أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Biografi Singkat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Nama dan Nasabnya

Beliau adalah Syaikhul Islam Taqiyuddin Abul ‘Abbas Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Khadhr bin Muhammad bin Khadhr bin Ali bin Abdillah bin Taimiyah al Harrany. Keluarga Taimiyyah adalah keluarga yang masyhur dengan ilmu dan agamanya, kakek Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yaitu Abul Barakat Majduddin Abdussalam bin Taimiyah adalah termasuk pemuka para imam Hanabilah, di antara tulisannya adalah Al Muntaqa Min Akhbaril Mushafa yang diberi syarh oleh Asy Syaukani degnan nama Nailul Authar Syarh Muntaqa Akhbar.

Kelahirannya

Beliau dilahirkan pada hari Senin 10 Rabi’ul Awwal tahun 661 H di Harran Syam.

Sifat-sifatnya

Beliau adalah seorang yang berkulit putih, berperawakan sedang, lebar dadanya, keras suaranya, fasih gaya bicaranya, cepat di dalam membaca, dan kedua matanya seperti dua lisan yang berbicara. Dikenal dengan kedermawanannya, keberaniannya dan kezuhudannya.

Belajarnya dan Kecerdasannya

Sejak kecil sudah Nampak dari beliau keerdasan dan semangat tinggi dalam menuntut ilmu. Diceritakan bahwa sebagian ulama kota Halab oernah dating ke Damaskus seraya berkata: “Saya dengar bahwa di kota ini ada seorang anak kecil bernama Ahmad bin Taimiyah, dia memiliki hafalan yang cepat. Saya dating ke sini dengan tujuan untuk melihatnya.” Seorang penjahit berkata padanya:”Dia belum dating, ini adalah jalan sekolahnya, duduk saja di sini dulu, sebentar lagi dia akan lewat.” Belum lama duduk, akhirnya anak-anak kecil lewat, penjahit itu berkata:” Itu, anak yang membawa papan besar, dialah Ahmad bin Taimiyah yang Anda cari tadi.”

Syaikh tersebut memanggil anak kecil tersebut dan dia pun dating. Syaikh berkata:” Wahai anakku, saya akan mendiktemu sebelas atau tiga belas hadits.” Setelah selesai, dia menyuruh anak itu untuk membacanya. Si anak hanya mengamati sekali  lalu menyerahkan tulisannya tadi kepada Syaikh. Kemudian Syaikh menyuruhnya untuk mengulangi apa yang dia tulis tadi dengan hafalan, dan anak tersebut mampu menghafalnya dengan lancar.

Hal itu diulangi lagi pleh Syaikh tersebut dengan hadits-hadits lainnya, namun anak itu pun juga mampu mnghafalnya dengan cepat. Akhirnya, Syaikh tersebut berdiri seraya berkata:” Sungguh, seandainya anak ini diberi umur panjang, niscaya akan memiliki nama yang harum, belum pernah aku melihat orang sepertinya.”1

Guru-gurunya

Jumlah guru-gurunya lebih dari dua ratus orang, di antara yang termasyhur dari mereka adlah:

  1. Syamsuddin Abu Muhammad Abdurrahman bin Qudamah Al Maqdisi, wafat pada tahun 682H.
  2. Aminuddin Abdul Yaman Abdush Shamad bin Asakir Ad Dimasyqi Asy Syafi’I, wafat pada tahun 686 H.
  3. Syamsuddin Abu Abdillah Muhammad bin Abdul Qawiy bin Badran al Muradi, wafat pada tahun 703 H.

Murid-muridnya

Di antara murid-muridnya adalah Syamsuddin Ibnu Abdul Hadi, Syamsuddin Adz Dzahabi, Syamsuddin Ibnu Muflih, Syamsuddin Ibnul Qayyim, Imaduddin Ibnu Katsir dan yang lainnya.

Pujian para ulama kepadanya

Ibnu Sayyidin Nas berkata: “Sku dapati beliau mendapat bagian ilmu yang banyak, hamper-hampir menghafal semua sunan dan atsar, kija berbicara tentang tafsir maka dialah pembawa panjinya, atau berfatwa tentang fiqih maka dia mencapai puncaknya, atau menyebut tentang hadits maka di adalah pemilik ilmunya serta riwayatnya, atau membahas kelompok-kelompok maka tidak ada yang lebih tahu daripadanya, beliau menonjol dalam semua bidang ilmu di atas  semua orang di zamannya, tidak pernah mata melihat yang semisalnya, dan tidak pernah matanya melihat yan semisal dirinya.”

Syamsuddin Adz Dzahabi berkata:” Dia lebih agung dari disifati orang sepertiku, seandainya aku bersumpah di antara rukun dan maqam maka pasti aku akan bersumpah:’ Aku tidak pernah melihat yang semisalnya dengan mataku, dan demi Allah mata ini tidak pernah melihat orang seperti beliau dalam ilmu.’”

Taqiyuddin As Subki berkata: “Kedudukannya di mataku lebih agung dari yang demikian itu, bersamaan dengan apa yang Allah kumpulkan pada dirinya dari kezuhudan, wara’, diyanah, membela kebenaran, berjalannya pada sunan salaf.”

Muhammad bin Abdul Barr As Subki berkata: “Tidaklah benci kepada Ibnu Taimiyah kecuali orang jahil atau pemilik hawa nafsu, maka orang jahil tidak tahu apa yang dia katakan dan pemilik hawa nafsu dihalangi oleh hawa nafsunya dan kebenaran sesudah dia mengetahuinya.”

Ibnu Zamlakani berkata: “Jika beliau ditanya tentang suatu bidang ilmu maka pemirsa dan pendengar menyangka bahwa beliau tidak tahu selain bidang itu, dan menghukumi bahwa tidak ada seorang pun yang lebih tahu darinya, adalah fuqaha dari seluruh madzhab jika bermajelis dengannya mengambil dari pengetahuan madzhab-madzhab mereka yang belum mereka ketahui sebelumnya, tidak pernah beliau mendebat seseorang kemudian kalah, tidak pernah beliau bicara tentang suatu ilmu- ilmu syar’ie atau yang lainnya- kecuali beliau mengungguli para ahlinya, tidak pernah dilihat sejak 500 tahun orang yang lebih hafal darinya.”

Ibnu Daqiq al Ied berkata: “Ketika aku bertemu dengan Ibnu Taimiyah, aku melihat seseorang yang seluruh ilmu berada di antara kedua matanya, beliau ambil yang beliau kehendaki dan beliau tinggalkan apa yang beliau kehendaki.”

Al Hafidz Al Mizzi berkata: “Aku tidak pernah melihat seorang yang lebih tahu tentang kitabullah dan sunnah  Rasulullah dari beliau, dan tidak pernah seorang yang lebih ittiba’ kecuali dari keduanya darinya.”

Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata: “Termasuk hal yang paling menakjubkan bahwa orang ini adalah yang paling banyak membantah ahli bid’ah, dari rafidha, hululiyyah, dan ittihadiyyah, tulisannya tentang itu banyak lagi masyhur, fatwa-fatwanya tentang mereka sulit dihitung.”

Badruddin Al ‘Aini berkata: “Dia adalah imam yang sangat utama lagi menonjol, yang bertakwa lagi wara’, pendekar di bidang ilmu hadits, tafsir, fiqih, dankedua usul dengan demikian cermat dan teliti, dia adalah pedang yang tajam atas para ahli bid’ah, dia adalah seorang ulama yang selalu menegakkan perkara-perkara agama, selalu memerintah kepada yang ma’ruf dan melarang dari yang mungkar, memiliki semangat dan keberanian yang luar biasa, banyak berdzikir, puasa, shalat, dan ibadah, dan kehidupannya sangat sederhana dan selalu qana’ah.”

Ujiannya

Musuh-mush Ibnu Taimiyah adalah para qadhi dan fuqaha yang berseberangan dengan fatwa-fatwa Ibnu Taimiyah, demikian juga para ahli bid’ah dari kelompok shufiyyah dan ahli kalam.

Mereka menghasut penguasa untuk memenjarakan Ibnu Taimiyah, maka kemudian beliau dimasukkan ke dalam penjara selama beberapa kali; di antaranya pada hari Jumat 26 Ramadhan 705 H di Jubb  hingga 23 Rabi’ul Awwal 707 H.

Kemudian beliau dipenjara lagi dengan sebab hasutan kelompok shufiyyah kepada penguasa hingga hari Iedul Fithri 709 H.

Kemudian beliau difitnah lagi pada hari Jumat 10 Sya’ban 726 H, dilarang berfatwa dan dipenjara selama  dua tahun lebih sampai dating saat wafatnya.

Wafatnya:

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah wafat di penjara Damaskus pada malam  Senin 20 Dzul Qa’dah tahun 728 H, dikuburkan dengan iring-iringan manusia yang tidak terhitung jumlahnya. Semoga Allah meridhainya dan menempatkannya dalam keluasaan jannah-Nya.

Rujukan:

  1. Tadzkiratul Huffadz oleh Az Zahabi IV/1496.
  2. Al Bidayah Wa Nihayah Ibnu Katsir XIV/4-23.
  3. Al Uqud Ad Durriyyah oleh Ibnu Abdul Hadi.
  4. Al A’lam Al Aliyah fi Manaqibi Syaikhil Islam Ibni Taimiyah, Al Bazzar.
  5. Al Jami’ li Sirati Syaikhil Islam ibni Taimiyah, Muhammad Uzair Syams dan Ali bin Muhammad Al Imran.
  6. Barisan Ulama Pembela Sunnah Nabawiyyah, Ustadzuna Arif Fathul Ulum.

Dinukil dari Buku “Membela Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Mengungkap Tuduhan dan Kedustaan KH. Sirajuddin Abbas dalam buku I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jamaah”, karangan Ustadz Abu Ubaidah As Sidawi, Penerbit Salwa press Cetakan I/Oktober 2008, hal.27-32.

One comment on “Biografi Singkat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 12, 2010 by in Biografi and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: