أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Sholat Menghadap Kuburan

Di kumpulan situs sunnah, ada satu judul yang sagat menarik perhatian saya, yaitu tentang larangan sholat menghadap kuburan. Saya teringat dulu ketika masih tinggal di kampung di mana saya dibesarkan. Kebetulan saya tinggal berbatasan dengan lahan persawahan dan tidak jauh dari rumah terdapat suatu areal pemakaman.

Dekat dengan kuburan tadi terdapat sungai yang waktu itu airnya masih jernih dan sering dipakai untuk mandi maupun mencuci pakaian. Pada waktu itu, saya perhatikan banyak orang yang sholat di atas bebatuan yang ada di areal persawahan setalah mandi di sungai. Saya pun ikut-ikutan, selesai mandi di sungai saya sering sholat di atas batu yang kebetulan berada di antara sungai dan kuburan?

Lucu juga kalau saya mengingat hal itu, karena kebetulan dalam tahap kehidupan saya selanjutnya saya terlibat konflik dalam masalah ini. Ini terjadi di kehidupan nyata saya, dimana masjid yang hanya berjarak beberapa rumah saja dari tempat tinggal saya ternyata ada kuburannya, persis di depan mihrab dan memiliki pembatas hanya dengan tembok masjid. Tadinya hanya satu, sekarang sudah dua, entah berapa lagi nantinya.

Setelah kami ketahui hukum mengenai larangan sholat menghadap kuburan dari para ustdaz dan buku-buku yang telah kami baca, kami pun pindah ke masjid lain yang masih berada dalam lingkunga yang sama walaupun ukurannya sangat minim. Alhamdulillah di masjid tersebut kami lebih tenang dan khusyuk dalam menjalani ibadah sholat.

Bagaimana respon masyarakat? sangat menyakitkan…Muncullah berbagai macam komentar miring masyarakat dalam menanggapi tindakan kami. Ada yang mengatakan kami membuat aliran baru, membuat perpecahan, sampai ada membuat agama baru, naudzubillahi min dzalik.

Apakah itu sterjadi karena tidak ada sosialisasi mengenai larangan tersebut? sudah…kami sudah meminta persetujuan kepala lingkungan setempat, kami juga telah berusaha menjelaskan kepada ahli waris pewakaf sekaligus menghimbau mereka untuk memindahkan kuburan keluarganya.

Begitu juga kami juga berusaha menyampaikan hujjah kami dan meminjamkan buku-buku kepada orang-orang yang dianggap ustadz, tetapi tidak ada respon. Entah karena memang tidak sependapat, atau mereka memang tidak tahu apa-apa.

Alhamdulillah, sekarang sudah tidak ada lagi muncul komentar-komentar miring tentang kami. Dan semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberi petunjuk kepada mereka dan juga kepada kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

IKLAN YANG KADANG TAMPIL DI BLOG INI SAMA SEKALI BUKAN MERUPAKAN TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG INI, MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANAN ANDA...TERIMA KASIH

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 122 pengikut lainnya

Blog Stats

  • 253,149 hits
%d blogger menyukai ini: