أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Komentar Imam Asy Syafii atas Surat Al ‘Ashr

Imam Asy Syafi’I rahimahullah berkata: “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluk-Nya selain surat ini niscaya telah cukup.”

Perkataan penulis: Asy Syafii rahimahullah berkata: “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah kepada makhluk-Nya melainkan surat ini, niscaya sudah cukup bagi mereka.”

Makna perkataan Imam Syafii adalah sekiranya Allah ‘Azza Wa Jalla tidak menurunkan kepada manusia suatu tuntunan dan jalan kecuali surat pendek yang hanya berisi empat ayt ini niscaya sudah cukup. Karena ayat-ayat ini merangkum jalan yang telah digariskan Allah Ta’ala menuju keselamatan yaitu iman, amal shalih, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Inilah empat perkara yang dapat membuahkan keselamatan. Seandainya Allah Ta’ala tidak menurunkan apa-apa kecuali surat ini niscaya mereka yang menginginkan petunjuk Allah Ta’ala mengetahui bahwa tiada keselamatan melainkan dengan beriman, beramal shalih dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Ini merupakan keajaiban, tidak ada yang dapat mengukurnya kecuali Allah Ta’ala. Satu ayat saja dapat menerangkan tugas umat Islam, yaitu saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran setelah beriman dan beramal shalih. Betapa agungnya surat ini, oleh karena itu ketika Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menukil perkataan Imam Syafii , beliau berkata: “Memang demikianlah adanya – yakni perkataan Asy Syafii -. Allah ‘Azza Wa Jalla mengabarkan bahwa semua manusia merugi kecuali yang beriman, beramal shalih, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.1 Apa yang disebutkan penulis rahimahullah tidak berbeda dengan apa yang tercantum dalam tafsir Ibnu Katsir yakni perkataan Imam Asy Syafii rahimahullah: “Kalau manusia menghayati surat ini tentunya sudah cukup bagi mereka.” Wallahu A’lam.2

___

  1. Majmu’ Fatawa (28/152). Lihat At Tibyan karya Ibnul Qayyim (hal. 62)
  2. Tafsir Ibnu Katsir (8/499).

sumber: Syaikh Abdullah bin Shalih Al Fauzan, Syarah Tiga Landasan Utama, Penerbit At Tibyan, hal. 43

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 15, 2010 by in Al Quran, Aqidah and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: