أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Kaidah-kaidah Membikin F’il Amar dan Fi’il Nahi

Kaidah-kaidah Membikin F’il Amar dan Fi’il Nahi

Tulisan ini saya nukil dari Kitabut Tashrif karangan Ust. A Hassan. Dalam kitab aslinya tertulis dengan tulisan arab melayu, saya mencoba menuliskannya dengan tulisan latin tanpa merubah sedikitpun kata-katanya. Semoga bermanfaat.

Kaidah-kaidah Membikin F’il Amar dan Fi’il Nahi

Diambil atau dibikin f’il amar dari fi’il mudhari’ mukhathab yang enam, dengan empat perkara:

  1. Dibuang huruf mudhara’ah dari awalnya yaitu “taa”(    تَ  ) .
  2. Ditambah hamzah sesudah itu lantaran tak bias berbunyi. Hamzah ini barisnya kasrah kalau mudhari’nya atas timbangan يَفْعِلُ dan يَفْعَلُ , dan  baris dhammah kalau mudhari’nya atas timbangan يَفْعُلُ .
  3. Dimatikan akhir mufrad mudzakkar.
  4. Dibuang semua nun yang di akhir-akhir kalimat kecuali nun di jamak muannats, misalnya:


تَفْعِلُ
تَفْعِلاَنِ تَفْعِلُوْنَ تَفْعِلِيْنَ تَفْعِلاَنِ تَفْعِلْنَ

 

Sesudah dibuang taa’ tinggal


َفْعِلُ َفْعِلاَنِ َفْعِلُوْنَ َفْعِلِيْنَ َفْعِلاَنِ َفْعِلْنَ

Lantas ditambah hamzah yang berkasrah di awalnya lantaran tidak berbunyi, maka jadi:


اَفْعِلُ اََفْعِلاَنِ َاَفْعِلُوْنَ َاَفْعِلِيْنَ َاَفْعِلاَنِ اََفْعِلْنَِِ

Kemudian dimatikan mufrad mudzakkar yaitu yang pertama dan dibuang semua nun kecuali nun di kalimat yang keenam, maka jadilah:


اَفْعِل اََفْعِلاَ َاَفْعِلُوَْاَ َاَفْعِلِيْ َاَفْعِلاَ اََفْعِلْنَِِ

 

Kalau mudhari’nya atas timbangan يَفْعَلُ , maka amarnya begini:

 

اِفْعَلْ اِفْعَلاَ اِفْعَلُوا اِفْعَلِيْ اِفْعَلاَ اِفْعَلْنَ

 

Kalau mudhari’nya atas timbangan يَفْعُلُ , maka amarnya begini:

 

اُفْعُلْ اُفْعُلاَ اُفْعُلُوا اُفْعُلِيْ اُفْعُلاَ اُفْعُلْنَ

 

Cobalah tuan periksa di bab يَفْعِلُ  يَفْعَلُ dan يَفْعُلُ betulkah rupa fi’il amar begitu atau tidak?

Fi’il nahi juga dikeluarkan dari fi’il mudhari’ mukhathab yang enam dengan tiga cara:

  1. Tambah لاَ   awalnya.
  2. Matikan akhir mufrad mudzakkar yaitu kalimat yang pertama.
  3. Buang semua nun yang di akhir kalimat kecuali nun yang di akhir kalimat keenam. Misalnya:

 

تَفْعِلُ تَفْعِلاَنِ تَفْعِلُوْنَ تَفْعِلِيْنَ تَفْعِلاَنِ تَفْعِلْنَ

 

Sesudah ditambah لاَ dan dimatikan dan dibuang nun jadi begini:

 

لاَتَفْعِلْ لاَتَفْعِلاَ لاَتَفْعِلُوْاَ لاَتَفْعِلِيْ لاَتَفْعِلاَ لاَتَفْعِلْنَ

 

Kalau bab يَفْعُلُ tentulah ‘ain fi’ilnya berdhammah.

Kalau bab يَفْعَلُ tentulah ‘ain fi’ilnya berfathah.

Cobalah tuan periksa di dalam enam bab yang telah lalu setujukah atau tidak.

Perhatikan:

Cara mengeluarkan fi’il nahi di bab-bab yang akan dating semuanya sama dengan ini.

2 comments on “Kaidah-kaidah Membikin F’il Amar dan Fi’il Nahi

  1. KHAIRI
    November 12, 2009

    ASS..MOHON KIRIMI CONTOH SKRIPSI UNTUK JURUSAN TARBIYAH BAHASA ARAB…

    • midazortega
      November 12, 2009

      alaikum salama warahmatullah…
      afwan akhi…saya nggak punya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on November 1, 2009 by in Bahasa Arab and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: