أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Ringkasan Tata Cara Mandi

Jika seorang muslim mau mandi, (hendaknya) dia memulai dengan mencuci tangannya, dua atau tiga kali sebelum dia mencelupkannya, mustahab (dianjurkan). Berdasarkan hadits Utsman dan Abdullah bin Zaid dalam tata cara wudhu’.1 Adapun jika dia bangun tidur, maka yang wajib baginya untuk mencuci kedua tangannya tiga kali sebelum dia memasukkan dalam bejana (wadah tempat air). Berdasarkan hadits:

إِذَا اسْتَيْقَظَ أَحَدُكُمْ مِنْ نَوْمِهِ فَلاَ يَغْمِسْ يَدَهُ فِى الإِنَاءِ حَتَّى يَغْسِلَهَا ثَلاَثًا فَإِنَّهُ لاَ يَدْرِى أَيْنَ بَاتَتْ يَدُهُ

Apabila salah seorang kamu bangun dari tidur, maka janganlah dia memasukkan tangannya dalam bejana, sampai dia mencucinya sebanyak  tiga kali. Karena, dia tidak mengetahui dimana tangannya berada semalam. Atau dimana tangannya berjalan (berputar di badannya).”2

Kemudian dia menyiram tangan kirinya dengan tangan kanannya, lalu dia mencuci kemaluannya dan apa-apa yang menimpanya dari al adza (mani dan lainnya). Kemudian dia menggosokkan tangan kirinya pada tanah atau pada dinding, dua atau tiga kali. Dan mencuci wajah dan kedua sikunya masing-masing tiga kali. Dia tidak mengusap kepalanya. Akan tetapi memasukkan tangannya ke dalam air, lalu dia menyela pangkal rambutnya dengan (tangan)nya tersebut hingga membasahi kulit kepalanya. Kemudian dia menuangkan (air) dengan kedua telapak tangannya tiga kali cidukan: Satu  cidukan untuk menyibak kepalanya bagian kanan, satu cidukan untuk menyibak kepalanya bagian kiri dan satu cidukan lagi (terakhir) untuk seluruh kepalanya. Kemudian dia menyiramkan air pada badannya satu kali, dimulai dari sebelah kanan. Kemudian dia berpindah dari tempatnya lalu membersihkan kakinya.

Kewajiban dan rukun-rukun Mandi

Mandi mempunyai dua rukun yang harus (dilakukan):

1. Niat, sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

 

إِنَّمَاالْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

“Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat. Dan sesungguhnya segal aperkara itu seperti apa yang diniatkan.”3

2. Menyiram seluruh badan dan kepala dengan air.

Kewajiban (yang harus dilakukan) dalam Mandi:

At Tasmiyah: Mengucapkan basmalah.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dia berkata, telah bersabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

لاَ صَلاَةَ لِمَنْ لاَ وُضُوءَ لَهُ وَلاَ وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى عَلَيْهِ

“Tidak sah shalat bagi yang tidak ada wudhu padanya. Dan tidak sah wudhu bagi siapa yan gtidak membaca basmalah.”4

Peringatan:

Barangsiapa yang meninggalkan membaca basmalah dengan sengaja, niscaya batal bersucinya. Adapun karena lupa maka bersucinya sah. Jika dia mengingatnya di saat bersuci, hendaknya dia membacanya kapanpun dia mengingatnya. Dan tidak mengulangi apa yang telah dia bersihkan sebelumnya.5

______

Catatan kaki:

  1. Terdapat dalam riwayat al Bukhari dan Muslim.
  2. Diriwayatkan oleh Al Bukhari, Muslim, Abu Dawud dan lain-lain. Al Bukhari, tidak menyebutkan (kalimat) tiga kali. Ibnu Umar, Abu Hurairah, dan Hasan al basri telah mengatakan wajibnya mencuci kedua telapak tangan setelah bangun tidur, sebelum memasukkannya ke dalam bejana, sebagaimana disebutkan dalam al Mughni (1/81). Inilah pendapat yang rajah. Adapun jumhur ulama, mereka berpendapat hanya sebagai anjuran karena dalam perintah tersebut disebutkan ilat (sebab) yang enunjukkan keraguan. maka dalam hal ini tidak menguatkan wajib, (berdasarkan) istishaab, (kembali) kepada asal(nya) yang suci. dan juga mengaitkannya dengan jumlah (tertentu) tanpa najis tertentu menunjukkan an nadab (bukan wajib). Dijawab oleh orang-orang yang mengatakan wajib, bahwa dalam hal ini, (haruslah) bersikap hati-hati karena disebutkan dengan illat yang mungkin terjadi. Seperti yang disebutkan dalam riwayat al Bukhari dari hadits Aisyah Radhiyallahu Anha,  bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila salah seorang kamu mengantuk sedang dia dalam keadaan shalat, hendaklah dia duduk sampai (keinginan) tidur itu hilang. Karena, jika salah seorang kamu shalat dalam keadaan mengantuk, niscaya dia tidak tahu (apa yang diucapkan) maka, mungkin saja dia beristighfar namun dia mencela dirinya.” Fathul Bari,(  /211-212) dan (1/251) dengan perubahan.
  3. Muttafaqun alaihi. Catatan: Ibnu Qudamah berkomnetar tentang masalah niat dalam al Mughni (2/505), “Tempatnya dalam hati, karena segala keyakinan itu bertempat di hati.” Ibnu Taimiyah berkata,”Tempat niat itu di dalam hati, bukan pada lisan. Berdasarkan kesepakatan seluruh ulama umat, dalam segala ibadah.” Dinukil dari Majmu’atu ar Rasa’il al Kubra (1/277). Lihat juga Fatawa al Kubra, di dalmnya terdapat perincian maslah ini, (1/1-6).
  4. Diriwayatkan oleh Abu Dawud, at Tirmidzi, dan Ibnu Majah. Merupakan hadits sahih, sebagaimana yang disebutkan dalam Shahih Sunan Abu Dawud, oleh Al Albani, (1/21). Catatan: membaca basmalah wajib dalam setiap wudhu dan mandi, menurut pendapat Ahmad dalam satu riwayat, dan didukung oleh Abu Bakar al Hanbali, merupakan madzhab al Hasan al Bashri dan Ishaq bin Rawahaih sebagaimana disebutkan dalam al Mughni, (1/84). Dan sependapat dengan hal itu azh Zhahiriyah, Asy Syaukani, dan Shiddiq Hasan. Adapun jumhur ulama, mereka hanya berpendapat istihbab (dianjurkan). Dan pendapat yang rajah adalah pendapat yang pertama.
  5. Ini adalah pendapat Imam Ahmad dan Ishaq bin Rahawaih, seperti yang disebutkan dalam al Mughni, (1/85).

Abu Sa’id Bal’ Id bin Ahmad, Sifat Ghusli an Nabiyyi Shallallahu Alaihi Wasallam wa Ahkamu al Aghsaali al Masyru’ah,  Edisi Indonesia “Sifat Mandi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam”, Penerbit Pustaka Darul Ilmi, hal. 34-37.

2 comments on “Ringkasan Tata Cara Mandi

  1. viery andesgu
    Mei 13, 2010

    kirim doa mandi wajib ya

    • midazortega
      Mei 14, 2010


      ماذا يقول الإنسان عند الغسل من الجنابة في أول الغسل وآخره‏؟‏
      يقول الإنسان في أول الغسل‏:‏ ‏”‏بسم الله‏”‏، وفي نهايته يقول‏:‏ ‏(‏أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التّوّابين واجعلني من المتطهّرين‏)‏

      .
      فما يُقال ويُفعل عند الاغتسال هو ما يُقال ويُفعل عند الوضوء، وذلك بأن يسمي، ثم ينوي، ثم يغسل كفيه، ثم يتوضأ وضوءه للصلاة؛ إلا غسل الرجلين؛ فإنه يؤخره إن شاء بعد الاغتسال، فيغتسل اغتسالاً كاملاً، ثم بعد ذلك يغسل رجليه‏.‏
      أما في أثناء الاغتسال؛ فلا يشرع أي دعاء، ولم يرد عن الرسول صلى الله عليه وسلم أي دعاء في ذلك، والأذكار التي يقولها بعض الناس لا دليل عليها؛ فتكون من البدع المحدثة‏.
      صالح بن فوزان الفوزان

      http://www.islamway.com/?iw_s=Fatawa&iw_a=view&fatwa_id=6237

      Apakah yang harus dibaca seseorang ketika mandi janabah, di awal atau di akhirnya?

      Sebelum mandi membaca bismillaah, setelah selesai membaca


      ‏أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم اجعلني من التّوّابين واجعلني من المتطهّرين

      Apa yang dibaca dan dikerjakan ketika mandi sama dengan apa yang dikerjakan dan dibaca ketika wudhu’, yaitu menyebut nama Allah, kemudian niat, mencuci kedua telapak tangan, berwudhu’ sebagaimana wudhu’ ketika hendak shalat kecuali mencuci kaki, karena kalau mau bisa dilakukan setelah mandi, setelah itu mandi dengan sempurna, baru mencuci kaki.
      Adapun ketika mandi tidak ada doa yang disyariatkan, karena tidak ada riwayat dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengenai doa ketika mandi. Dzikir-dzikir yang dibaca oleh sebagian orang itu tidak ada dalilnya, dan bacaan-bacaan dzikir merupakan bid’ah yang diada-adakan.

      @@@@@@@@@@@

      Penjelasan ini juga bisa dibaca di buku yang menjadi sumber artikel di atas pada halaman 109-110.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 8, 2009 by in Fiqih and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: