أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Anak Pungut (Laqiith)

Laqiith ditinjau dari sisi bahasa artinya anak yang ditemukan terlantar di jalan, tidak diketahui siapa ayah dan bundanya. Demikian defenisi yang tercantum dalam kitab Al-Lisaan dan kitab Al-Mishbaah. Biasanya laqiith adalah anak yang dibuang oleh orang tuanya.

 

Ditinjau dari sisi istilah syar’i artinya adalah sebagai berikut:

 

Menurut madzhab Hanafi, laqiith adalah sebutan untuk seorang bayi yang dibuang oleh keluarganya karena takut miskin atau untuk menghindari tuduhan telah berbuat aib.

 

Menurut pendapat madzhab Syafi’i, laqiith adalah setiap bayi yang terlantar dan tidak ada yang menafkahinya.

 

Menurut madzhab Hambali, laqiith adalah anak kecil yang belum mencapai usia mumayyiz (dewasa) yang tidak diketahui nasabnya dan terlantar, atau tersesat di jalan.

 

Untuk mengkompromikan semua pendapat ini, kami katakan:

Laqiith adalah anak kecil yang belum mencapai usia mumayyiz yang tidak diketahui nasabnya yang tersesat di jalan atau dibuang oleh keluarganya karena takut miskin atau menghindari tuduhan jelek, atau karena alasan lainnya.

 

Soal: Apa hukumnya memungut anak seperti ini?

 

Jawab: Mayoritas fugaha’ Maliki, asy-Syafi’i dan Hambali berpendapat bahwa memungut anak seperti ini hukumnya fardhu kifayah. Kecuali jika dikhawatirkan si anak akan meninggal maka hukumnya beruhah nenjadi fardhu ‘ain.

 

As-Sarakhsi Rahirnahullah berkata, “Orang yang telah menelantarkannya berdosa dan orang yang memungutnya memperoleh pahala karena ia telah menyelamatkan kehidupan seseorang yang jiwanya sedang terancam dan itu artinya ia telah menghidupkan seseorang karena telah menepis semua sebab yang membuatnya binasa.

 

Allah Ta’ala berfirman:

“…Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang menusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya.. .” (QS. A1-Maaidah :32)

 

Abu Muhammad bin Hazm Rahimahullah (1384) berkata, “Apabila ditemukan seorang anak yang terbuang maka bagi yang hadir di tempat tersebut wajib untuk merawatnya berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS. A1-Maaidah :2)

 

Tidak ada dosa yang terbesar selain dosa menelantarkan anak tak berdosa yang lahir dalam agama Islam hingga akhirnya ia meninggal dunia karena lapar, atau kedinginan, atau karena dimakan anjing. Tidak diragukan lagi bahwa dosa pelakunya sama seperti dosa pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:

“Orang yang tidak menyayangi manusia, pasti tidak akan disayangi.”

 

Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata dalam kitabnya Al-Mughni (V/392), “Memungut anak seperti ini hukumnya wajib, berdasarkan firman Allah Ta’ala:

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa,” (QS. Al-Maa’idah :2)

 

Karena dengan memungut anak tersebut berarti ia telah mcnyelamatkan jiwa seorang yang masih hidup dan ini hukumnya wajib. Seperti: dengan cara memberikan makanan dan menyelamatkan anak yang hanyut.[1]

 

 

Sumber: Ensiklopedi Anak, Abu Abdillah Ahmad bin Ahmad Al-Isawi, Penerjemah Ustadz Ali Nur, Penerbit Darus-Sunnah, hal. 468-470.

 

berkaitan dengan tulisan ini silahkan lihat artikel Hukum Mengadopsi Anak.


[1]Di Dalam  Kitab Sunan Al-Baihaqi Bab Memungut Anak yang Terbuang Dan Tidak boleh Membiarkan Anak Yang Terbuang. Kemudian ia menyebutkan hadits Ibnu Umar Radhiyallahu Anhuma dengan sanad yang marfu’.

About these ads

4 comments on “Anak Pungut (Laqiith)

  1. Ping-balik: Hukum Mengadopsi Anak « أبوفقيه Amaz

  2. roni
    Desember 31, 2010

    jika anak di berikan kpd orng lain yg tidak se iman (non muslim) bagaimana hukumnya………dan yg memberikan anak tersebut adalah org tua sang anak perempuannya yg baru melahirkan anak yg diluar nikah……bgmana cara meluruskannya dlm kasus ini……wassalam

    • midazortega
      Januari 2, 2011

      dari buku yang sama hal. 357 (insya Allah di lain waktu akan saya posting secara lengkap), saya ambil kesimpulan:
      Anak seorang muslim tidak boleh diasuh oleh pengasuh kafir. Dikhawatirkan anak yang diasuh akan tumbuh di atas agama dan pendidikan agama pengasuh kafir tersebut sehingga setelah besar nanti sulit baginya untuk kembali ke Islam. Ini merupakan bahaya terbesar yang menimpa anak tersebut. Dalam sebuah haduts Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda:

      Setiap anak dilahirkan alam keadaan suci, kedua orang tuanyalah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nashrani, atau Majusi.” (Hadits riwayat Al-Bukhari dan Muslim)

      dari saya: kalau ibunya ngga mau mengasuhnya (anak hasil hubungan di luar nikah nasabnya kepada ibunya), kenapa bukan anda saja yang adopsi, atau anda arahkan ke pengasuh yang muslim. sungguh bencana besar bagi si anak jika diberikan kepada orang kafir.
      Wallahu a’lam

  3. ara
    Februari 11, 2011

    salam… adakah konsep anak pungut ini sama dgn anak angkat atau anak yati… trutama dalam permasalahan hak penjagaan dan sbgainya…cuba kaitkan antara konsep al-Laqith ini dgn permasalan masakini… dan kalau boleh nak tahu, rujukan yg digunakan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Mei 13, 2010 by in Fiqih and tagged , , , , .

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 146,192 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: