أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tafsir Surat al ‘Ashr

Tafsir Surat Al Ashr


وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3
)

Demi masa (QS. 103:1)
Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian ( 103:2)
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”(QS. 103:3)


أقسم تعالى بالعصر، الذي هو الليل والنهار، محل أفعال العباد وأعمالهم أن كل إنسان خاسر، والخاسر ضد الرابح.

Allah bersumpah ata nama masa, yang artinya adalah putaran siang dan malam, saat dilakukannya berbagai amalan perbuatam hamba; bahwa setiap manusia itu pasti merugi. Merugi, lawan dari beruntung.


والخسار مراتب متعددة متفاوتة
:

Kerugian sendiri ada bermacam-macam dan bertingkat-tingkat:


قد يكون خسارًا مطلقًا، كحال من خسر الدنيا والآخرة، وفاته النعيم، واستحق الجحيم.

Terkadang berupa kerugian total, seperti halnya orang yang merugi di akhirat, tidak sempat mendapatkan jannah yang penuh kenikmatan, dan pasti masuk ke dalam al jahim.


وقد يكون خاسرًا من بعض الوجوه دون بعض، ولهذا عمم الله الخسار لكل إنسان، إلا من اتصف بأربع صفات:

Terkadang seorang manusia mengalami kerugian pada sebagian sisi saja, sementara di sisi lainnya tidak. Oleh sebab itu, kerugian itu ditakdirkan secara umum oleh Allah bagi seluruh manusia, kecuali orang yang memenuhi empat perkara:


الإيمان بما أمر الله بالإيمان به، ولا يكون الإيمان بدون العلم، فهو فرع عنه لا يتم إلا به.

Pertama: beriman dengan apa yang Allah perintahkan untuk diimnai. Iman itu sendiri tidak mungkin ada tanpa ilmu. Iman adalah cabang ilmu. Iman hanya sempurna bila disertai ilmu.


والعمل الصالح، وهذا شامل لأفعال الخير كلها، الظاهرة والباطنة، المتعلقة بحق الله وحق عباده (1) ، الواجبة والمستحبة.

Kedua: Amal shalih. Kriteria kedua ini meliputi segala bentuk perbuatan baik, lahir maupun batin, yang berkaitan dengan hak-hak Allah dan hak-hak para hamba, yang wajib ataupun yang sunnah.


والتواصي بالحق، الذي هو الإيمان والعمل الصالح، أي: يوصي بعضهم بعضًا بذلك، ويحثه عليه، ويرغبه فيه.


Ketiga: Saling menasehati untuk berpegang kepada kebenaran yang berupa iman dan amal salih. Yakni hendaknya mereka saling menasihati, saling menganjurkan dan saling memberikan motivasi untuk melakukan kebenaran.


والتواصي بالصبر على طاعة الله، وعن معصية الله، وعلى أقدار الله المؤلمة.

Keempat: saling menasihati untuk bersabar dalam ketaatan kepada Allah, untuk menghindari maksiat dan untuk menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan.


فبالأمرين الأولين، يكمل الإنسان (2) نفسه، وبالأمرين الأخيرين يكمل غيره، وبتكميل الأمور الأربعة، يكون الإنسان قد سلم من الخسار، وفاز بالربح [العظيم
].

Dengan dua criteria pertama, manusia dapat menyempurnakan dirinya. Dengan dua criteria terakhir, manusia bias menyempurnakan orang lain. Dengan memiliki keempat criteria itu secara sempurna seseorang akan selamat dari kerugian dan Berjaya dengan membawa keberuntungan yang besar.

Sumber: Tafsir Juz Amma Karimirrahman, Syaikh Abdurahman bin Nashir as Sa’dy, Penerjemah Ust. abu Umar al Maidany, Penerbit At Tibyan, hal. 212-213.

tambahan dari Kitab Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir jilid 4, Muhammad Nasib ar Rifa’i, Terbitan GIP:

Amr bin ash, sebelum masuk Islam, menyebutkan bahwa dia dating kepada Musailamah al Kadzdzab. Maka Musailamah al Kadzdzab mengatakan kepadanya, “Apa yang telah diturunkan kepada kawan kamu (Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wasallam) pada waktu ini?” dia menjawab,”Sesungguhnya telah diturunkan kepdanya sebuah surah ringkas namun sangat dalam.” Dia bertanya, “Surah apa itu?” Amar menjawab, “Wal Ashri…wa tawaashau bis shabri.” Musailamah berpikir sejenak, kemudian berkata, “dan telah diturunkan pula kepadaku yang seperti itu,” Amar bertanya, “Apa itu?” Musailamah menjawab, “Yaa Wahr ya wahr wainnamaa anta udzunaani washadr wasaa’iruka hafrun naqar (Hai marmot, hai marmot. Sesungguhnya engkau punya dua telinga dan dada. Dan semua jenis kamu suka menggali dan melubangi)” Kemudian dia bertanya,”Bagaimana menurut pendapatmu hai Amar?” Amar menjawab, “Demi Allah. Sesungguhnya engkau pasti tahu bahwa sesungguhnya aku mengetahui kamu adalah pendusta.”

Imam Syafi’i rahimahullah mengatakan, “Kalau umat manusia merenungkan surah ini, pastilah dia meliputi mereka (memadai).”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 31, 2009 by in Al Quran and tagged .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: