أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Duduk Istirahat

Ada beberapa sunnah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang sering ditinggalkan dalam pelaksanaan shalat, salah satu di antaranya adalah duduk istirahat. Yaitu duduk sejenak setelah sujud kedua sebelum bangkit lagi menuju raka’at selanjutnya.

Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz rahimahullah, Mufti Umum Kerajaan Saudi Arabia dan Pimpinan Dewan Tokoh-tokoh Ulama dan Kajian Ilmiyah dan Fatwa, berkata dalam risalah beliau “Kaifiyat as Shalaat an Nabiyyi Shallallah Alaihi Wasallam” :

ويجلس جلسة خفيفة مثل جلوسه بين السجدتين وتسمى جلسة الاستراحة وهي مستحبة في أصح قولي العلماء . وان تركها فلا حرج ، وليس فيها ذكر ولا دعاء

“…dan duduk sejenak seperti duduk antara dua sujud. Ini disebut duduk istirahat, hukumnya sunnah menurut pendapat yang lebih kuat dari dua pendapat para ulama, dan jika ditinggalkan maka tidak apa-apa. Dan pada duduk ini tidak ada bacaan atau pun do’a.”

Begitu juga Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany dalam kitabnya yang terkenal “Sifat Shalat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam” berkata memberikan catatan kaki terhadap hadits :

يستوي قاعدا على رجله اليسرى معتدلا حتى يرجع كل عظم إلى موضعه

Beliau duduk tegak (yaitu duduk di atas telapak kaki kirinya dengan tegak sampai setiap ruas tulang punggungnya mapan).” HR. Bukhari dan Abu Dawud.

Beliau berkata …”Di kalangan ahli fiqih duduk semacam ini dinamakan duduk istirahat. Begitulah dinyatakan oleh Imam Syafi’i. Imam Ahmad (bin Hambal, pen.) pun berkata demikian. Pendirian beliau ini lebih tepat karena dia dikenal sebagai orang yang sangat bersemangat mengikuti Sunnah Nabi dan tidak mau menyalahi.

Ibnu Hani’ dalam Kitab Masa-ilnya (1/57) berkata : “ Saya melihat Abu Abdullah (Imam Ahmad) terkadang bertumpu pada kedua tangannya bila hendak berdiri ke raka’at terakhir dan terkadang beliau duduk terlebih dahulu dengan tegak, kemudian bangkit berdiri. Perbuatan ini dipilih oleh Imam Ishaq bin Rawahaih sebagaimana dikatakannya dalam Kitab Masa-il Marwazi (1/147/2) :

‘Menurut Sunnah Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bahwa beliau bertumpu pada tangannya ketika bangkit. Hal ini boleh dilakukan oleh yang tua atau yang muda.’ Baca Al Irwa’ juz 2, halaman 82 dan 83.”
__________
Apabila disebutkan Sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, sunnah di sini bukan sunnah dalam istilah fiqih yang artinya berpahala jika dikerjakan dan tidak apa-apa (tidak berdosa) jika ditinggalkan, tetapi sunnah di sini berarti segala sesuatu yang bersumber dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, baik berupa perkataan, perbuatan, atau pernyataan di dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan hukum syariat. Lihat Kitab “Al Hadits Hujjatun bi Nafsihi fil Aqaidu wal Ahkami” kitab karangan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany yang disusun oleh Muhammad ‘Id al Abbasi yang edisi Indonsianya “Hadits Sebagai Landasan Akidah dan Hukum”, terbitan Pustaka Azzam, hal. 19-20. Jadi sunnah di sini merupakan sinonim dari kata hadits.

Syaikh Ali bin Hasan Al Halaby dalam kitabnya “Ilmu Ushul Bida’” hal. 109 berkata :

فمن رغب عن سنتي فليس مني قال الحافظ ابن حجر في فتح الباري]۹|۱۰۵[:١لمراد بالسنة الطريقة ل االتي تقاب ل الفرض والرغبة عن اشيء الإعراض عنه إلى غيره والمراد من ترك طريقتي وأخذ بطريقة غيري فليس مني

“….Maka barang siapa yang tidak suka sunnahku maka dia bukan golonganku. Al Hafidz Ibn Hajar dalam “Fathul Bari” (IX/105) berkata ‘Yang dimaksud dengan as sunnah adalah jalan (metode), bukan yang sunnah yang berlawanan dengan fardhu (yaitu kalau dilaksanakan mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak berdosa). Dan tidak suka kepada sesuatu artinya berpaling darinya kepada yang lain. Maksudnya , barang siapa yang meninggalkan jalan/metodeku dan mengambil jalan yang lain, maka dia bukan golonganku.”

Wallahu A’lam

One comment on “Duduk Istirahat

  1. Agung Swasana
    November 13, 2013

    Coba antum pelajari ini dahulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Februari 22, 2009 by in Fiqih and tagged , , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 252,192 hits
%d blogger menyukai ini: