أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Arti Sebuah Nama

Soal :

Mohon dijelaskan secara ringkas mengenai hakikat dan urgensi al ism (nama) serta pengaruhnya terhadap si bayi, orang tua dan umat!

Jawab :

ada yang berpendapat bahwa kata al ism berasal dari kata al wasm artinya pertanda. Oleh karena itu disebut al ism karena merupakan lambang  atau pertanda dari suatu benda yang menunjukkan kepadanya. Hal ini banyak tercantum di dalam al Quran al Karim seperti firman Allah Ta’ala

يَا زَكَرِيَّا إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَامٍ اسْمُهُ يَحْيَى لَمْ نَجْعَلْ لَهُ مِنْ قَبْلُ سَمِيًّا (7)

“Hai Zakariya, sesungguhnya Kami member kabar gembira kepadamu akan (beroleh) seorang anak yang namanya Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah menciptakan orang yang serupa dengan dia.” (Al Quran Surat Maryam: ayat 7)

Ada yang berpendapat kata al ism berasal dari kata al sumuw yang artinya al ‘uluw (tinggi). Tetapi tidak masalah menggabungkan kedua makna ini terutama ketika nama itu diberikan kepada anak adam dari kalangan kaum  muslimin. Dengan demikian nama tersebut sebagai pertanda yang tinggi (luhur) untuk dirinya.

Hakikat dari nama bayi adalah sebagai identitas dan tanda pengenal yang dapat dibedakan sesuai dengan kemuliaanya sebagai anak adam dan sebagai kaum muslimin. Oleh karena itu para ulama sepakat menetapkan wajibnya memberi nama kepada laki-laki atau perempuan.

Dari hakikat nama tersebut dapat kita ketahui betapa pentingnya arti sebuah nama bagi manusia. Nama adalah sesuatu yang pertama sekali diperuntukkan kepada sang bayi setelah ia terlahir dari kegelapan alam rahim. Nama adalah ciri khas yang pertama untuk membedakan dirinya dengan dari sesamanya. Pemberian nama juga merupakan langkah awal yang dilakukan seorang ayah kepada bayi yang mengandung sifat waris mewarisi dan berkesinambungan (nasabnya). Nama juga merupakan perkara yang menjadikan si bayi terdaftar di antara sederetan umat ini. Dengan nama juga dapat diketahui akidahnya dan arah hidupnya bahkan juga dapat diketahui bagaimana akidah, cara berfikir dan pandangan orang yang memberikan nama tersebut. Apabila seorang bayi diberi nama dengan nama yang bagus, itu menunjukkan sejauh mana keterikatan sang ayah muslim kepada sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam serta menunjukkan sampai dimana pemahaman-pemahaman yang menyimpang mempengaruhi cara berfikirnya terhadap jalur hidayah dan istiqomah. Salah satu langkah baik yang diberikan kepada si bayi adalah meberinya nama dengan nama yang baik.

Nama juga memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap akhlak dan cara hidup umat ini. Nama memberikan suatu gambaran yang jelas terhadap cara berfikir dan akidah umat ini serta pengaruhnya terhadap akhlak dan adab mereka.

Atas pertimbangan di atas maka memilih nama yang baik merupakan salah satu kewajiban syar’i sebagaimana yang akan dijelaskan insya Allah.

Soal:

apakah ada keterkaitan antara seseorang dengan namanya?

Jawab:

Tidak disangsikan lagi keterkaitan antara arti sebuah nama dan orangnya, telah dijelaskan oleh nash-nash syar’i dan atsar di antaranya sabda rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam:

أَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَغِفَارٌ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا وَعُصَيَّةُ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

 

“Aslam (nama orang) semoga Allah mendamaikan hidupnya, ghifaar (nama orang) semoga Allah mengampuninya dan ‘ushayyah (nama orang) telah durhaka terhadap Allah dan rasul-Nya.” (H.R. Al Bukhari/3514, Muslim/6586, Tirimidzi/3941, Ahmad/4702).

Demikian juga dengan sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika beliau melihat Sahl bin Amr dating pada hari perjanjian Hudaibiyah:

سَهُلَ أَمْرَكُمْ

“Urusan kalian menjadi sahl (mudah).”(H.R. Al Bukhari)

Terkadang beliau mengambil makna dari mimpinya atau ketika terjaga, sebagaimana beliau pernah bermimpi bahwa beliau dan para sahabat lainnya berada di perkampungan ‘Uqbah bin Raafi’. Lalu mereka mengahidangkan kepada beliau rathab (kurma yang ranum dan segar) yang berasal dari Rathab bin Thaab. Kemudian beliau memberitahukan takwil mimpi tersebut bahwa mereka akan mendapat derajat yang tinggi di dunia dan ganjaran yang baik di akhirat kelak. Sedang agama yang telah dipilihkan Allah untuk mereka telah arthab wa thaab (ranum dan matang). Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim.

Silahkan anda perhatikan bagaimana Rasulullah shallallahu Alaihi Wasallam menamakan dirinya dengan nama yang sesuai dengan makna, berasal dari pecahan dari kata dasar yang sama, yaitu Muhammad dan Ahmad. Kedua Muhammad mengandung sifat yang terpuji, Ahmad mengandung sifat yang lebih mulia dan lebih utama dibandingkan manusia lainnya. Degan demikian kaitan antara nama dan orangnya seperti kaitan antara ruh dan jasad.

Demikian juga kunyah (julukan) Abu Jahal yang diberikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam kepada Abul Hakam bin Hisyam. Sebuah kunyah yang sesuai dengan orangnya dan ia adalah makhluk yang paling berhak mendapatkan kunyah ini. Demikian juga kunyah Abu Lahab yang diberikan Allah kepada Abdul ‘Izza karena ia akan ditempatkan di dalam neraka yang memiliki lidah api. Kunyah ini sangat layak dan pantas diberikan kepada dirinya. Demikian yang disebutkan oleh Ibnu Qayyim Rahimahullah dalam kitab Zaadul Ma’aad. Beliau juga berkata dalam kitab Tuhfah, “Barangsiapa yang mengamati sunnah maka ia akan temukan bahwa nama-nama yang ada sesuai dengan orangnya, seakan-akan nama-nama tersebut diambil dari karakter orangnya. Apabila anda ingin melihat bagaimana pengaruh nama terhadap orangnya, maka coba perhatikan hadits Sa’id bin Musayyab dari ayahnya dari kakeknya, ia berkata,”Aku pernah menghadap Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bertanya kepadaku,’Siapa namamu?’ ia menjawab,’Namaku huzn (kasar atau sedih).’ Beliau kembali berkata,’Ganti namamu dengan nama sahl (mudah).’ Ia berkata,’ Aku tidak akan menukar nama yang telah diberikan oleh ayahku.’

Ibnu Musayyaib berkata, ‘sejak saat itu sifat kasar senantiasa ada dalam keluarga kami.’” (H.R. Al Bukhari) huzn artinya kasar.

Di antara ungkapan yang beredar di tengah-tengah masyarakat adalah julukan itu turun dari langit. Sehingga tidak ada satu namapun yang mengandung makna keras dan buruk kecuali nama tersebut sesuai dengan orangnya, demikian juga sebaliknya.

Ungkapan lain yang beredar seperti: “Nama berpengaruh terhadap orangnya.”

Dikatakan:

Tidaklah kamu perhatikan kepada orang yang memiliki suatu julukan, kecuali nama dan julukan tersebut sesuai dengan orangnya.

Jadi benarlah bahwa nama mempunyai pengaruh terhadap orangnya baik dalam kebaikan, keburukan, ringan, berat, lembut, dan kasar. Oleh karena itu wahai muslim (semoga anda dan bayi anda diberkahi Allah) pilih nama yang terbaik untuk dirimu, bayimu, hamba sahayamu. Pilihlah nama yang memiliki lafadz dan arti yang baik. Wabillahi ta’ala at taufiq.

Ensiklopedi Anak, Abu Abdillah Ahmad bin Ahmad Al Isawi; Penerjemah Ustadz Ali Nur; Penerbit Darus Sunnah, Hal 216-219

 

2 comments on “Arti Sebuah Nama

  1. Yanti Marlinton
    November 8, 2009

    apa arti sebuah nama yanti marlinton dalam al quran??

    • midazortega
      November 8, 2009

      maaf, sepertinya nama itu ngga ada dalam al Quran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Oktober 4, 2009 by in Fiqih and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: