inilah, tidak dianjurkan bagi para makmum  untuk berada di sisi kanan imam semua sementara di sisi kiri hanya ada satu atau dua orang makmum. Hal itu disebabkan karena yang disyariatkan apabila ada tiga orang yang shalat berjamaah maka yang menjadi imam harus berdiri di antara keduanya, salah satu makmum berada di sisi kanannya dan satunya lagi di kirinya. Keduanya tidak boleh berada di sisi kanan imam. Ini menunjukkan bahwa imam harus berada di tengah.

Kesimpulan:

Sisi kanan lebih utama apabila kedua sisi sama atau berdekatan. Sedangkan  jika sisi kanan lebih panjang (sehingga jauh dari imam) , maka sisi kiri lebih utama karena lebih dekat dengan imam.

Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu Utsaimin (12/84)”

Wallahu A’lam

أيهما أفضل الصلاة عن يمين الإمام أم عن يساره؟ وأيهما أفضل يمين الصف أو يساره؟

 

الحمد لله
“إذا كان لا يصلي مع الإمام إلا رجل واحد فإن المأموم يقف عن يمينه ، ولا يقف عن يساره، لحديث ابن عباس رضي الله عنهما أنه بات عند خالته ميمونة رضي الله عنها فقام النبي صلى الله عليه وسلم بالليل ، فقام ابن عباس عن يساره فأخذه ورائه وأقامه عن يمينه، فهذا دليل على أن المأموم إذا كان واحداً فإنه يكون عن اليمين ولا يكون عن اليسار.
أما إذا كان المأموم أكثر من واحد فإنه يكون خلفه ويمين الصف أفضل من يساره وهذا إذا كانا متقاربين، فإذا بعد اليمين بعداً بيناً فإن اليسار والقرب من الإمام أفضل.
وعلى هذا ؛ فلا ينبغي للمأمومين أن يكونوا عن يمين الإمام حتى لا يبقى في اليسار إلا رجل أو رجلان، وذلك لأنه لما كان المشروع في حق الثلاثة أن يكون إمامهم بينهم كان أحدهما عن يمينه والآخر عن يساره، ولم يكونوا كلهم عن اليمين، فدل هذا على أن يكون الإمام متوسطاً في الصف أو مقارباً.

والخلاصة: أن اليمين أفضل إذا كانا متساويين أو متقاربين، وأما مع بعد اليمين فاليسار أفضل، لأنه أقرب إلى الإمام” انتهى .
“مجموع فتاوى الشيخ ابن عثيمين” (12/184) .

والله أعلم .

http://www.islamqa.com/ar/cat/91

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 3, 2010 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: