أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Keharusan Untuk Kembali Pada as Sunnah dan Larangan Untuk Menentangnya (Lanjutan)

13. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (Q.S. Al Hasyr : 7)

14. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Q.S. Al Ahzab : 21)

15. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

والنجم إذا هوى ما ضل صاحبكم وما غوى وما ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quraan) menurut kemauan hawa nafsunya, Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Q.S. An Najm : 1-4)

16. Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

وأنزلنا إليك الذكر لتبين للناس ما نزل إليهم ولعلهم يتفكرون

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” (Q.S. An Nahl : 44)

Dalil-dalil dari As Sunnah yang Menunjukkan Kewajiban Seorang Muslim Untuk Taat Kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Dalam Segala Urusan.

1. Dari Abi Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Setiap umatku akan masuk Surga, kecuali orang yang engan,” Para sahabat bertanya, ‘Ya Rasulallah, siapakah orang yang enggan itu?’ Rasulullah menjawab, “Barangsiapa mentaatiku akan masuk Surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku dialah yang enggan”. (HR.Bukhari dalam kitab al-I’tisham).

2. Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallhu Anhu berkata, “Telah dating kepada nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, sedangkan beliau dalam keadaan tidur. Berkata sebagian daripada malaikat tersebut,’Sesungguhnya ia sedang tidur’. Sebagiannya lagi berkata,’Sesungguhnya matanya tertidur namun hatinya terjaga.’ Mereka berkata,’Sesungguhnyapada diri sahabatmu terdapat sebuah perumpamaan, maka utarakanlah perumpamaan tersebut’. Berkata sebagian malaikat,’ Sesungguhnya ia sedang tidur’. Berkata yang lainnya,’Sesungguhnya matanya tertidur namun hatinya terjaga’. Mereka berkata, ‘Perumpamaan orang-orang ini bagaikan seorang laki-laki yang membangun sebuah rumah di dalamnya ia menghidangkan santapan, dan kemudian orang tersebut mengutus seseorang untuk menyeru orang-orang agar menyantap hidangan tersebut. Barangsiapa yang memenuhi panggilan tersebut, maka ia masuk ke dalam rumah dan menyantap hidangan. Namun barangsiapa yang tidak memenuhinya, maka ia tidak masuk ke dalam rumah dan tidak menyantap hidangan yang telah disajikan’. Mereka berkata,’Tafsirkanlah perumpamaan itu!’ Sebagian para malaikat berkata,’Sesungguhnya ia sedang tidur’. Berkata yang lainnya,’Sesungguhnya mata beliau tertidur namun hatinya terjaga’. Mereka berkata, ‘Rumah yang dimaksud adalah surga dan penyeru itu adalah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Barangsiapa yang taat kepada Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam sungguh ia telah taat kepada Allah. Dan barangsiapa yang durhaka kepada beliau, sungguh ia elah durhaka kepada Allah. Dan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam adalah pemisah antara yang kafir dan yang beriman di kalangan manusia’. ” (H.R. Bukhari).

3. Dari Abi Musa Radhiyalahu Anhu dari nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, “Sesungguhya perumpamaanku dan perumpamaan agama yang Allah mengutusnya bersamaku (untuk mendakwahkannya), seperti perumpamaanseorang yang dating kepada suatu kaum dan berseru, ‘Wahai kaumku, sesungguhnya saya ini benar-benar seorang pemberi peringatan. Sungguh saya telah menyaksikan pasukan musuh menghampiri kalian. Untuk itu, selamatkanlah diri kalian! Maka sebagian dari kaum itu mendengarkan dan taat kepada sang pemberi peringatan ; mereka segera beranjak pada malam hari, maka selamatkanlah mereka. Namun sebagiannya lagi ingkar dan tidak taat, mereka tidak beranjak dari kampung mereka untuk menyelamatkan diri, maka pasukan musuh pun menggilas dan menghancurkan mereka di subuh hari’. Demikianlah perumpamaan orang-orang yang taat kepadaku dan taat kepada apa yang aku bawa (berupa ajaran yang benar), dan perumpamaan orang-orang yang ingkar terhdapku dan terhadap apa-apa yang aku bawa tentang kebenaran.” (H.R. Muttafaqun Alaihi).

4. Dari Abi Rafi’ Radhiyallhu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh, akan aku dapati salah seorang dari kalian bertelekan di atas sofanya, yang apabila sampai kepadanya hal-hal yang aku perintahkan atau aku larang dia berkata, ‘Saya tidak tahu. Apa yang ada dalam Al-Qur`an itulah yang akan kami ikuti”, (Diiwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi. Disahihkan oleh Ibnu Majah, At-Thahawi, dan lainnya).

5. Dari Al Miqdan bin Ma’di Karib Radhiyalahu Anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya saya telah diberikan Al Quran dan yang sepertinya. Ketahuilah, sungguh telah dekat suatu masa di mana seorang laki-laki yang tengah kekenyangan duduk di atas kursinya dan berkata, ‘Taatilah segla apa yang terdapat di dalam Al Quran. Apa yang kamu dapati halal di dalam Al Quran maka halalkanlah dan apa yang kamu dapati haram, maka haramkanlah. Ketahuilah, sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam seperti yang diharamkan oleh Allah’. Sungguh tidak halal bagi kalian keledai jinak, binatang yang bertaring dan barang temuan dari orang-orang kafir yang terikat perjanjian denganmu kecuali dengan seizinnya. Dan barangsiapa yang bertamu pada suatu kaum, maka hendaklah kaum itu menjamunya, maka mereka pun berhak untuk mendapat perlakuan yang sama”. (Diriwayatkanoleh Abu Dawud, Tirmidzi, dan Hakim. Beliau (Hakim) menshahihkan hadits tersebut. Hadits ini telah diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang shahih).

6. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sungguh saya telah meninggalkan kalian dengan dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama kalian berpegang teguh pada keduanya, yaitu Al Quran dan Sunnahku…”(Diriwayatkan oleh Malik secara Mursal dan Hakim dengan sanad yang bersambung dan menshahihkannya).

Al-Hadits Hujjatun bi nafsihi fil Aqaid wa Al Ahkam, karya as-Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Edisi Indonesia “Hadits Sebagai Landasan Akidah Dan Hukum”.Penerbit Pustaka Azzam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Maret 4, 2009 by in Manhaj and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: