أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Pujian, Sebuah Petaka Lisan

Pujian Yang Tercela Yang Dapat Membahayakan Orang Yang Dipuji Atau Pujian Yang Berlebih-lebihan

Diriwayatkan dari Abu Bakar Radhiallahu Anhui a berkata : “Ada seorang lelaki yang memuji temannya di sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Nabi berkata : “celaka engkau, engkau telah memenggal leher temanmu, engkau telah memenggal leher temanmu.”Beliau ucapkan itu berkali-kali. Kemudian Beliau berkata: “Barang siapa di antara kamu harus memuji saudaranya maka hendaklah ia katakana :”Aku mengira si fulan begini, cukuplah Allah sebagai penghisabnya, dan aku tidak memuji siapapun di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”Apabila ia mengetahui yang dipujikannya itu memang ada pada diri saudaranya.”1

Diriwayatkan dari Abu Musa adhiallahu Anhui a berkata : “Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam mendengar seorang elaki memuji temannya secara berlebih-lebihan. Rasulullah berkata : “Engkau telah membinasakannya atau engkau telah memutus punggung orang ini.”2

Ibnu Baththah berkata : “Kesimpulan laranganadalah barangsiapa berlebih-lebihan dalam memuji orang lain yang sebenarnya tidak terjadi padanya maka dikhawatirkan orang yang dipuji terkena penyakit ujub. Karena ia mengira dirinya memiliki kedudukan tersebut. Adakalanya ia meninggalkan amal dan tidak menambah kebaikan, karena bersandar kepada pujian yang ditujukan kepadanya. Oleh karena itu para ulama menakwil hadits dengan kata-kata:”Lemparkanlah tanah pada wajah orang-orang yang suka memuji.”3

Bahwa maksudnya adalah orang yang memuji orang lain di hadapan manusia dengan kebatilan. Umar Radhiallahu Anhu berkata :”Pujian itu hakikatnya penyembelihan.” 4

Diriwayatkan dari Hammam bin Al Harits bahwa seorang lelaki memuji Utsman, maka al Miqdad berlutut pada kedua ltutunya-ia adalah seorang yang gemuk- lalu melemparkan pasir pada wajah lelaki tadi. Maka Utsman berkata :”Apa yang engkau lakukan?” Al Miqdad berkata:” Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :” “Apabila engkau melihat orang-orang yang suka memuji maka lemparkanlah tanah ke wajah mereka.”

Dalam riwayat lain dari Al Miqdad:

“Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam memerintahkan kami untuk melemparkan tanah pada wajah oang-orang yang suka memuji.”5

Pujian yang Dibolehkan

Tidak syak lagi, pujian termasuk malapetaka lisan. Jika pujian itu mengakibatkan fitnah atas orang yang dipuji atau di dalamnya terdapat kebohongan, atau sanjungan berlebih-lebihan, maka itu dilarang. Akan tetapi bila tidak maka dibolehkan.

Imam al Bukhari mengatakan : “Bab:Memberikan pujian kepada saudaranya terhadap sesuatu yang ia ketahui.” Kemudian beliau berkata:”Sa’ad berkata :”Aku tidak pernah mendengar Rasulullah Shollallahu alaihi Wasallam berkata kepada seorangpun yang berjalan di atas muka bumi bahwa ia penduduk janah kecuali Abdullah bin Salam.”6

Diriwayatkan dari Musa bin Uqbah dari Salim dari ayahnya behwa rasulullah Shollallahu alaihi wasallamketika menyebutkan tentang masalah kain sarung yang tidak boleh dijulurkan melebihi mata kaki, Abu Bakar Radhiallahu Anhu berkata:”Wahai Rasulullah, sesungguhnya kain sarungku sering melorot salah satu sisinya. “ Maka Nabi berkata:”Engkau tidak termasuk dari mereka (yang sombong atau musbil.7

Pujian kepada Abu Bakar radhiallahu Anhu diperbolehkan dan dikecualikan dari perkara-perkara sebelumnya. Syaratnya, pujian itu tidak berisi kepalsuan dan kebohongan dan orang yang dipuji tidak dikhawatirkan akan jatuh dalam fitnah atau ujub.

Termasuk di dalamnya adalah hadits-hadits yang menjelaskan tentang keutamaan para sahabat Radhiallahu Anhum dan sifat-sifat yang indah dan terpuji yang diberikan kepada mereka. Misalnya perkataan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam kepada Umar Radhiallahu Anhu: “Tidalah setan berpapasan denganmu pada suatu jalan melainkan ia pasti mengambil jalan lain yang bukan jalanmu.”8 Barang siapa dipuji dengan suatu pujian yang memang benar-benar ada pada dirinya maka hal itu tidak termasuk yang dilarang. Rasulullah shollallahu Alaihi Wasallam telah dipuji oleh banyak orang dalam bait-bait syair, khutbah, percakapan, namun beliau tidak melemparkan tanah ke wajah pemujinya. 9

Imam an Nawawi rahimahullah berkata: “Banyak seklai hadits-hadits dalam shahihain yang menyebutkan puji-pujian di hadapan orang yang dipuji. Para ulama mengtakan: ” Cara penggabungan antara keduanya, ialah bahwa larangan tersebut ditujukan kepada orang yang berlebih-lebihan dengan pujian palsu dan dusta, menambah-nambahi dari sifat yang sebenarnya, atau atas orang yang khawatir terkena fitnah, berupa sifat ujub atau yang lainnya apabila ia mendengar pujian tersebut. Adapun orang yang tidak khawatir, disebabkan kesempurnaan takwanya, ketajaman akal dan ma’rifahnya, maka tidaklah memujinya di hadapannya, apabila pujian itu tidak berisi kepalsuan dan kebohongan. Bahkan kalau pujian itu membawa maslahat, seperti meningkatkan gairah kepada kebaikan dan menambahnya, atau mendorongnya tetap konsekuen mengamalkannya dan membuatnya menjadi panutan maka pujian tersebut hukumnya menjadi mustahab wallahu a’lam. 10

__________

1. Hadits riwayat Al Bukhari (III/158 ) dan Muslim (IV/2296), silahkan lihat Lu’lu’ wal Marjaan II/328.

2. Hadits riwayat Al Al Bukhari (III/158 ) dan Muslim (IV/2297), silahkan lihat Lu’lu’ wal Marjaan II/328.

3. Hadits riwayat Muslim IV/2297.

4. Fathuk Bari X/477.

5. Hadits riwayat Muslim (IV/2297).

6. Hadits riwayat Al Al Bukhari (VII/87) silahkan lihat Fathul Bari X/478.

7. Hadits riwayat Al Al Bukhari (VII/87) silahkan lihat Fathul Bari X/478.

8. Hadits riwayat Muslim (IV/1864), Al Bukhari, lihat Fathul Bari X/479.

9. Silahkan lihat Fathul Bari X/477.

10. Syarh Shahih Muslim an Nawawi XVIII/126.

dinukil dari kitab “Afaatu al Lisaan fii Dhou-I al Kitaab wa as Sunnah”, edisi Indonesia “Petaka Lisan Menurut Al Quran dan Sunnah”, Dr. Said bin Ali Wahf Al Qahthany, Penerbit At Tibyan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 20, 2009 by in Adab dan Akhlak and tagged , .

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 254,389 hits
%d blogger menyukai ini: