أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Beberapa Hal Tentang Mengkafani Jenazah

Tadi malam taklim membahas kitab Ahkamul Janaiz Bab Mengkafani Mayit, walaupun belum selesai. Dari taklim tersebut akan saya sebutkan Beberapa Hal Tentang Mengkafani Jenazah, yaitu:

  1. Setelah selesai memandikan jenazah, wajib bagi kita untuk mengkafaninya.
  2. Kafan atau uang untuk membelinya itu harus berasal dari harta si mayit walaupun dia tidak meninggalkan apapun. Hal ini berdasarkan  hadits dari Khabbab bin Arat Radhiyallahu Anhu, “Kami hijrah di jalan Allah bersama Rasulullah Saw dengan mengharap ridha-Nya, hingga pastilah sudah pahala di sisi Allah. Di antara kami ada yang sudah berlalu sebelum menikmati pahala di dunia ini sedikitpun. Di antaranya Mush’ab bin Umair yang gugur di Perang Uhud. Tak sehelai pun kain untuk menutupinya selain sehelai burdah. Andaikan ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua belah kakinya. Sebaliknya bila ditutupkan kakinya, terbukalah kepalanya. Maka sabda Rasulullah Saw, “Tutuplah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutuplah dengan rumput idzkhir.”(diriwayatkan oleh Al Bukhari (3/110), Muslim (3/48), Ibnul jarud dalam Al Muntaqa (260), Tirmidzi (4/357), An Nasa’I menshahihkannya (1/269), Baihaqi (3/401), Ahmad (6/395). Abu Dawud (2/14,62).
  3. Kain kafan harus panjang sempurna menutupi badan si mayit berdasarkan hadits dari Jabir bin Abdulah Radhiyallahu Anhu. Jabir bin Abdullah Radhiyallahu Anhu mengutarakan, bahwa suatu hari Nabi saw berkhutbah. Dalam khutbahnya beliau menyebut nama salah seorang sahabatnya yang telah meninggal dan dikafani dengan kafan yang kurang panjang, serta dikuburkan malam hari. Nabi saw melarang menguburkan mayat malam hari, supaya dapat dishalati ( oleh jama’ah yang lebih banyak ), kecuali terpaksa. Lalu beliau juga bersabda: “Apabila kalian mengkafani mayat saudara kalian, maka kafanilah dengan sebaik-baiknya“. Diriwayatkan oleh Muslim (3/50), Ibnul Jarud (268), Ahmad (3/295,329). Kalimat terakhir diriwayatkan oleh Tirmidzi (2/133) dan Ibnu Majah dari hadits Abi Qotadah. Ulama berkata: “yang dimaksud dengan sebaik-baiknya kafan adalah baik dalam hal kebersihannya, ketebalannya, cukup menutupi, harganya. Harga yang dimaksud adalah tidak terlalu murah, memakai bekas kantung terigu misalnya, atau terlalu mahal seperti sutra.
  4. Apabila kain kafan tidak cukup menutupi semua bagian tubuh si mayit, maka ditutupkan dari bagian kepala hingga sepanjang tubuh yang bias ditutupi. Hal ini juga berdasarkan hadits Khabbab bin Arat Radhiyallahu Anhu di atas.
  5. Apabila kain kafan sedikit sedangkan jenazahnya banyak, maka kain kafan yang sedikit itu dibagi secara merata kepada para mayit. Dan apabila kain kafan tidak mencukupi maka perlakuannya sama seperti point nomor 4 di atas. Hal ini berdasarkan Hadits dari Anas Radhiyallahu Anhu yang menceritakan tentang jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib Radhiyallahu Anhu yang telah dicincang-cincang oleh Hindun ketika perang Uhud.

 

Afwan, baru sampai di sini pembahasannya, insya Allah akan bersambung ke point-point berikutnya.

Selengkapnya silahkan lihat kitab Ahkamul Janaa’iz wa bida’uha, Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany, Terbitan Maktabah al Ma’arif an Nasyr wat Tauzi’ Riyadh, hal. 26-29.

2 comments on “Beberapa Hal Tentang Mengkafani Jenazah

  1. muslim a djalil, MSI
    Februari 6, 2010

    tolong masukkan ke e-mail saya

  2. yusuf
    September 29, 2011

    good post

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 29, 2009 by in Fiqih and tagged , , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: