أبوفقيه Amaz

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ به طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ

Hadits-hadits Tentang Larangan Menjadikan Kuburan Sebagai Masjid (2)

Dari Jundub bin Abdillah al Bajali, bahwasanya di apernah mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang lima hal sebelum beliau wafat :

قد كان لي فيكم إخوة وأصدقاء وإني أبراء إلى الله أن يكون لي فيكم
خليل وإن الله عز وجل قد اتخذني خليلا كما تخذ إبراهيم خليلا ولو كنت متخذا من أمتي خليلا لاتخذت أبا بكر خليلا ألا [ وإن ] من كان قبلكم [ كانوا ] يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ألا فلا تتخذوا القبور مساجد فإني أنهاكم عن ذلك

Aku memiliki beberapa saudara dan teman di antara kalian. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari memiliki kekasih di antara kalian. Dan sesungguhnya Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah enjadikan diriku kekasih sebagaimana Dia telah menjadikan Ibrahim sebagai kekasih. Seandainya aku boleh mengambil kekasih, niscaya aku akan menjadikan Abu Bakar seagai kekasih. Dan ketahuilah, (sesungguhnya) orang-orang sebelum kalian telah menjadikan makam Nabi-nabi mereka dan orang-orang shalih di antara mereka seagai masjid. Janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid, karena sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut.” (Diriwayatkan oleh Muslim (II/64-68 ), Abu Awanah (I/401) dan redaksi di atas adalah miliknya. Juga ath Thabrani di dalam kitab al Kabiir,(I/84/2), dan diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (II/240) secara ringkas tanpa menyebutkan kata saudara dan pengambilan kekasih. Pada Ibnu Sa’ad (II/241), hadits ini memiliki satu syahid dari hadits Abu Umamah. Hadits ini juga memiliki syahid kedua yang diriwayatkan ole hath Thabrani dari Ka’ab bin Malik dengan sanad :”Laa ba’sa bihi”, sebagaimana yang dikemukakan oelh Ibnu Hajar al haitami di dalam kitab a Zawajir (I/120) dan dinilai dhaif oelh al Hafidz Nuruddin Al Haitsami di dalam kitab Majma’uz Zawaid (IX/45))

Dari al Harits an Najrani dia bercerita, aku pernah mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menyampaikan lima hal sebelum wafat. Beliau bersabda :

ألا وإن من كان قبلكم كانوا يتخذون قبور أنبيائهم وصالحيهم مساجد ألا فلا تتخذوا القبور مساجد إني أنهاكم عن ذلك “

Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah menjadikan makam Nabi-nabi mereka dan orang-orang salih di antara mereka sebagai masjid. Maka, janganlah kalian menjadikan kuburan sebagai masjid. Sesungguhnya aku melarang kalian melakukan hal tersebut.” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (II/83/2 dan II/376), dan sanadnya shahih dengan syarat Muslim)

Dari Usamah bin Zaid radhiallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda ketika menderita sakit yang mengantarkan beliau wafat :

أدخلوا علي أصحابي ” .
فدخلوا عليه وهو متقنع ببردة معافري [ فكشف القناع ] فقال : ” لعن الله اليهود [ والنصارى ] اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

Masuklah menghadapku, wahai sahabat-sahabatku. Maka mereka pun masuk, sedang beliau dalam keadaan tertutup selimut mu’afiri, (lalu beliau membuka penutup itu) seraya berkata,” Allah melaknat orang-orang Yahudi (dan Nashrani) yang telah menjadikan makam para Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” [diriwayatkan oleh ath Thayalisi di dalam Musnadnya (II/113 dari urutannya), Ahmad (V/204), ath Thabrani di dalam kitab al Kabiir (I/22/1). Sanad hadits ini hasan di dalam syahidnya. Asy Syaukani dalam kitab Nailul Authar (II/114) mengatakan, “Sanad hadits ini jayyid.” Di dalam kitab Majma’uz Zawa-id (II/27), al Haitsami mengatakan, “Dan paa rijalnya tsiqah.”]

Dari Abu Ubaidah bin al Jarrah, dia bererita, kalimat terakhir yang diucapkan Nabi Shallalahu Alaihi Wasallam adalah :

أخرجوا يهود أهل الحجاز وأهل نجران من جزيرة العرب واعلموا أن شرار الناس الذي اتخذوا ( وفي رواية : يتخذون ) ( 23 ) قبور أنبيائهم مساجد

Usirlah orang-orang Yahudi dari penduduk Hijaz dan penduduk Najran dari semenanjung Arab. Dan ketahuilah bahwa sejahat-jahat manusia adalah orang-orang yang menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai masjid.”  [diriwayatkan oleh Ahmad (1691 dan 1694) ath Thayalisi di Musykilul Aatsar (IV/13), Abu ya’la (57/1). Ibnu Asakir (VIII/367/2) dengan sanad yang shahih, al Haitsami mengatakan di dalam kitab Majma’uz awa-id (V/325) :”diriwayatkan oleh Ahmad dengan beberapa sanad (aslinya: dengan da sanad). Dan rijal dua jalan di antaranya adalah tsiqah, yang sanad keduanya berhubungan. Dan juga diriwayatkan oelh Abu Ya’la.”

Dari Zaid bin Tsabit, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

لعن الله ( وفي رواية : قاتل الله ) اليهود اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

Allah melaknat (dan dalam riwayat disebutkan :Allah memerangi) orang-orang Yahudi, karena mereka telah menjadikan makam Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah.” [ diriwayatkan oleh Ahmad (V/184 dan 186)]

Dari Abu Hurairah radhiallahu Anhu, dia bercerita, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

اللهم لا تجعل قبري وثنا لعن الله قوما اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan kuburanku sebagai berhala. Allah melaknat kaum yang menjadikan makam Nabi-nabi mereka sebagai masjid.”[ diriwayatkan oleh Ahmad (7352), Ibnu Sa’ad (II/241-242), al Mufadhdhal al juhdi di dalam kitab Fadhaa-ilul Madinah (66/I), Abu Ya’la di dalam kitab Musnadnya (312/I), Al Humaidi (1025), Abu Nu’aimdi dalam kitab al Hilyah (VI/283 dan VII/317) dengan sanad yang shahih.]

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu Anhu, dia bercerita, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

إن من شرار الناس من تدركه الساعة وهم احياء ومن يتخذ القبور مساجد

Sesungguhnya seburuk-buruk manusia adalah orang yang mendapatinya terjadinya hari Kiamat dalam keadaan hidup, dan juga orang yang menjadikan makam/kuburan sebagai masjid.” [Diriwayatkan Ibnu Khuzaimah di dalam kitab Shahihnya (I/92/2), Ibnu Hibban (340 dan 341), Ibnu Abi Syaibah di dalam kitab al Mushannaf (IV/140, terbitan India) Ahmad (3844 dan 4143), ath Thabrani di dalam kitab al Mu’jam al Kabiir (III/77/1), Abu Ya’la di dalam kitab Musnadnya (257/1), Abu Nu’aim di dalam kitab Akhbaar Ashbahaan (I/142) dengan sanad yang hasan. Dan juga Ahmad (4342) denan sanad lain yang hasan dengan hadits sebelumnya, dan hadits tersebut keseluruhnnya adalah shahih.]

Dari Ali bin abi Thalib radhiallahu Anhu, dia bercerita,

لقيني العباس فقال : يا علي انطلق بنا إلى النبي صلى الله عليه وسلم فإن كان لنا من الأمر شئ وإلا أوصى بنا الناس فدخلنا عليه وهو مغمى عليه فرفع رأسه فقال : ” لعن الله اليهود اتخذوا قبور الأنبياء مساجد ” . زاد في رواية : ” ثم قالها الثالثة ” .
فلما رأينا ما به خرجنا ولم نسأله عن شئ

Abbas pernah menemuiku seraya berkata,’Wahai Ali, mari ikut kami mengunjungi Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam, mungkin ada suatu hal yang perlu kita tanyakan, kalau tidak beliau akan memberi wasiat kepada orang-orang melalui kita.’ Kemudian kami masuk menemui beliau, sedang beliau dalam keadan berbaring dalam keadaan berbaring karena sakit. Lalu beliau mengangkat kepalanya, kemudian bersabda :’Allah melaknat orng-orang Yahudi yng menjadikan makam-makam Nabi mereka sebagai masjid.’ Dalam sebuah riwayat ditambahkan: ‘Kemudian beliau mengatakan yang ketiga kalinya.’ Dan ketika kami melihat apa yang terjadi pada beliau, maka kami pun keluar dan tidak menanyakan sesuatu pun kepada beliau.”[diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (IV/28), Ibnu Asakir (XII/172/2) melalui dua jalan dari Utsman bin al Yaman, Abu Bakar Ibnu Abi ‘Aun memberitahu kami bahwa dia pernah mendengar Abdullah bin Isa bin Abdurrahman bin Abi Laila dai ayahnya dari kakeknya, atau mengatakan, dari ayahnya dari kakeknya, atau mengatakan, dari ayahnya atau dari kakeknya, dia bercerita, aku pernah mendengar Ali bin Abi Thalib mengatakan…]

Dari Ummahatul Mukminin, bahwasanya para Sahabat Rasulullah Radhiallahu Anhum pernah bertanya

كيف نبني قبر رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ أنجعله مسجدا ؟ فقال أبو بكر الصديق : سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : لعن الله اليهود والنصارى اتخذوا قبور أنبيائهم مساجد

Bagaimana kami harus membangun makam Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, apakah kami boleh menjadikannya sebagai masjid?” Maka Abu Bakar menjawab :”Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda ‘Allah melaknat orang-orang Yahudi dan orang-orang Nashrani. Mereka telah menjadikan makam nabi-nabi mereka sebagai masjid.’”[diriwayatkan oleh Ibnu Zanwajaih di dalam kitab Fadhaailush Shiddiiq, sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab al Jaami’ul kabiir (III/147/1)]

Kitab تحذير الساجد من اتخاذ القبور مساجد edisi Indonesia “Larangan Shalat di Masjid yang Dibangun di Atas Kubur” karangan Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albani, hal. 19-38, penerbit “Pustaka Imam Syafi’i”.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Arsip

Blog Stats

  • 130,233 hits

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 90 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: