أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tidur Ketika Imam Sedang Berkhutbah

Dari Ibnu ‘Aun, dari Ibnu Sirin, dia berkata:”Para ulamam memakruhkan seseorang tidur ketika imam sedang membacakan khutbah. Pendapat mereka dalam masalah ini cukup keras.” Ibnu ‘Aun berkata:”Kemudian dia (ibnu Sirin) menjumpai aku seraya berkata:”Apakah kamu tahu apa yang dikatakan oleh para ulama mengenai masalah ini?” Dia berkata lagi:”Perumpamaan orang yang tidur di saat imam membacakan khutbah adalah seperti pasukan yang kalah perang. Apakah tahu kamu yang  dimaksud dengan pasukan kalah perang? Mereka itu pasukan yang tidak membawa harta jarahan perang sama sekali.” (Tafsir Qurthuby (XVIII/117)).

 

Disunnahkan bagi orang yang mendengarkan khutbah di dalam masjid namun mengantuk, hendaklah dia pindah dari tempat duduknya.

 

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:

Jika salah seorang dari kalian mengantuk di dalam masjid ketika hari Jumat, maka hendaklah dia pindah dari tempat duduknya ke tempat yang lain.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud di dalam as Sunan nomor 1119, Ibnu Hibban di dalam al Shahih nomor 571, al Hakim di dalam al Mustadrak (I/291), al Baihaqi di dalam As Sunan al Kubra (III/237). Ahmad dalam al Musnad (II/22 dan 32), Abu Nu’aim di dalam kitab Akhbaar Ashbahaan (II/186) dan Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya nomor 1819. Sedangkan hadits ini berkualitas sahih).

 

Sedangkan hikmah untuk berpindah tempat ketika mengantuk di dalam masjid adalah menggerakkan badan itu sendiri bias menghilangkan rasa kantuk. Atau mungkin tempat duduk semula, dimana dia merasa mengantuk, sudah ditempati setan. (Ad Diinul Khaalish (IV/145-146)).

 

Tidak bisa dikatakan bahwa berpindah tempat ketika imam sedang berkhutbah adalah perkara yang dilarang. Alasannya karena pindah tempat juga bias mengganggu dirinya tidak berkonsentrasi penuh mendengarkan khutbah. Namun yang jelas perbuatan ini tidak tercakup dalam larangan hadits nabi. Sebab yang mengantuk yang berpindah tempat berusaha menghilangkan rasa kantuknya dan menjadi konsentrasi lagi mendengarkan khutbah. Oleh karena itulah syari’ (Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam) memerintahkan orang yang mengantuk untuk berpindah tempat.

 

 

Sumber: Syaikh Masyhur bin Hasan bin Mahmud bin Salman, Al Qaul al Mubin fii Akhtha’ al Mushallin, Edisi Indonesia “Koreksi Total Ritual Shalat”, Penerbit Pustaka Azzam, Cetakan Ketiga, Agustus 2005, hal. 338-339.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 16, 2010 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: