أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Shalat Tapi Lupa Berwudhu

Saya shalat tanpa berwudhu sebelumnya karena lupa, setelah selesai baru teringat bahwa saya belum wudhu. Apakah saya wajib mengulangi shalat saya?

 

Jawab:

Alhamdulillah

 

Ya, wajib bagi orang yang shalat tetapi tidak berwudhu karena lupa untuk mengulangi shalatnya berdasarkan sabda Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam :

 

“Tidak diterima shalat seseorang dari kalian apabila dia berhadats hingga dia berwudhu”. (Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu yang diriwayatkan Imam Al Bukhari dalam Kitab al Wudhu’).

 

Berbeda dengan orang yang shalat sementara najis masih melekat di badannya karena lupa membersihkannya, dia tidak wajib mengulangi shalatnya karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah didatangi Jibril Alaihissalam ketika shalat dan diberitahu oleh Jibril bahwa ada kotoran disepatunya, beliau lalu membuang kotoran tersebut dan meneruskan shalatnya. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad  dalam Musnad-nya dari Abi Sa’id Al Khudri Radhiyallahu Anhu. Hadits ini menunjukkan bahwa seseorang yang tidak mengetahui adanya najis tidak diperintahkan untuk mengulangi shalatnya, demikian juga bagi orang yang lupa.

_________

صلى بغير وضوء ناسياً

 

صَلَّيتُ بغَيْر وُضوء نسياناً وبعد أنْ فرَغْتُ مِن صلاتي تذكَّرتُ ذلك فهل عليَّ إعادةُ الصلاة ؟.

 

الحمد لله
نعمْ مَنْ صلَّى ناسياً بغير وضوء وجَبَ عليه إعادةُ الصَّلاة لقولِ الرَّسولِ صلَّى الله عليه وسلم : ( لا يقبَلُ اللهُ صلاةَ أحدِكم إذا أَحْدثَ حتى يتوضَّأَ ) رواه البخاري من حديث أبي هريرة رضي الله عنه في كتاب الوضوء . بخلاف مَنْ صَلَّى في ثوبٍ نَجِسٍ ناسياً فإنَّه لا إعادةَ عليه لأنَّ النَّبيَّ صلَّى الله عليه وسلم أتاه جبريلُ أثناءَ الصَّلاةِ وأخْبَرَه أنَّ في نَعْلَيْه قَذَراً فخلَعَهما وبَنَى على صلاتِه رواه أحمد من حديث أبي سعيد الخدري رضي الله عنه في مسنده . مِمَّا يدُلُّ على أنَّ الجاهلَ بالنجاسةِ لا يُؤْمَرُ بالإعادةِ وكذلك النَّاسي.

إعلام المسافرين ببعض آداب وأحكام السفر وما يخص الملاحين الجويين لفضيلة الشيخ محمد بن صالح العثيمين  ص 12.

sumber: islamqa.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 24, 2010 by in Fiqih and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: