أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Shalat Sunnah Jum’at

Pasal ini mencakup dua masalah :

Pertama : Apakah ada shalat sunnah sebelum shalat Jum’at.

Kedua : Shalat sunnah setelah shalat Jum’at.

Dan berikut ini penjelasannya :

Pertama : Apakah ada shalat sunnah sebelum shalat Jum’at.

Shalat Jum’at tidak memiliki shalat sunnah sebelumnya secara  tertentu, adapun shalat sunnah secara mutlak maka terdapat riwayat yang menunjukkannya.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau bersabda :

“Barang siapa yang mandi kemudian dia mendatangi Jumat lalu mengerjakan shalat apa yang ditentukan baginya kemudian dia mengerjakan khutbah imam dengan baik hingga selesai kemudian dia mengerjakan shalat bersamanya niscaya akan diampuni dosanya yang dia kerjakan antara Jumat itu ke Jumat yan lain dan ditambah tiga hari.” ( Dikeluarkan oleh Muslim)

Dan didalam sebuah riwayat Abu Dawud dengan lafadz :

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jumat kemudian dia mengenakan pakainnya yang terbaik dan memakai minyak wangi jika dia memiliki lalu dia mendatangi Jumat, tanpa melangkahi leher-leher manusia kemudian dia mengerjakan shalat sesuai apa yang Allah tetapkan baginya kemudian dia diam ketika imamnya keluar (berkhutbah) hingga selesai mengerjakan shalat bersamanya niscaya itu akan menjadi penebus dosanya yang dia kerjakan antara Jumat itu dengan Jumat sebelumnya.” Dari Abu Hurairah berkata :”Dan ditambah tiga hari,” dan dia berkata :”Sesungguhnya sebuah kebaikan dibalas sepuluh kali lipatnya.”

Kedua : Shalat Sunnah setelah shalat Jumat.

Telah berlalu hadits Ibnu Umar Radhiyallahu Anhu dan di dalamnya disebutkan :

“Dua rakaat setelah Jumat di rumah beliau.”

Dan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu dia berkata :” Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda :

“jika salah seorang dari kelian mengerjakan shalat jumat maka hendaklah dia mengerjakan shalat empat rakaat sesudahnya.” (Dikeluarkan oleh Muslim)

Dan di dalam sebuah riwayatnya :

“baragsiapa di antara kalian mengerjakan shalat Jumat maka hendaklah dia mengerjakan empat rakaat.” (Muslim)

Saya (Syaikh Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul) katakan : Dua hadits ini menunjukkan disyariatkannya shalat dua rakaat atau empat rakaat setelah shalat Jumat. Mana saja darinya yang dikerjakan oleh seorang muslim maka boleh. Dan yang lebih utama adalah shalat empat rakaat setelah jumat, berdasarkan yang ada pada hadits Abu Hurairah Radhiayallahu Anhu berupa nash perkataan yang menunjukkannya.

Dan shalat sunnah ini sama saja apakah dikerjakan dua rakaat atau empat rakaat maka yang lebih utama adalah mengerjakannya di rumah secara mutlak tanpa ada perincian padanya.

 

Dikutip dari “Bughyatul Muthathawwi’ Fii Shalatil Tathawwu’, Edisi Indonesia “Tuntunan Shalat-shalat Sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam”, Fadhilatus Syaikh Syaikh Doktor Muhammad bin Umar bin Salim Bazmul, Penerbit Maktabah An Nuur, Hal 141-143.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 9, 2009 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: