أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Tafsir Surat Al Humazah

{ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ * الَّذِي جَمَعَ مَالا وَعَدَّدَهُ * يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ * كَلا لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ * وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ * نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ * الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ * إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ * فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ }

“Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat dan pencela, (1)

yang mengumpulkan harta lagi menghitung-hitung,(2)

ia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya, (3)

sekali-kali tidak ! sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. (4)

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu, (5)

(yaitu) api (disediakan) Allah yag dinyalakan, (6)

yang (naik) sampai ke hati  (7)

Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka, (8)

(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.”(9)

{ وَيْلٌ } أي: وعيد، ووبال، وشدة عذاب

Kata { وَيْلٌ } (kecelakaanlah) artinya adalah ancaman dan bencana serta siksa yang dahsyat.

{ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ }

“…bagi setiap pengumpat lagi pencela.”

الذي يهمز الناس بفعله، ويلمزهم بقوله، فالهماز: الذي يعيب الناس، ويطعن عليهم بالإشارة والفعل، واللماز: الذي يعيبهم بقوله.

Yaitu orang yang suka mengumpat orang lain dengan perbuatannya dari menghina dengan ucapannya. Arti kata hamz adalah menghina orang lain dan mencaci mereka dengan menggunakan isyarat atau dengan perbuatan untuk meledeknya. Sementara kata lamz artinya menghina langsing dengan ucapan.

ومن صفة هذا الهماز اللماز، أنه لا هم له سوى جمع المال وتعديده والغبطة به، وليس له رغبة في إنفاقه في طرق الخيرات وصلة الأرحام، ونحو ذلك،

Di antara tanda pengumpat dan pencela ini adalah bahwa keinginannya hanya mengumpulkan harta, menghitung-hitungnya serta merasa iri terhadap orang yang memiliki lebih dari dirinya. Ia tidak memiliki hasrat untuk menginfaqkannya di jalan-jalan kebajikan atau untuk menyambung tali silaturahmi dan sejenisnya.

{ يَحْسَبُ }

“…ia mengira..”

بجهله

Karena kejahilannya,

{ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ }

“…bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.”

في الدنيا، فلذلك كان كده وسعيه كله في تنمية ماله، الذي يظن أنه ينمي عمره، ولم يدر أن البخل يقصف الأعمار، ويخرب الديار، وأن البر يزيد في العمر.

Yakni mengekalkannya di dunia. Oleh sebab itu, usaha dan kerjanya hanyalah untuk mengembangbiakkan hartanya saja, karena ia mengira harta itu akan menabah umurnya. Ia tidak sadar bahwa kebakhilannya justru mengurangi umur dan merusak kehidupan. Justru sikap dermawan akan memperpanjang umur.

{ كَلا لَيُنْبَذَنَّ }

“…sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar  akan  dilemparkan..”

أي: ليطرحن

Yakni dicampakkan

{ فِي الْحُطَمَةِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ }

“…ke dalam Huthamah.

Dan tahukah kamu apa Huthamah itu?”

تعظيم لها، وتهويل لشأنها.

ثم فسرها بقوله:

Pertanyaan ini menunjukkan dahsyatnya Naar Huthamah tersebut, dan untuk menimbulakn rasa takut terhadapnya.

Kemudian Allah jelaskan dengan firman-Nya:

{ نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ }

(yaitu) api (disediakan) Allah yang dinyalakan.”

التي وقودها الناس والحجارة

Yaitu yang bahan bakarnya manusia dan batu.

{ الَّتِي }

“…yang..”

من شدتها

Yakni karena sangat panasnya,

{ تَطَّلِعُ عَلَى الأفْئِدَةِ }

“(naik) sampai ke hati.”

أي: تنفذ من الأجسام إلى القلوب.

Yakni menembus tubuh hingga ke jantung.

ومع هذه الحرارة البليغة هم محبوسون فيها، قد أيسوا من الخروج منها، ولهذا قال:

Meski demikian panasnya, mereka tetap mendekam di dalamnya, bahkan tidak memiliki harapan lagi untuk keluar darinya. Oleh sebab itu, Allah berfirman:

{ إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ }

“Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka.”

أي: مغلقة

Yakni di tempat yang tertutup.

{ فِي عَمَدٍ }

“…(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang..”

من خلف الأبواب

Dari belakang pintu-pintunya,

{ مُمَدَّدَةٍ }

“…yang panjang.”

لئلا يخرجوا منها

Agar mereka tidak bisa keluar darinya.

Allah berfirman :

{ كُلَّمَا أَرَادُوا أَنْ يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا }

sekali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan (lagi) ke dalamnya..”(as Sajdah : 20)

نعوذ بالله من ذلك، ونسأله العفو والعافية

Kita memohon perlindungan kepada Allah agar diberikan perlindungan dari semua itu, diberikan ampunan dan keselamatan.

Sumber : Maktabah Syamilah, terjemahannya diambil dari Tafsir Juz ‘Amma Karimirrahman karangan Al ‘Allamah Asy Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’diy yang diterjemahkan oleh Ust. Abu Umar Al Maidani, penerbit At Tibyan-Solo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 25, 2009 by in Al Quran and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: