أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah

Pertanyaan Ketiga dari Fatwa no. 948

Para ulama kita berikhtilaf dalam masalah bid’ah, sebagian berkata bahwa ada bid’ah yang baik dan ada bid’ah yang buruk. Apakah hal ini benar?

Jawab:

Bid’ah (dari segi bahasa) adalah segala sesuatu yang diada-adakan yang tidak ada contoh sebelumnya. Sebagian dari bid’ah itu adalah yang berkaitan dengan perkara mu’amalah dan perkara dunia seperti menciptakan alat-alat transportasi seperti pesawat terbang, mobil, dan kereta api, peralatan listrik, peralatan memasak, AC yang digunakan untuk menghangatkan  mendinginkan, peralatan perang seperti bom, kapal selam, dan tank, dan peralatan lain yang digunakan untuk kemaslahatan manusia dalam urusan dunianya. Hal itu tidak mengapa dan tidak berdosa membuat sesuatu yang baru di dalamnya. Adapun apabila dilihat dari sisi maksud dari pembuatannya, apabila ditujukan untuk kebaikan maka itu adalah suatu kebaikan, apabila ditujukan untuk kejahatan seperti sabotase, pembinasaan, dan membuat kerusakan di muka bumi  maka hal itu merupakan kejahatan dan keburukan.

Adakalanya bid’ah dalam perkara agama jatuh dalam masalah aqidah atau ibadah baik yang berupa ucapan maupun perbuatan, seperti bid’ah menolak takdir, membangun masjid di atas kuburan, membangun kubah di atas kuburan, membaca Al Quran bagi orang yang mati, merayakan maulid untuk mengingat orang-orang shalih atau orang-orang terkenal, istighotsah kepada selain Allah, thawaf di tempat-tempat ziarah, semua hal ini dan yang serupa dengannya merupakan kesesatan berdasarkan sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam:

إياكم ومحدثات الأمور، فإن كل محدثة بدعة، وكل بدعة ضلالة

Jauhilah perkara yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.”(Hadits diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam sunannya (4607), Addarimy/95).

Bahkan sebagian bisa jatuh kepada kesyirikan (syirik akbar) yang mengeluarkan seseorang dari Islam seperti beristighatsah kepada selain Allah dalam hal-hal yang hanya Allah yang bisa memenuhinya, menyembelih dan bernadzar kepada selain Allah, dan contoh lain yang merupakan ibadah yang khusus untuk Allah. Ada juga hal lainnya yang bisa mengarahkan kepada kesyirikan seperti tawassul kepada Allah melalui orang-orang shalih, bersumpah dengan nama selain Allah, dan ucapan seseorang: ما شاء الله وشئت “Apa yang Allah kehendaki dan engkau kehendaki”. Bid’ah dalam agama tidak dibagi seperti pembagian hukum yang lima (wajib, sunnah, dst…) berdasarkan keumuman hadits:

كل بدعة ضلالة

“Setiap bid’ah adalah sesat.” (Hadits Riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, ad Darimy).

Wabillahit taufiq, washallallahu ala nabiyyina Muhammad, wa alihi wa shahbihi wa sallam.

Sumber: http://www.alifta.com/Fatawa/FatawaChapters.aspx?View=Page&PageID=236&PageNo=1&BookID=12

3 comments on “Bid’ah Hasanah dan Bid’ah Sayyi’ah

  1. vyruz.ayman
    Februari 28, 2010

    berarti alqur’an yang sekarang adalah bid’ah..??? karena tidak ada zaman nabi alqur’an di bukukan dan diberi harakat seperti yang ada sekarang ini,,,
    apa2 bid’ah–apa2 bid’ah–makan tuh bid’ah…!!!!!!!!

    • midazortega
      Februari 28, 2010

      Silahkan baca di sini

      Saya tambahkan dari perkataan Syaikh Ali Hasan Al Halabi dalam Kitab Ushhul Bida’ hal. 141 (terjemahan terbitan Pustaka Al Kautsar dengan judul Membedah Akar Bid’ah cetakan keempat) atau halaman 232 pada kitab aslinya:
      Penulis (Imam Asy Syatibi) bermaksud menyanggah ‘Izz bin Abdussalam yang membagi bid’ah kepada lima bagian, dimana amal-amal yang disebutkan dalam contoh ini olehnya sebagai bid’ah wajib dan sunnah, sebagaimana telah disebutkan pembicaraannya. Dan saya ingin menambahkan, bahwa mengumpulkan mushaf (Al Quran) dikuatkan firman Allah, “Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan membacanya.” (Al Qiyamah: 17). Dan jika dikatakan, mengapa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tidak melakukannya? Saya katakana,” Karena adanya kendala, yaitu Al Quran diturunkan kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam sepanjang hidupnya dan terkadang Allah menghapuskan sebagian darinya yang Dia kehendaki. Maka ketika kendala itu hilang, maka para sahabat –semoga Allah meridhai mereka- melakukan hal itu dengan kesepakatan semua sahabat, dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Umatku tidak berkumpul dalam kesesatan. Lihat takhrijnya dalam Ma’arij al Albab: 30 dengan tahkik saya, dan untuk lengkapnya kajian masalah yang penting ini, silahkan lihat Fathul bari’ VI/537, VIII/344 dab XIII/183. Adapun pembukuan ilmu, maka dikuatkan hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam,”Ikatlah Ilmu dengan tulisan.” Lihatlah Muntaqa Al Nafis: 438.

      Kesimpulan:
      Dengan begitu banyaknya hadits tentang bahaya bid’ah dan perintah untuk menjauhinya, apakah antum berani menolaknya?

      Pembukuan Al Quran bukan bid’ah Akhi. Sebagai mukmin wajib untuk terus menuntut ilmu, termasuk dalam masalah bid’ah.

      Masih di Kitab Ushul Bida’ hal. 39 Syaikh ali Hasan Rahimahullah juga menukil perkataan Imam Asy Syatibi:
      قال يحي بن معاذ الرازي اختلاف الناس كلهم يرجع إلى ثلاثة اصول فلكل واحد منها ضد فمن سقط عنه وقع في ضده التوحيد وضده الشرك والسنة وضدها البدعة والطاعة وضدها المعصية
      “ikhtilaf manusia seluruhnya bersumber kepada tiga hal yang masing-masing memiliki lawannya. Siapa yang tidak melaksanakannya niscaya dia akan terjerumus ke dalam lawannya. Yaitu tauhid lawannya syirik, sunnah lawannya bid’ah, dan taat lawannya maksiat.”

      Tidak akan pernah sempurna aqidah seseorang apabila dia tidak mengetahui tentang syirik karena suatu saat dia akan terjerumus kepada kesyirikan karena ketidaktahuannya. Tidak akan sempurma amal kebaikan seseorang apabila dia tidak mengetahui keburukan karena suatu saat dia akan melakukan suatu kemaksiatan karena dia menganggapnya suatu kebaikan. Demikian juga tidak akan sempurna pemahaman seseorang tentang sunnah apabila dia tidak faham tentang bid’ah karena dia suatu saat akan jatuh kepada kebid’ahan karena dia menaggapnya sunnah.

      Wallahu A’lam.

    • midazortega
      Maret 2, 2010

      silahkan baca artikel ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 19, 2010 by in Bid'ah and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: