أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Mengangkat Tangan Ketika Berdo’a (Ketika Khutbah)

 

Husain bin Abdurrahman menceritakan , suatu ketika ia melihat Ammarah bin Ru’aibah Bisyr bin Marwan sedang berdoa pada hari Jumat sambil mengangkat tangan. Ia pun berkata, “Semoga Allah mencelakakan kedua tangan itu. Sungguh saya telah melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika berada di atas mimbar, tidak berbuat lebih dari ini.” Yakni isyarat jari telunjuk yang terletak di samping ibu jari.

 

Ketika menjelaskan riwayat ini, Imam Nawawi rahimahullah mengungkapkan, “Hadits ini menunjukkan bahwa salah satu sunnah ketika berkhutbah adalah tidak mengangkat tangan. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Imam Malik rahimahullah, pengikut madzhab Asy Syafi’ie dan lain sebagainya.”

 

Ucapan Ammarah “Semoga Allah mencelakakan kedua tangan itu” dalam riwayat di atas ditujukan kepada kedua jari yang digunakan Bisyr untuk menunjuk ketika berkhutbah dan mendoakannya dengan keburukan. Hal itu ia lakukan karena isyarat tangan tersebut bertentangan dengan tuntunan sunnah. Segala bentuk perbuatan yang menyalahi tuntunan sunnah, tentu tidak diterima di sisi Allah dan termasuk perbuatan tercela.”

 

Yang dimaksud dengan mengangkat kedua tangan di sini adalah mengangkat tangan ketika berdoa. Itu dilakukan ketika menyampaikan khutbah agar jamaah memperhatikan, seperti halnya yang sering dilakukan oleh kebanyakan khatib dan juru dakwah. Bukan mengangkat tangan yang bermaksud melarang.”

 

Pernyataan ini lebih dipertegas oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah yang mengatakan,” Mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbah bagi imam hukumnya makruh. Karena Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam hanya menunjuk dengan jarinya ketika berdoa.”

 

Abu Syamah berkata, dan hal senada juga diungkapkan oleh As Suyuthi, ketika menjelaskan tentang permasalahan imam yang mengangkat tangannya ketika berdoa dalam khutbah, “Perbuatan imam mengangkat tangan ketika berdoa merupakan bid’ah yang telah ada sejak lama.” Hal senada diungkapkan oleh Al Majdu.

 

Imam az Zarqani rahimahullah dalam bukunya mengutip perkataan Ibnu Hubaib, “Mengangkat tangan saat berdoa setelah khutbah bukan bagian dari sunnah, kecuali jika hal itu dilakukan karena khawatir terhadap musuh atau terjadi musim paceklik atau musibah. Dalam hal-hal tersebut, imam boleh menyarankan jamaah mengangkat tangan ketika berdoa.”

 

Ibnu Abidin memakruhkan hal ini. Yakni makruh yang bermakna haram. Adapun al Laknawi menggunakan kasus Bisyr bin Marwan dalam riwayat di atas sebagai contoh bid’ah yang menyesatkan. Ia mengatakan, “Tak ketinggalan pula, mengangkat kedua tangan ketika berdoa dalam khutbah Jumat sebagaimana dilakukan oleh Bisyr bin Marwan yang ditentang oleh Ammarah.

 

“Menurut pendapat ulama kami dan yang lain, makruh hukumnya imam mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbah. Bahkan al Majdu mengkategorikan dalam perbuatan bid’ah, sebagaimana dianut oleh madzhab Maliki, Asy Syafi’ie dan lain sebagainya. Namun jika imam hanya member isyarat dengan jarinya ketika berdoa, maka hal itu dibolehkan.”

 

Karena itu bayak ulama dan ahli hadits tidak merespon orang-orang yang meminta mereka mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbah, sebagaimana dilakukan oleh Abdul Malik terhadap beberapa ulama. Contoh kasus, riwayat Abu Zur’ah ad Dimasyqi yang mengatakan, “sesungguhnya Abdul Malik pernah meminta Udhaif bin Al Harits Ats Tsamali mengangkat tangan ketika berada di atas mimbar. Maka ia pun menjawab, ‘Saya tidak akan meluluskan perintaanmu itu’.”

 

Ibnu jabir mengatakan, “Suatu ketika Abdul Malik meminta Abu Idris Al Khaulani mengangkat tangan. Tapi ia menolak.”

Berkaitan dengan hal ini, kami kemukakan beberapa informasi penting:

  1. Orang pertama yang mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbah Jumat adalah ubaidillah bin Ma’mar.
  2. Larangan mengangkat kedua tangan ketika berdoa dalam khutbah hanya bersifat khusus dan tidak berlaku ketika engangkat tangan dalam berdoa yang sifatnya uum. Sebsb, banyak hadits yang membenarkannya secara syariat.
  3. Hadits Ammarah tersebut di atas tidak bias berlaku umum dalam semua kondisi. Tapi hanya berlaku ketika memanjatkan doa istisqa’ (minta hujan) dalam khutbah Jumat.

Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu menceritakan, “Di masa Nabi, masa paceklik pernah menimpa masyarakat. Maka, ketika Nabi sedang berkhutbah di hari Jumat, seorang pria berdiri dan berkata, ‘Wahai Rasulullah! Harta benda telah binasa dan kelaparan menimpa banyak keluarga. Maka berdoalah kepad Allah untuk kami’. Beliau kemudian mengangkat kedua tangannya. Pada saat itu, kami tidak melihat ada gumpalan awan di langit. Demi jiwaku yang berada dalam genggaman Tangan-Nya, beliau tidak menurunkan kedua tangannya itu, kecual awan telah menggumpal sebesar gunung. Kemudian, beliau tiak turun dari mimbar hingga saya melihat hujan mengucuri jenggotnya.”

 

Dalam hadits lain, Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu meriwayatkan. “Nabi tidak pernah mengangkat kedua tangannya dalam berdoa kecuali ketika memanjatkan doa istisqa’. Dan (pada saat itu) beliau mengangkat kedua tangannya hingga ketiaknya yang putih terlihat.”

 

Masalah ini kemudian lebih diperjelas lagi oleh Al Baghawi rahimahullah yan mengatakan, “Mengangkat tangan ketika berdoa dalam khutbah merupakan perbuatan yang tidak mempunyai landasan syariat. Adapun jika dilakukan ketika memanjatkan doa istisqa’, maka hukumnya sunnah. Karena itu, jika khatib sedang memanjatkan doa istisqa’ pada khutbah Jumat, hendaknya ia mengangkat kedua tangannya sebagaimana dilakukan oleh Nabi.”

Su’ud bin Malluh bin Sulthan Al Unazi, Al Inba’ bi Akhtha’ al Khutaba’, Edisi  Indonesia “33 Kesalahan Khatib Jumat, Penerbit Pustaka at Tazkia, cetakan I, hal 142-147

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 1, 2009 by in Fiqih and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: