أبوفقيه Amaz Blognya Abu Muhammad Faqih

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

hukum Memenuhi Undangan Pesta Khitan

Soal : Apa hukumnya memenuhi undangan pesta khitan? Apakah undangan tersebut wajib untuk dipenuhi?

Jawab: Abu Qasim al Kharqi Rahimahullah berkata,”Mengundang orang-orang untuk pesta khitan tidak pernah dikenal oleh orang-orang terdahulu dan orang yang diundangpun tidak wajib untuk mendatanginya. Di dalam sunnah hnya terdapat undangan pesta pernikahan.”

Ibnu Qudamah Rahimahullah berkata,”Kita dapat melihat para sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam yang enjadi suri tauladan, yakni sebagaimana yang tercantum dalam satu riwayat bahwasanya Utsman bin abi ‘Ash pernah diundang ke pesta khitan, akan tetapi ia tidak memenuhi undangan tersebut. Lantas hal itu ditanyakan kepadanya. Ia menjawab, “Kami tidak pernah mendatagi undangan pesta khitan pada zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan kami juga tidak pernah diundang untuk hal itu.”

Jika atsar ini shahih maka hokum semua undangan makan pada acara khitanan selain pesta pernikahan hukumnya adalah sunnah, sebab isi acara tersebut adalah member makanan kepada orang lain. Dan memenuhi undangannya hukumnya juga sunnah. Ini adalah pendapat Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Abu Hanifah dan ulama bermadzhab Hanafi.”

Al Anbari berkata, “Wajib memenuhi semua jenis undangan makan berdasarkan keumuman hadits Ibnu Umar Radhialahu Anhuma dari Nabi Shallallahu Alaihi wasallam bahwa beliau bersabda:

Apabila salah seorang dari kalian mengundang saudaranya maka hendakya saudaranya tersebut memenuhi undangan tersebut, baik undangan pernikahan atau pun bukan.”(H.R. Abu Dawud)

Menurut kami, yang tercantum dalam sunnah yang shahih adalah perintah untuk memenuhi undangan hanya untuk pesta pernikahan saja, karena pesta tersebut berfungsi sebagai pengumuman, mengundang orang banyak, nyanyian, memukul rebana dan lain-lain yang jelas berbeda dengan undangan lainnya. Adapun perintah untuk memenuhi undangan selain pesta pernikahan hukumnya sunnah dengan alas an karena undangan tersebut tidak ditentukan untuk suatu hal saja. Dengan demikian, berdasarkan dalil ini, memenuhi semua undangan (selain pesta pernikahan) hukumnya adalah sunnah. Karena memenuhi undangan tersebut dapat memuaskan dan menyenangkan hati orang yang mengundang. Imam Ahmad juga pernah diundang ke pesta khitanan dan beliau memenuhi undangan tersebut serta menyantap hidangannya. Adapu bagi orang yang mengundang saudaranya untuk menghadiri pesta khitan tidak memiliki keutamaan apapun karena tidak ada dalilnya. Akan tetapi posisinya seperti undangan makan begitu saja, hanya sebagai ungkapan rasa syukur terhadap nikmat yang telah dianugrahkan Allah kepadanya dengan mengundang makan teman dan rekan-rekannya. Dari sisi ini insya Allah ia akan mendapatkan pahala.

Syaikh Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata dalam kitab Al Majmuu’, “Adapun undangan untuk menghadiri pesta khitanan, tidak pernah dilakukan pada zaman sahabat dan hukumnya mubah atau boleh-boleh saja. Kemudian di antara ulama Hanabilah dan lain-lain memakruhkan pesta khitanan tersebut dan sebagian lain membolehkannya bahkan menganjurkannya.” Allahu A’lam

Ensiklopedi Anak, Abu Abdillah bin Ahmad al Isawi, hal 447-449.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on September 22, 2009 by in Adab dan Akhlak and tagged , .

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 146,285 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 98 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: