أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hadits-hadits Tentang Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم في مرضه الذي لم يقم منه :
” لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد “

“Allah melaknat orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani. Mereka telah menjadikan kuburan Nabi-nabi mereka sebagai tempat ibadah.”
Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, dia bercerita, Rasululah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

” قاتل الله اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد “

“Allah memeangi orang-orang Yahudi, karena mereka telah menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai tempat bersujud.” (diriwayatkan oleh al Bukhari (II/422), Muslim, Abu ‘Awanah, Abu Dawud (II/71), Ahmad (II/284, 36, 396, 453, dan 518 ), Abu Ya’la di dalam Musnadnya (278/I). as Siraj dan as Sahmi di dalam kitab Taarikh Jurjaani (349), Ibnu Asakir (XIV/367/2) dari Sa’id bin al Musayyab. Diriwayatkan pula oleh Muslim dari Yaid bin al Asham, darinya. Juga diriwayatkan oleh Abdurrazzaq di dalam kitab Mushannafnya (I/406/1589) dari sisi pertamanya, darinya, tetapi dia memauqufkannya.)

عن عائشة وابن عباس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم لما حضرته الوفاة جعل يلقي على وجهه طرف خميصة ( 15 ) له فإذا اغتم كشفها عن وجهه وهو يقول : ” لعنة الله على اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد . تقول عائشة يحذر مثل الذي صنعوا “

Dari Aisyah dan Ibnu Abbas Radhiallahu Anhuma, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menghadapi sakaratul maut, maka beliau menempelkan ujung baju beliau ke wajah beliau sendiri. Dan ketika ujung baju itu telah menutupi wajahnya, maka neliau membukanya kembali seraya bersabda, “Laknat Allah atas orang-orang Yahudi dan Nashrani, mereka telah menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai masjid.” Aisyah Radhiallahu Anha, “Beliau memperingatkan agar tidak melakukan seperti apa yang mereka lakukan.”(diriwayatkan oleh al Bukhari (I/422, VI/386, dan VIII/116), Muslim (II/67), Abu Awanah (I/399), an Nasaa’I (I/115), ad Darimi (I/326), Ahmad (I/218 dan VI/34,229, dan 275), Ibnu Sa’ad di dalam kitab ath Thabaqat (II/258 ), dan juga diriwayatkan oleh Abdurrazzaq di dalam kitab al Mushannaf (I/406/1588 ) dari Ibnu Abbas Radhiallahu Anhu.)

Al Hafidz Ibnu Hajar Rahimahullah mengemukakan : “Seakan-akan Nabi Shallallahu Alaihi wasallam telah mengetahui bahwa beliau akan pergi selamanya melalui sakit yang beliau derita, sehingga beliau khawatir makam beliau akan diagung-agungkan seperti yang telah dilakukan orang-orang terdahulu. Oleh karena itu, beliau melaknat orang-orang Yahudi dan nasrani, sebagai isyarat yang menunjukkan celaan bagi orang yang berbuat seperti perbuatan mereka.”

عن عائشة رضي الله عنها قالت : لما كان مرض النبي صلى الله عليه وسلم تذاكر بعض نسائه كنيسة بأرض الحبشة يقال لها : مارية وقد كانت أم سلمة وأم حبيبة قد أتتا أرض الحبشة فذكرن من حسنها وتصاويرها قالت : [ فرفع النبي صلى الله عليه وسلم رأسه ] فقال : ” أولئك إذا كان فيهم الرجل الصالح بنوا على قبره مسجدا ثم صوروا تلك الصور أولئك شرار الخلق عند الله [ يوم القيامة ]

Dari Aisyah Radhiallahu Anha, dia bercerita, ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam jatuh sakit, maka beberapa orang isteri beliau sempat membicarakan tentang sebuah gereja yang terdapat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang diberi nama : Maria – Ummu Salamah dan ummu Habibah sudah pernah mendatangi negeri Habasyah – kemudian mereka menceritakan tentang keindahan gereja dan gambar-gambar yang terdapat di dalamnya. Aisyah bercerita :”Kemudian Nabi Shallallahu alaihi Wasallam mengangkat kepalanya) seraya berucap : ‘Mereka itu adalah orang-orang yang jika ada orang shalih di antara mereka yang meninggal dunia, mka mereka akan membangun masjid di makamnya itu, lalu mereka memberi berbagai macam gambar di tempat tersebut. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah (pada Hari Kiamat kelak). (Diriwayatkan oleh al Bukhari ,(I/416 dan 422), Muslim (II/66), an Nasaa’I (I/115), Ibnu abi syaibah di dalam kitab al mushannaf (IV/140 terbitan India), Ahmad (VI/51), Abu Awanah di dalam kitab shahihnya (I/400-401), redaksi di atas adalah miliknya. Juga Ibnu Sa’ad di dalam kitab ath Thabaqat (II/240-241), as Siraj dalam musnadnya (220/2), al baihaqi (IV/80), dan al Baghawo (II/415 dan 416).

Di dalam kitab Fathul Baari, ibnu Rajab mengemukakan :

” هذا الحديث يدل على تحريم بناء المساجد على قبور الصالحين وتصوير صورهم فيها كما يفعله النصارى ولا ريب أن كل واحدج منهما محرم على انفراده فتصوير صور الآدميين يحرم وبناء القبور على المساجد بانفراده يحرم كما دلت عليه نصوص أخر يأتي ذكر بعضها قال ” : والتصاوير التي في الكنيسة التي ذكرتها أم حبيبة وأم سلمة كانت على الحيطان ونحوها ولم يكن لها ظل فتصوير الصور على مثال صور الأنبياء والصالحين للتبرك بها والاستشفاع بها يحرم في دين الإسلام وهو من جنس عبادة الأوثان وهو الذي أخبر النبي صلى الله عليه وسلم أن أهله شرار الخلق عند الله يوم القيامة وتصوير الصور للتأسي برؤيتها أو للتنزه بذلك والتلهي محرم وهو من الكبائر وفاعله من أشد الناس عذابا يوم القيامة فإنه ظالم ممثل بأفعال الله التي لا يقدر على فعلها غيره وأنه تعالى ليس كمثله شئ لا في ذاته ولا في صفاته ولا في أفعاله سبحانه وتعالى “

”hadits ini menunjukkan diharamkannya membangun masjid di atas makam/kuburan orang-orang shalih dan melukis gambar mereka di sana, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani. Tidak diragukan lagi, masing-masing dari kedua hal tersebut adalah haram : melukis manusia itu diharamkan, seperti halnya membangun masjid di atas kuburan itu sendiri juga diharamkan. Sebagaimana hal tersebut tlah ditunjukkan oelh nash-nash lain yang sebagian di antaranya akan kami sampaikan lebih lanjut. Dia mengatakan bahwa gambar-gambar yang terdapat di dalam gereja yang disebutkan oleh Ummu Salamah dan Ummu Habibah terlukis di dinding dan semisalnya, yang tidak memiliki bayangan. Dengan demikian, meluksi gambar, seperti gambar para Nabi dan orang-orang shalih dengan tujuan untuk mencari berkah atau digunakan untuk mendapatkan syafa’at adalah diharamkan dalam Islam. Yang demikian itu sejenis dengan penyembahan berhala. Dan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sendiri telah memberitahukan bahwa pelakunya merupakan makhluk paling jahat di sisi Allah pada hari Kiamat kelak. Melukis gambar orang dengan tujuan untuk mencontoh dengan melihatnya, mengkultuskannya atau untuk kesenangan adalah haram dan termasuk dosa besar, dan pelakunya akan mendapatkan siksaan yang paling keras pada hari Kiamat kelak, karena dia termasuk orang yang zhalim yang menyerupai perbuatan Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang sesungguhnya tidak akan pernah mampu dilakukan oleh selain diri-Nya. Dan sesungguhnya Allah Maha tinggi, tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya, baik dalam Dzat, sifat, maupun perbuatan Nya Subhanahu Wa Ta’ala.”

(bersambung Insya Allah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: