أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Mendatangi Peramal atau Dukun

Sabda Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam. “Shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari” dan Sabda beliau, “Maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.”

Pertanyaan:

Bagaimana menggabungkan antara dua hadits, pertama menyebutkan:

“orang yang mendatangi peramal dan ia bertanya sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.”

Dan hadits

“Orang yang mendatangi peramal atau dukun dan ia mempercayainya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.”

Apakah keyakinan orang yang bertanya tersebut bersifat langgeng atau sementara. Maksudnya, apakah orang tersebut mempercayai peramal atau dukun itu hanya pada saat ia bertanya sesuatu ataukah ia mempercayai selamanya, yakni seseorang bertanya kepada peramal dan peramal itu menunjukkannya…?

Jawaban:

Dalam lafadz hadits yang pertama tidak disebutkan “dan ia mempercayainya”, tetapi hanya dikemukakan “orang yang mendatangi  peramal dan ia bertanya sesuatu kepadanya, maka shalatnya tidak akan diterima selama empat puluh hari.” Di dalamnya tidak disebutkan tentang keyakinan orang yang bertanya kepada  peramal tersebut.

Sedangkan pada hadits yang kedua terdapat ungkapan “dan ia mempercayainya”. Di dalamnya tidak disebutkan tentang keyakinan orang bertanya kepada peramal tersebut.

Sedangkan pada haidts yang kedua terdapat ungkapan “dan ia mempercayainya”. Letak kekafiran orang ini terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah jika dia meyakini bahwa peramal atau dukun itu benar, sementara perkara tersebut merupakan perkara ghaib dan yang akan dating. Sesungguhnya keyakinan itu mengandung kekafiran berdasarkan firman Allah Ta’ala,

“Katakanlah, tidak ada penghuni yang berada di langit dan di bumi yang mengetahi perkara ghaib kecuali Allah.” (Q.S. An Naml (27): 65)

Keyakinan tersebut cukup terjadi pada permulaannya, hal itu tidak berarti bahwa orang tersebut menunggu hingga kenyataan membuktikannya atau sebaliknya tidak terbukti. Jika ia menunggu dan mengatakan bahwa ia akan melihat terlebih dahulu apa yang akan terjadi: apakah yang dikatakan peramal tadi benar-benar terjadi atau tidak, maka orang tersebut berarti tidak mempercayai peramal dala mkenyataannya, namun demikian shalatnya tidak akan diterma selama empat puluh hari. Keyakinan terhadap peramal  atau  dukun mengandung arti ketenangan ketika mendengar apa yang dikatakannya dan memandang bahwa peramal itu benar dan ramalannya akan terjadi. Sedangkan orang yang menunggu terlebih dahulu , apakah peramal itu benar atau berdusta, berarti orang ini tidak termasuk orang yang mempercayainya. Demikian pula dengan seseorang yang mendatangi peramal atau dukun dan bertanya sesuatu kepadanya semata-mata untuk menyingkapkan kebohongannya, maka tidak ada persoalan dengan hal tersebut.

Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bertanya kepada Ibnu Shayyad yang menganggap dirinya mengetahui perkara ghaib. Beliau bertanya kepadanya tentang sesuatu yang dimaksudkan oleh Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menyelidikinya, lalu beliau bersabda kepadanya:

“Bohong, kamu sama sekali tidak akan pernah dapat melampaui kodratmu.”

Semoga Allah memberikan petunjuk-Nya kepada kita.

Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah, Liqa’ al Bab al Maftuh: (hal.41-50), hal. 86-87, disusun Abdullah Ath Thayyar.

Dinukil dari buku “Benarkah ada Kontradiksi antara Ayat dan Hadits?, disusun oleh Tim Daar Ats Tsabat, Penerbit Pustaka Azzam, Hal.168-170

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 28, 2010 by in Aqidah and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: